Bagaimana Persiapan Dalam Penilaian Prestasi Kerja

bagaimana persiapan dalam penilaian prestasi kerja – Setiap perusahaan pasti memiliki sistem penilaian prestasi kerja untuk mengetahui sejauh mana kinerja karyawan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Penilaian prestasi kerja sangat penting untuk menentukan keberhasilan perusahaan dan menentukan karyawan yang layak mendapatkan kenaikan gaji atau bahkan promosi. Oleh karena itu, persiapan yang matang dalam penilaian prestasi kerja sangatlah penting.

Persiapan penilaian prestasi kerja dapat dimulai dari perencanaan, evaluasi, dan pelatihan. Pertama-tama, perusahaan harus memastikan bahwa setiap karyawan memiliki pemahaman yang jelas tentang penilaian prestasi kerja. Hal ini dapat dilakukan melalui komunikasi yang jelas dan terbuka serta memberikan petunjuk dan pedoman yang jelas tentang apa yang dinilai dalam penilaian prestasi kerja.

Setelah itu, perusahaan harus merencanakan waktu dan tempat untuk penilaian prestasi kerja. Pihak HRD dapat membuat jadwal penilaian prestasi kerja sehingga setiap karyawan dapat menyiapkan diri secara matang. Selain itu, perusahaan juga harus memastikan bahwa setiap karyawan memiliki dokumen yang lengkap dan akurat tentang kinerjanya selama periode penilaian.

Setelah rencana dan jadwal penilaian prestasi kerja dibuat, perusahaan harus mulai mengevaluasi kinerja karyawan. Evaluasi ini dapat meliputi pengumpulan data tentang kinerja karyawan, baik dari atasan langsung maupun dari karyawan itu sendiri. Selain itu, evaluasi juga dapat dilakukan melalui observasi langsung terhadap karyawan saat bekerja atau melalui survei karyawan untuk mendapatkan umpan balik tentang kinerja mereka.

Setelah evaluasi dilakukan, perusahaan harus mengevaluasi hasil penilaian prestasi kerja. Hasil penilaian ini harus dipertimbangkan secara hati-hati dan objektif untuk memastikan bahwa keputusan yang dibuat adil dan akurat. Hasil penilaian prestasi kerja dapat digunakan untuk menentukan karyawan yang berkinerja baik dan memenuhi kriteria untuk mendapatkan kenaikan gaji atau promosi, sehingga dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan produktivitas dan kinerja.

Terakhir, perusahaan juga harus memberikan pelatihan dan pengembangan pada karyawan yang membutuhkan. Pelatihan dapat membantu karyawan meningkatkan keterampilan dan kemampuan mereka, sehingga dapat membantu mereka meningkatkan kinerja mereka di masa depan. Hal ini juga dapat membantu perusahaan dalam mempertahankan karyawan yang berkinerja baik dan membantu mereka mencapai tujuan perusahaan.

Dalam kesimpulannya, persiapan yang matang dalam penilaian prestasi kerja sangat penting untuk menentukan keberhasilan perusahaan dan menentukan karyawan yang layak mendapatkan kenaikan gaji atau bahkan promosi. Persiapan dapat dimulai dari perencanaan, evaluasi, dan pelatihan. Dengan melakukan persiapan yang matang, perusahaan dapat memastikan keberhasilan penilaian prestasi kerja dan membantu meningkatkan kinerja dan produktivitas karyawan.

Penjelasan: bagaimana persiapan dalam penilaian prestasi kerja

1. Perencanaan yang matang untuk penilaian prestasi kerja

Persiapan yang matang dalam penilaian prestasi kerja dimulai dari perencanaan yang matang. Perencanaan yang matang akan memastikan bahwa penilaian prestasi kerja dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Perusahaan harus membuat jadwal penilaian prestasi kerja yang jelas dan terperinci sehingga setiap karyawan dapat menyiapkan diri dengan baik. Hal ini juga akan memastikan bahwa penilaian prestasi kerja dapat dilakukan secara sistematis dan tidak mengganggu produktivitas kerja.

Selain itu, perusahaan juga harus memastikan bahwa setiap karyawan memiliki pemahaman yang jelas tentang penilaian prestasi kerja. Komunikasi yang terbuka dan jelas tentang penilaian prestasi kerja akan membantu karyawan memahami proses penilaian dan mempersiapkan diri secara matang. Perusahaan juga dapat memberikan petunjuk dan pedoman yang jelas tentang apa yang dinilai dalam penilaian prestasi kerja sehingga karyawan dapat mempersiapkan diri dengan baik.

