Bagaimana Sebaiknya Seorang Manajer Menjalankan Fungsi Representasi

bagaimana sebaiknya seorang manajer menjalankan fungsi representasi – Manajer memiliki banyak peran dalam sebuah organisasi. Salah satu peran penting dari seorang manajer adalah sebagai representasi perusahaan. Fungsi representasi ini sangat penting dilakukan oleh manajer karena hal ini berkaitan dengan citra perusahaan dan hubungan dengan stakeholder. Oleh karena itu, seorang manajer harus dapat menjalankan fungsi representasi dengan baik agar perusahaan dapat terlihat profesional dan dapat memperoleh kepercayaan dari stakeholder.

Seorang manajer harus mampu menjalankan fungsi representasi dengan baik dengan cara memahami karakteristik dari stakeholder. Setiap stakeholder memiliki karakteristik yang berbeda-beda, seperti kepentingan, kebutuhan, dan harapan yang berbeda terhadap perusahaan. Oleh karena itu, manajer harus dapat memahami karakteristik tersebut agar dapat menjalankan fungsi representasi dengan baik.

Manajer juga harus mampu mengkomunikasikan visi dan misi perusahaan dengan jelas dan efektif kepada stakeholder. Hal ini penting dilakukan agar stakeholder dapat memahami tujuan dan arah perusahaan serta dapat mempercayai keputusan yang diambil oleh perusahaan. Selain itu, manajer harus mampu menjalin hubungan yang baik dengan stakeholder, seperti pelanggan, supplier, investor, dan pemerintah. Hubungan yang baik dengan stakeholder dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan dan memperoleh dukungan dari stakeholder.

Selain itu, manajer juga harus mampu mengatasi konflik yang terjadi dengan stakeholder. Konflik dapat terjadi karena perbedaan kepentingan atau pandangan antara perusahaan dan stakeholder. Oleh karena itu, manajer harus mampu mengatasi konflik tersebut dengan cara melakukan negosiasi yang baik dan mengedepankan kepentingan bersama. Manajer juga harus mampu mengelola krisis yang terjadi dengan baik agar tidak berdampak buruk pada citra perusahaan.

Manajer juga harus mampu membangun citra positif perusahaan di mata stakeholder. Citra positif perusahaan dapat dibangun dengan cara menjaga kualitas produk atau jasa yang dihasilkan, memberikan pelayanan yang baik, dan berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dan harapan stakeholder. Selain itu, manajer juga harus mampu memberikan informasi yang transparan dan akurat mengenai perusahaan agar stakeholder dapat mempercayai perusahaan.

Manajer juga harus mampu memperkuat brand awareness perusahaan. Brand awareness adalah kesadaran atau pengetahuan masyarakat mengenai merek atau nama perusahaan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kegiatan promosi dan branding perusahaan agar dapat dikenal oleh masyarakat luas. Manajer juga harus mampu memperkuat brand image perusahaan dengan cara mempertahankan kualitas produk atau jasa yang dihasilkan, memberikan pelayanan yang baik, dan berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dan harapan stakeholder.

Dalam menjalankan fungsi representasi, seorang manajer harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Perubahan dapat terjadi di dalam maupun di luar perusahaan, seperti perubahan kebijakan pemerintah, perubahan tren di industri, dan perubahan perilaku konsumen. Oleh karena itu, manajer harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut agar dapat menjalankan fungsi representasi dengan baik dan memperoleh kepercayaan dari stakeholder.

Dalam kesimpulannya, fungsi representasi sangat penting dilakukan oleh seorang manajer agar perusahaan dapat terlihat profesional dan dapat memperoleh kepercayaan dari stakeholder. Untuk menjalankan fungsi representasi dengan baik, seorang manajer harus mampu memahami karakteristik stakeholder, mengkomunikasikan visi dan misi perusahaan dengan jelas dan efektif, menjalin hubungan yang baik dengan stakeholder, mengatasi konflik yang terjadi, membangun citra positif perusahaan, memperkuat brand awareness dan brand image perusahaan, menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi, dan berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dan harapan stakeholder. Dengan menjalankan fungsi representasi dengan baik, perusahaan dapat terlihat profesional dan dapat memperoleh kepercayaan dari stakeholder.