Perusahaan harus memastikan bahwa setiap karyawan memiliki dokumen yang lengkap dan akurat tentang kinerjanya selama periode penilaian. Dokumen ini dapat berupa catatan kinerja, laporan proyek, atau dokumen lain yang berkaitan dengan kinerja karyawan. Dokumen ini akan membantu karyawan menunjukkan kinerja mereka secara akurat dan objektif selama periode penilaian.

Dalam melakukan perencanaan penilaian prestasi kerja, perusahaan juga harus mempertimbangkan waktu dan tempat yang tepat untuk melakukan penilaian. Penilaian prestasi kerja dapat dilakukan secara langsung oleh atasan langsung atau melalui survei karyawan. Perusahaan harus memastikan bahwa karyawan dapat melakukan penilaian dengan nyaman dan tidak merasa terganggu dengan lingkungan sekitarnya.

Dalam kesimpulannya, perencanaan yang matang untuk penilaian prestasi kerja sangat penting untuk memastikan keberhasilan penilaian dan membantu meningkatkan kinerja karyawan secara keseluruhan. Perusahaan harus membuat jadwal penilaian yang jelas dan terperinci, memberikan petunjuk dan pedoman yang jelas, memastikan dokumen karyawan lengkap dan akurat, dan memilih waktu dan tempat yang tepat untuk melakukan penilaian. Dengan melakukan perencanaan yang matang, perusahaan dapat memastikan keberhasilan penilaian prestasi kerja dan membantu meningkatkan kinerja dan produktivitas karyawan.

Baca juga:  Jelaskan Secara Singkat Lima Prinsip Pembangunan Berkelanjutan

2. Pemahaman yang jelas tentang penilaian prestasi kerja

Poin kedua dalam persiapan penilaian prestasi kerja adalah pemahaman yang jelas mengenai penilaian prestasi kerja. Pemahaman ini harus dimiliki oleh setiap karyawan yang akan dinilai agar mereka tahu apa saja yang dinilai dan bagaimana cara mempersiapkan diri dengan baik. Pemahaman yang jelas juga akan memastikan bahwa penilaian dilakukan secara objektif dan adil.

Untuk memastikan pemahaman yang jelas, perusahaan harus memberikan informasi yang lengkap dan jelas mengenai penilaian prestasi kerja. Pihak HRD dapat memberikan informasi ini melalui pertemuan atau presentasi yang dihadiri oleh seluruh karyawan yang akan dinilai. Selain itu, perusahaan juga dapat memberikan buku panduan atau pedoman yang menjelaskan secara detail tentang penilaian prestasi kerja.

Pemahaman yang jelas juga dapat tercipta melalui diskusi dan komunikasi yang terbuka. Setiap karyawan harus diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi dengan atasan atau HRD mengenai penilaian prestasi kerja. Hal ini akan membantu mereka memahami dengan lebih baik tentang penilaian prestasi kerja dan mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan.

Selain itu, perusahaan juga harus memastikan bahwa setiap karyawan memahami tujuan dan manfaat dari penilaian prestasi kerja. Hal ini dapat membantu mereka memahami pentingnya penilaian prestasi kerja dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas perusahaan. Dengan pemahaman yang jelas, karyawan akan lebih termotivasi untuk mempersiapkan diri dengan baik dan menunjukkan kinerja terbaik mereka.

Dalam kesimpulan, pemahaman yang jelas mengenai penilaian prestasi kerja sangatlah penting dalam persiapan penilaian prestasi kerja. Perusahaan harus memberikan informasi yang lengkap dan jelas mengenai penilaian prestasi kerja melalui pertemuan atau presentasi, buku panduan, atau diskusi dan komunikasi yang terbuka. Dengan pemahaman yang jelas, karyawan akan lebih termotivasi untuk mempersiapkan diri dengan baik dan menunjukkan kinerja terbaik mereka.

3. Komunikasi yang terbuka dan jelas tentang penilaian prestasi kerja

Komunikasi yang terbuka dan jelas tentang penilaian prestasi kerja sangat penting untuk memastikan bahwa setiap karyawan memahami apa yang dinilai dalam penilaian tersebut. Komunikasi ini dapat dilakukan secara terbuka melalui pertemuan atau pembicaraan individual dengan karyawan. Pihak HRD harus menjelaskan dengan jelas tentang tujuan dan proses penilaian prestasi kerja, kriteria yang digunakan untuk menilai kinerja karyawan, dan bagaimana hasil penilaian tersebut dapat mempengaruhi karir karyawan di masa mendatang.

Komunikasi yang jelas dan terbuka akan membantu karyawan memahami bahwa penilaian prestasi kerja bukanlah upaya untuk menghukum mereka, melainkan sebagai alat untuk membantu mereka meningkatkan kinerja mereka di masa depan. Selain itu, karyawan juga dapat memahami apa yang diharapkan dari mereka dalam pekerjaan mereka dan membantu mereka mempersiapkan diri dengan lebih baik sebelum penilaian prestasi kerja dilakukan.

Penting juga bagi pihak HRD untuk mendengarkan umpan balik dari karyawan tentang penilaian prestasi kerja. Hal ini dapat membantu meningkatkan proses penilaian prestasi kerja di masa depan dan memastikan bahwa karyawan merasa dihargai dan didengar. Jika ada masalah atau kekhawatiran dari karyawan tentang penilaian prestasi kerja, pihak HRD harus membantu mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Dalam kesimpulannya, komunikasi yang terbuka dan jelas tentang penilaian prestasi kerja sangat penting untuk memastikan bahwa setiap karyawan memahami proses penilaian tersebut dan dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik sebelum penilaian dilakukan. Hal ini juga dapat membantu meningkatkan proses penilaian prestasi kerja di masa depan dan membantu karyawan merasa dihargai dan didengar.

4. Memberikan petunjuk dan pedoman yang jelas tentang penilaian prestasi kerja

Poin keempat dalam persiapan penilaian prestasi kerja adalah memberikan petunjuk dan pedoman yang jelas tentang penilaian prestasi kerja. Petunjuk dan pedoman ini harus disampaikan kepada seluruh karyawan agar mereka mengetahui standar yang harus dicapai dalam penilaian kinerja mereka.

Hal yang harus dijelaskan dalam petunjuk dan pedoman ini adalah kriteria penilaian seperti kualitas pekerjaan, kuantitas pekerjaan, produktivitas, keterampilan, kerjasama tim, dan lain-lain. Selain itu, perusahaan juga harus memberikan informasi tentang metode yang akan digunakan dalam penilaian seperti observasi langsung, survei, atau evaluasi kinerja berbasis data.

Dengan memberikan petunjuk dan pedoman yang jelas, karyawan dapat mempersiapkan diri mereka dengan lebih baik untuk penilaian prestasi kerja. Selain itu, hal ini juga dapat membantu memastikan bahwa penilaian dilakukan secara konsisten dan adil untuk semua karyawan.

Perusahaan juga harus memastikan bahwa petunjuk dan pedoman ini mudah dipahami oleh seluruh karyawan. Oleh karena itu, perusahaan harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan menyediakan contoh nyata tentang bagaimana kriteria penilaian diterapkan dalam situasi pekerjaan yang sebenarnya.

Dalam kesimpulannya, memberikan petunjuk dan pedoman yang jelas tentang penilaian prestasi kerja adalah langkah penting dalam persiapan penilaian kinerja karyawan. Hal ini dapat membantu karyawan mempersiapkan diri secara matang, memastikan konsistensi dan keadilan dalam penilaian kinerja, dan membantu perusahaan mencapai tujuan bisnisnya.

Baca juga:  Jelaskan Teknik Dasar Renang Gaya Dada

5. Menentukan waktu dan tempat yang tepat untuk penilaian prestasi kerja

Poin ke-5 dalam persiapan penilaian prestasi kerja adalah menentukan waktu dan tempat yang tepat untuk melakukan penilaian. Menentukan waktu dan tempat yang tepat sangat penting agar penilaian dapat dilakukan dengan baik dan efektif.