Penjelasan: bagaimana sebaiknya seorang manajer menjalankan fungsi representasi

1. Manajer harus memahami karakteristik stakeholder.

Poin pertama dari tema ‘bagaimana sebaiknya seorang manajer menjalankan fungsi representasi’ adalah manajer harus memahami karakteristik stakeholder. Hal ini sangat penting dilakukan karena setiap stakeholder memiliki karakteristik yang berbeda-beda, seperti kepentingan, kebutuhan, dan harapan yang berbeda terhadap perusahaan.

Seorang manajer yang mampu memahami karakteristik stakeholder akan dapat menjalankan fungsi representasi dengan baik. Dengan memahami karakteristik stakeholder, manajer dapat menyesuaikan cara berkomunikasi dan berinteraksi dengan stakeholder. Misalnya, jika stakeholder memiliki kepentingan keuntungan finansial, manajer dapat menyajikan data keuangan perusahaan untuk membuktikan keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan.

Selain itu, manajer yang memahami karakteristik stakeholder juga dapat memahami kebutuhan dan harapan stakeholder terhadap perusahaan. Dengan memahami kebutuhan dan harapan stakeholder, manajer dapat menyesuaikan strategi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dan harapan tersebut. Misalnya, jika pelanggan menginginkan produk atau jasa yang lebih ramah lingkungan, manajer dapat memperkenalkan produk atau jasa yang ramah lingkungan.

Baca juga:  Jelaskan Ancaman Politik Dari Dalam Negeri

Manajer yang memahami karakteristik stakeholder juga dapat memperoleh kepercayaan dari stakeholder. Dengan memahami karakteristik stakeholder, manajer dapat menunjukkan bahwa perusahaan peduli dan memahami kebutuhan stakeholder. Hal ini dapat memperkuat hubungan antara perusahaan dan stakeholder serta dapat memperoleh dukungan dari stakeholder.

Dalam menjalankan fungsi representasi, manajer juga harus mampu membedakan stakeholder yang penting dan tidak penting. Manajer harus dapat mengidentifikasi stakeholder yang memiliki pengaruh besar terhadap perusahaan dan memberikan prioritas dalam berinteraksi dengan stakeholder tersebut. Dengan memprioritaskan stakeholder yang penting, manajer dapat memperkuat hubungan dengan stakeholder yang memiliki pengaruh besar terhadap perusahaan.

Dalam kesimpulannya, poin pertama dari tema ‘bagaimana sebaiknya seorang manajer menjalankan fungsi representasi’ adalah manajer harus memahami karakteristik stakeholder. Dengan memahami karakteristik stakeholder, manajer dapat menyesuaikan cara berkomunikasi dan berinteraksi dengan stakeholder, memahami kebutuhan dan harapan stakeholder, memperoleh kepercayaan dari stakeholder, membedakan stakeholder yang penting dan tidak penting, serta memperkuat hubungan dengan stakeholder yang memiliki pengaruh besar terhadap perusahaan.

2. Manajer harus mampu mengkomunikasikan visi dan misi perusahaan dengan jelas dan efektif.

Poin kedua dari tema “bagaimana sebaiknya seorang manajer menjalankan fungsi representasi” adalah manajer harus mampu mengkomunikasikan visi dan misi perusahaan dengan jelas dan efektif kepada stakeholder. Visi dan misi perusahaan adalah pandangan jangka panjang yang ingin dicapai oleh perusahaan dan harus dipahami oleh stakeholder agar tercipta hubungan yang baik dan saling percaya antara perusahaan dan stakeholder.