Waktu penilaian harus dipilih dengan cermat dan harus disesuaikan dengan jadwal kerja karyawan. Sebaiknya, jadwal penilaian prestasi kerja dibuat sejak awal tahun dan dikomunikasikan kepada karyawan agar mereka dapat menyiapkan diri dengan baik untuk penilaian tersebut. Selain itu, perusahaan juga harus menentukan jangka waktu penilaian yang cukup untuk memastikan bahwa karyawan memiliki waktu yang cukup untuk menunjukkan kinerja terbaik mereka.

Tempat penilaian juga harus dipilih dengan cermat. Tempat yang ideal untuk penilaian prestasi kerja adalah tempat yang tenang dan nyaman, sehingga karyawan dapat fokus dan tidak terganggu selama proses penilaian. Sebaiknya, tempat penilaian prestasi kerja tidak dijadikan sebagai tempat yang membuat karyawan merasa tidak nyaman atau terintimidasi.

Selain itu, perusahaan juga harus memastikan bahwa fasilitas dan peralatan yang diperlukan untuk penilaian prestasi kerja tersedia dan berfungsi dengan baik. Misalnya, jika penilaian dilakukan melalui tes tertulis, maka perusahaan harus memastikan bahwa kertas, pulpen, dan ruangan yang nyaman tersedia. Jika penilaian dilakukan melalui wawancara, maka perusahaan harus memastikan bahwa ruangan yang tenang dan nyaman tersedia dan wawancaraer yang berpengalaman dan terlatih tersedia.

Dalam kesimpulan, menentukan waktu dan tempat yang tepat untuk penilaian prestasi kerja sangatlah penting dalam persiapan penilaian prestasi kerja. Waktu dan jangka waktu penilaian harus dipilih dengan cermat dan disesuaikan dengan jadwal kerja karyawan. Sedangkan tempat penilaian harus dipilih dengan cermat dan memastikan bahwa fasilitas dan peralatan yang diperlukan tersedia dan berfungsi dengan baik. Dengan menentukan waktu dan tempat yang tepat, perusahaan dapat memastikan bahwa penilaian prestasi kerja dapat dilakukan dengan baik dan efektif.

6. Memastikan karyawan memiliki dokumen yang lengkap dan akurat tentang kinerjanya

Poin keenam dalam persiapan penilaian prestasi kerja adalah memastikan karyawan memiliki dokumen yang lengkap dan akurat tentang kinerjanya. Pada saat penilaian prestasi kerja dilakukan, dokumen-dokumen ini dapat membantu HRD dalam mengevaluasi kinerja karyawan selama periode penilaian. Dokumen-dokumen tersebut dapat berupa catatan kinerja, evaluasi kinerja, laporan proyek, dan catatan kehadiran.

Dokumen-dokumen ini juga dapat membantu karyawan dalam mempersiapkan diri untuk penilaian prestasi kerja. Karyawan dapat menggunakan dokumen-dokumen ini untuk menunjukkan kinerja mereka selama periode penilaian dan memastikan bahwa evaluasi kinerja mereka akurat dan adil.

Dalam mengumpulkan dokumen kinerja karyawan, perusahaan harus memastikan bahwa dokumen-dokumen ini lengkap dan akurat. Hal ini dapat dilakukan dengan memeriksa dokumen secara berkala selama periode penilaian dan memastikan bahwa karyawan telah mengisi dokumen-dokumen tersebut dengan benar dan lengkap. Selain itu, HRD juga dapat memberikan pelatihan dan bimbingan pada karyawan jika mereka kesulitan dalam mengumpulkan atau mengisi dokumen kinerja.

Dengan memastikan bahwa karyawan memiliki dokumen kinerja yang lengkap dan akurat, perusahaan dapat memastikan bahwa penilaian prestasi kerja dilakukan secara objektif dan adil. Dokumen-dokumen tersebut dapat membantu HRD dalam mengevaluasi kinerja karyawan dan membuat keputusan yang tepat terkait kenaikan gaji atau promosi. Selain itu, dokumen-dokumen tersebut juga dapat membantu karyawan dalam merencanakan dan mencapai tujuan karir mereka di masa depan.

7. Evaluasi kinerja karyawan melalui pengumpulan data dari berbagai sumber

Poin ke-7 dari persiapan dalam penilaian prestasi kerja adalah evaluasi kinerja karyawan melalui pengumpulan data dari berbagai sumber. Evaluasi kinerja karyawan sangat penting dalam menentukan kinerja dan kontribusi karyawan terhadap perusahaan. Untuk melakukan evaluasi kinerja yang akurat, perlu dilakukan pengumpulan data dari berbagai sumber. Data dapat dikumpulkan dari atasan langsung, rekan kerja, atau bahkan dari karyawan itu sendiri.