Manajer harus mampu merumuskan visi dan misi perusahaan secara jelas dan mudah dimengerti oleh stakeholder dengan bahasa yang sesuai. Dalam menyampaikan visi dan misi perusahaan, manajer harus mampu memilih bahasa yang tepat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan keraguan bagi stakeholder. Manajer juga harus mampu mengkomunikasikan visi dan misi perusahaan dengan gaya yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristik stakeholder.

Selain itu, manajer harus mampu menjelaskan arah strategi yang akan diambil oleh perusahaan untuk mencapai visi dan misi perusahaan. Hal ini penting agar stakeholder dapat memahami tujuan perusahaan dan dapat mempercayai keputusan yang diambil oleh perusahaan. Manajer harus mampu mengkomunikasikan strategi perusahaan secara efektif agar stakeholder dapat memahami keuntungan dan manfaat yang akan didapatkan.

Manajer juga harus mampu melakukan presentasi yang baik dan menarik mengenai visi dan misi perusahaan. Presentasi yang baik dapat menarik perhatian stakeholder dan membuat mereka tertarik untuk berinvestasi atau membeli produk atau jasa dari perusahaan. Oleh karena itu, manajer harus mampu mempresentasikan visi dan misi perusahaan dengan bahasa yang mudah dipahami, gambaran yang jelas, dan argumentasi yang kuat.

Dalam menjalankan fungsi representasi, manajer harus memastikan bahwa visi dan misi perusahaan dapat diimplementasikan secara efektif. Manajer harus mampu mengintegrasikan visi dan misi perusahaan ke dalam setiap kegiatan perusahaan, seperti pengembangan produk, pemasaran, dan pengambilan keputusan. Hal ini akan membantu perusahaan untuk mencapai tujuan dan memperoleh dukungan dari stakeholder.

Dalam kesimpulannya, manajer harus mampu mengkomunikasikan visi dan misi perusahaan dengan jelas dan efektif kepada stakeholder. Hal ini dapat dilakukan dengan cara merumuskan visi dan misi perusahaan secara jelas, menjelaskan arah strategi yang akan diambil oleh perusahaan, melakukan presentasi yang baik dan menarik, dan memastikan bahwa visi dan misi perusahaan dapat diimplementasikan secara efektif. Dengan menjalankan fungsi representasi dengan baik, perusahaan dapat terlihat profesional dan dapat memperoleh kepercayaan dari stakeholder.

3. Manajer harus menjalin hubungan yang baik dengan stakeholder.

Poin ketiga dari tema “bagaimana sebaiknya seorang manajer menjalankan fungsi representasi” adalah manajer harus menjalin hubungan yang baik dengan stakeholder. Stakeholder merupakan pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dan memiliki kepentingan dalam aktivitas perusahaan. Stakeholder tersebut meliputi pelanggan, supplier, investor, pemerintah, dan masyarakat.

Manajer harus mampu menjalin hubungan yang baik dengan stakeholder agar perusahaan dapat terlihat profesional dan dapat memperoleh kepercayaan dari stakeholder. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memahami kebutuhan dan harapan dari masing-masing stakeholder. Setiap stakeholder memiliki karakteristik yang berbeda-beda, seperti kepentingan, kebutuhan, dan harapan yang berbeda terhadap perusahaan. Oleh karena itu, manajer harus dapat memahami karakteristik tersebut agar dapat membangun hubungan yang baik dengan stakeholder.

Selain itu, manajer juga harus mampu memberikan pelayanan yang baik kepada stakeholder. Pelayanan yang baik dapat meningkatkan kepuasan dan kepercayaan stakeholder terhadap perusahaan. Manajer juga harus mampu memberikan solusi yang efektif jika terdapat keluhan atau masalah yang dialami oleh stakeholder.