Atasan langsung dapat memberikan umpan balik tentang kinerja karyawan melalui observasi langsung saat karyawan bekerja. Selain itu, atasan juga dapat memberikan umpan balik melalui evaluasi kinerja yang dilakukan secara berkala. Atasan juga dapat memberikan umpan balik tentang kinerja karyawan melalui diskusi satu-satu atau melalui rapat tim.

Selain itu, rekan kerja juga dapat memberikan umpan balik tentang kinerja karyawan. Rekan kerja dapat memberikan umpan balik tentang kinerja karyawan melalui diskusi satu-satu atau melalui survei karyawan. Survei karyawan dapat memberikan umpan balik tentang kinerja karyawan secara anonim dan dapat membantu mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.

Karyawan sendiri juga dapat memberikan umpan balik tentang kinerjanya. Karyawan dapat memberikan umpan balik tentang kinerjanya melalui evaluasi diri atau melalui wawancara dengan atasan langsung. Evaluasi diri dapat membantu karyawan untuk mengevaluasi kinerjanya sendiri dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.

Pengumpulan data dari berbagai sumber akan membantu untuk mengevaluasi kinerja karyawan secara objektif. Dengan demikian, perusahaan dapat membuat keputusan yang akurat dan adil dalam penilaian prestasi kerja. Selain itu, pengumpulan data juga dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan memberikan pelatihan yang tepat pada karyawan.

8. Evaluasi kinerja yang objektif dan hati-hati

Poin ke-8 dalam persiapan penilaian prestasi kerja adalah evaluasi kinerja yang objektif dan hati-hati. Setelah data kinerja karyawan terkumpul, perusahaan harus memastikan bahwa hasil penilaian yang dihasilkan bersifat objektif dan tidak terpengaruh oleh faktor apapun. Evaluasi yang tidak objektif dapat menghasilkan keputusan yang tidak adil dan merugikan karyawan maupun perusahaan.

Baca juga:  Jelaskan Makna Yang Terkandung Dalam Surah At Taubah Ayat 122

Untuk memastikan evaluasi kinerja yang objektif, perusahaan dapat menggunakan beberapa metode seperti rating skala, grafik perilaku, atau metode naratif. Metode rating skala dilakukan dengan memberikan skor pada setiap kriteria yang dinilai, sedangkan metode grafik perilaku dilakukan dengan membuat grafik yang menampilkan kinerja karyawan selama periode penilaian. Metode naratif dilakukan dengan menyusun laporan yang berisi deskripsi tentang kinerja karyawan.

Setelah metode evaluasi dipilih, perusahaan harus memastikan bahwa penilaian dilakukan secara hati-hati dan teliti. Penilaian harus didasarkan pada data yang akurat dan valid dan harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti kualitas kerja, produktivitas, inisiatif, dan kepatuhan terhadap aturan dan prosedur perusahaan. Penilaian juga harus mempertimbangkan faktor-faktor eksternal seperti kondisi pasar dan persaingan.

Evaluasi yang hati-hati dan objektif dapat membantu perusahaan mengambil keputusan yang tepat tentang kinerja karyawan dan membantu mengidentifikasi area yang membutuhkan peningkatan. Dengan demikian, evaluasi yang hati-hati dan objektif adalah kunci dalam persiapan penilaian prestasi kerja yang sukses dan dapat membantu perusahaan mencapai tujuan bisnisnya secara efektif.

9. Mengevaluasi hasil penilaian prestasi kerja secara akurat dan adil

Penjelasan lengkap mengenai “bagaimana persiapan dalam penilaian prestasi kerja” dengan poin “9. Mengevaluasi hasil penilaian prestasi kerja secara akurat dan adil”:

Setelah proses evaluasi kinerja karyawan selesai dilakukan, maka perusahaan harus mengevaluasi hasil penilaian prestasi kerja secara akurat dan adil. Hal ini sangat penting untuk memastikan keputusan yang diambil nantinya tepat dan dapat dijadikan landasan dalam menentukan karyawan yang pantas mendapatkan kenaikan gaji atau promosi.

Pada tahap evaluasi hasil penilaian prestasi kerja, perusahaan harus melakukan penilaian terhadap kinerja karyawan secara objektif dan hati-hati. Evaluasi ini harus dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan seperti kualitas pekerjaan, produktivitas, tanggung jawab, kerja tim, dan lain-lain.

Dalam mengevaluasi hasil penilaian prestasi kerja, perusahaan juga harus memperhatikan skala penilaian yang digunakan. Skala penilaian yang digunakan harus jelas dan mudah dipahami oleh karyawan sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman atau ketidakpuasan dari karyawan yang dinilai.

Selain itu, perusahaan juga harus memastikan bahwa penilaian dilakukan secara adil dan tidak diskriminatif. Penilaian prestasi kerja harus dilakukan dengan mempertimbangkan kinerja karyawan secara objektif, tidak memihak, dan tidak dipengaruhi oleh faktor subjektif seperti kepentingan pribadi atau hubungan personal.

Setelah hasil penilaian prestasi kerja dievaluasi dengan hati-hati, perusahaan harus memastikan bahwa keputusan yang diambil akurat dan adil. Keputusan dapat berupa kenaikan gaji, promosi, atau bahkan pengurangan gaji atau pemecatan. Oleh karena itu, perusahaan harus mempertimbangkan keputusan tersebut secara matang dan memastikan keputusan yang diambil tepat dan adil.

Dalam kesimpulannya, mengevaluasi hasil penilaian prestasi kerja secara akurat dan adil sangat penting untuk menentukan keputusan yang tepat dan adil. Perusahaan harus mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan, menggunakan skala penilaian yang jelas dan mudah dipahami, serta menjaga objektivitas dan ketidakdiskriminatifan dalam penilaian. Dengan melakukan evaluasi yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas karyawan serta memastikan keberhasilan penilaian prestasi kerja.

10. Memberikan pelatihan dan pengembangan pada karyawan yang membutuhkan untuk meningkatkan kinerja mereka.

Persiapan yang matang dalam penilaian prestasi kerja sangat penting untuk menentukan keberhasilan perusahaan dan menentukan karyawan yang layak mendapatkan kenaikan gaji atau bahkan promosi. Salah satu poin penting dalam persiapan penilaian prestasi kerja adalah memberikan pelatihan dan pengembangan pada karyawan yang membutuhkan untuk meningkatkan kinerja mereka.

Pelatihan dan pengembangan adalah bagian penting dari strategi manajemen sumber daya manusia (SDM) yang efektif. Pelatihan dapat membantu karyawan meningkatkan keterampilan dan kemampuan mereka, sehingga dapat membantu mereka meningkatkan kinerja mereka di masa depan. Hal ini juga dapat membantu perusahaan dalam mempertahankan karyawan yang berkinerja baik dan membantu mereka mencapai tujuan perusahaan.

Pelatihan dan pengembangan dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti seminar, pelatihan internal, dan pelatihan online. Pelatihan juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan karyawan dan perusahaan. Misalnya, jika perusahaan mengalami kesulitan dalam mengelola proyek, maka pelatihan manajemen proyek dapat diberikan kepada karyawan yang terlibat dalam proyek tersebut.

Selain itu, perusahaan juga dapat memberikan pelatihan pada karyawan yang baru saja dipromosikan ke posisi baru atau yang telah menunjukkan potensi untuk mendapatkan promosi. Pelatihan ini dapat membantu karyawan lebih siap dalam menjalankan tanggung jawab dan tugas baru yang dihadapi.

Selain memberikan pelatihan, perusahaan juga dapat memberikan pengembangan pada karyawan. Pengembangan dapat berupa pembelajaran baru tentang proses atau keahlian tertentu, atau diberikan tugas-tugas yang lebih menantang dan kompleks yang dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan karyawan.

Dalam kesimpulannya, memberikan pelatihan dan pengembangan pada karyawan yang membutuhkan adalah bagian penting dari persiapan penilaian prestasi kerja yang matang. Pelatihan dan pengembangan dapat membantu karyawan meningkatkan keterampilan dan kemampuan mereka, sehingga dapat membantu mereka meningkatkan kinerja mereka di masa depan. Hal ini juga dapat membantu perusahaan dalam mempertahankan karyawan yang berkinerja baik dan membantu mereka mencapai tujuan perusahaan.