Manajer juga harus mampu membangun kemitraan yang baik dengan supplier. Kemitraan yang baik dengan supplier dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan. Selain itu, manajer juga harus mampu menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan pelayanan yang baik, memenuhi kebutuhan pelanggan, dan membangun hubungan yang baik dengan pelanggan.

Manajer harus mampu menjalin hubungan yang baik dengan investor. Hubungan yang baik dengan investor dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan dan dapat memperoleh dukungan finansial dari investor. Manajer juga harus mampu membangun hubungan yang baik dengan pemerintah. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mematuhi peraturan dan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah serta menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah.

Baca juga:  Jelaskan Batas Batas Benua Australia

Dalam menjalin hubungan dengan stakeholder, manajer harus mampu mempertahankan komunikasi yang baik. Komunikasi yang baik dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan stakeholder terhadap perusahaan. Manajer harus mampu memberikan informasi yang transparan dan akurat mengenai perusahaan agar stakeholder dapat mempercayai perusahaan.

Dalam kesimpulannya, manajer harus mampu menjalin hubungan yang baik dengan stakeholder agar perusahaan dapat terlihat profesional dan dapat memperoleh kepercayaan dari stakeholder. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memahami kebutuhan dan harapan dari masing-masing stakeholder, memberikan pelayanan yang baik, membangun kemitraan yang baik dengan supplier, menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan, investor, dan pemerintah, serta mempertahankan komunikasi yang baik dengan stakeholder.

4. Manajer harus mampu mengatasi konflik yang terjadi dengan stakeholder.

Poin keempat dalam menjalankan fungsi representasi adalah manajer harus mampu mengatasi konflik yang terjadi dengan stakeholder. Konflik dapat terjadi ketika terdapat perbedaan kepentingan atau pandangan antara perusahaan dan stakeholder. Konflik ini dapat berdampak negatif pada citra perusahaan dan dapat mempengaruhi hubungan dengan stakeholder. Oleh karena itu, seorang manajer harus mampu mengatasi konflik tersebut dengan cara melakukan negosiasi yang baik dan mengedepankan kepentingan bersama.

Langkah pertama dalam mengatasi konflik adalah dengan mengidentifikasi sumber konflik. Manajer harus mampu mengidentifikasi sumber konflik dengan cepat dan tepat agar dapat menentukan langkah penyelesaian yang tepat. Setelah sumber konflik diidentifikasi, manajer harus mampu membuat rencana penyelesaian yang jelas dan efektif.

Manajer juga harus mampu mendengarkan keluhan atau masukan dari stakeholder dengan baik. Hal ini dilakukan agar stakeholder merasa dihargai dan dapat mengeluarkan perasaannya secara terbuka. Manajer juga harus mampu bersikap terbuka dan transparan dalam menghadapi konflik agar stakeholder dapat mempercayai perusahaan.

Selain itu, manajer harus mampu melakukan negosiasi dengan baik. Negosiasi dilakukan untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Manajer harus mampu mempertimbangkan kepentingan bersama dalam negosiasi dan harus mampu mencari solusi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Apabila konflik tidak dapat diatasi dengan cara negosiasi, maka manajer harus mampu mengambil tindakan yang tepat. Tindakan yang diambil harus diambil dengan hati-hati dan harus mempertimbangkan dampaknya pada citra perusahaan dan hubungan dengan stakeholder.

Dalam kesimpulannya, mengatasi konflik dengan stakeholder adalah langkah penting dalam menjalankan fungsi representasi. Manajer harus mampu mengidentifikasi sumber konflik, membuat rencana penyelesaian yang jelas dan efektif, mendengarkan keluhan atau masukan dari stakeholder, melakukan negosiasi dengan baik, dan mengambil tindakan yang tepat apabila konflik tidak dapat diatasi dengan cara negosiasi. Dengan cara ini, manajer dapat membangun hubungan yang baik dengan stakeholder dan memperkuat citra perusahaan.

5. Manajer harus membangun citra positif perusahaan di mata stakeholder.

Poin ke-5 dari tema “bagaimana sebaiknya seorang manajer menjalankan fungsi representasi” adalah bahwa manajer harus membangun citra positif perusahaan di mata stakeholder. Hal ini penting dilakukan, karena citra positif sebuah perusahaan dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan stakeholder.

Manajer harus mampu membangun citra positif perusahaan dengan cara menjaga kualitas produk atau jasa yang dihasilkan, memberikan pelayanan yang baik, dan berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dan harapan stakeholder. Untuk menjaga kualitas produk atau jasa, manajer harus memastikan bahwa produk atau jasa yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan dan sesuai dengan kebutuhan dan harapan stakeholder.

Selain itu, manajer juga harus mampu memberikan pelayanan yang baik kepada stakeholder. Pelayanan yang baik dapat meningkatkan kepuasan stakeholder dan membantu membangun citra positif perusahaan. Manajer harus memastikan bahwa pelayanan yang diberikan kepada stakeholder ramah, cepat, dan efektif dalam memecahkan masalah atau memberikan solusi.

Manajer juga harus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dan harapan stakeholder. Hal ini dapat diwujudkan dengan cara memperhatikan umpan balik dari stakeholder, melakukan perbaikan atau perubahan yang diperlukan, dan memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan stakeholder. Dalam hal ini, manajer harus mampu mengambil keputusan yang tepat dan bijak agar tidak merugikan kepentingan stakeholder.

Selain itu, manajer juga harus mampu memberikan informasi yang transparan dan akurat mengenai perusahaan. Informasi yang transparan dan akurat dapat membantu membangun kepercayaan dan citra positif perusahaan di mata stakeholder. Manajer harus memastikan bahwa informasi yang diberikan kepada stakeholder tidak menyesatkan dan sesuai dengan kenyataan yang ada di perusahaan.

Dalam menjalankan fungsi representasi, manajer harus mampu membangun citra positif perusahaan agar stakeholder dapat mempercayai dan menghormati perusahaan. Dalam hal ini, manajer harus mampu menjaga kualitas produk atau jasa yang dihasilkan, memberikan pelayanan yang baik, berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dan harapan stakeholder, memberikan informasi yang transparan dan akurat, serta mengambil keputusan yang tepat dan bijak. Dengan cara ini, manajer dapat membangun citra positif perusahaan yang kuat dan memperoleh kepercayaan dan dukungan dari stakeholder.

6. Manajer harus memperkuat brand awareness perusahaan.

Poin keenam dalam menjalankan fungsi representasi untuk seorang manajer adalah memperkuat brand awareness perusahaan. Brand awareness adalah kesadaran atau pengetahuan masyarakat mengenai merek atau nama perusahaan. Sebagai seorang manajer, membangun brand awareness yang kuat sangat penting untuk memperkuat citra perusahaan di mata stakeholder.

Baca juga:  Jelaskan Jenis Tari Berdasarkan Penyajiannya

Untuk membangun brand awareness yang kuat, seorang manajer harus mampu mengidentifikasi target audience atau pasar yang akan dituju oleh perusahaan. Kemudian, manajer harus memperhatikan karakteristik pasar yang dituju, seperti kebutuhan, keinginan, dan preferensi. Manajer harus mampu menyesuaikan strategi pemasaran perusahaan dengan karakteristik pasar yang dituju agar lebih efektif dalam membangun brand awareness.

Manajer juga harus mampu mengembangkan brand image perusahaan yang sesuai dengan karakteristik pasar yang dituju. Brand image perusahaan adalah citra atau persepsi yang terbentuk di mata konsumen mengenai produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Untuk mengembangkan brand image yang kuat, manajer harus memperhatikan kualitas produk atau jasa yang dihasilkan, memberikan pelayanan yang baik, dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi konsumen.

Selain itu, manajer juga harus mampu menggunakan media sosial dan digital marketing untuk memperkuat brand awareness perusahaan. Media sosial dan digital marketing sangat efektif dalam menjangkau target audience atau pasar yang lebih luas dan membangun brand awareness yang kuat. Manajer harus mampu mengembangkan konten yang menarik dan relevan sehingga mampu memancing minat konsumen untuk memperoleh informasi mengenai perusahaan.

Terakhir, manajer harus mampu melakukan evaluasi dan monitoring terhadap kegiatan pemasaran perusahaan. Evaluasi dan monitoring perlu dilakukan untuk mengetahui efektivitas dari strategi pemasaran yang telah dilakukan oleh perusahaan. Dengan melakukan evaluasi dan monitoring secara berkala, manajer dapat mengetahui apakah strategi pemasaran yang dilakukan efektif atau tidak. Jika tidak efektif, manajer harus mampu melakukan perubahan atau penyesuaian agar dapat memperoleh hasil yang lebih baik.

Dalam kesimpulannya, memperkuat brand awareness perusahaan sangat penting dalam menjalankan fungsi representasi untuk seorang manajer. Untuk memperkuat brand awareness, seorang manajer harus mampu mengidentifikasi target audience atau pasar yang akan dituju, memperhatikan karakteristik pasar yang dituju, mengembangkan brand image perusahaan yang sesuai dengan karakteristik pasar yang dituju, menggunakan media sosial dan digital marketing, dan melakukan evaluasi dan monitoring terhadap kegiatan pemasaran perusahaan. Dengan memperkuat brand awareness, perusahaan dapat terlihat lebih profesional dan dapat memperoleh kepercayaan dari stakeholder.

7. Manajer harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.

1. Manajer harus memahami karakteristik stakeholder.
Manajer sebagai representasi perusahaan harus memahami karakteristik stakeholder. Setiap stakeholder memiliki kepentingan, kebutuhan, dan harapan yang berbeda-beda terhadap perusahaan. Oleh karena itu, manajer harus mampu memahami karakteristik tersebut agar dapat menjalankan fungsi representasi dengan baik. Dengan memahami karakteristik stakeholder, manajer dapat mengambil keputusan yang tepat dan dapat memperoleh kepercayaan dari stakeholder.

2. Manajer harus mampu mengkomunikasikan visi dan misi perusahaan dengan jelas dan efektif.
Manajer harus mampu mengkomunikasikan visi dan misi perusahaan dengan jelas dan efektif kepada stakeholder. Hal ini penting dilakukan agar stakeholder dapat memahami tujuan dan arah perusahaan serta dapat mempercayai keputusan yang diambil oleh perusahaan. Komunikasi yang efektif dapat membantu manajer untuk menjalin hubungan yang baik dengan stakeholder dan membangun citra positif perusahaan di mata stakeholder.

3. Manajer harus menjalin hubungan yang baik dengan stakeholder.
Manajer harus mampu menjalin hubungan yang baik dengan stakeholder, seperti pelanggan, supplier, investor, dan pemerintah. Hubungan yang baik dengan stakeholder dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan dan memperoleh dukungan dari stakeholder. Manajer harus memperhatikan kepentingan stakeholder dan memberikan pelayanan yang baik agar dapat memperoleh kepercayaan dari stakeholder.

4. Manajer harus mampu mengatasi konflik yang terjadi dengan stakeholder.
Konflik dapat terjadi karena perbedaan kepentingan atau pandangan antara perusahaan dan stakeholder. Oleh karena itu, manajer harus mampu mengatasi konflik tersebut dengan cara melakukan negosiasi yang baik dan mengedepankan kepentingan bersama. Manajer harus mampu menyelesaikan konflik dengan cepat dan tepat agar tidak berdampak buruk pada citra perusahaan.

5. Manajer harus membangun citra positif perusahaan di mata stakeholder.
Manajer harus membangun citra positif perusahaan di mata stakeholder dengan cara menjaga kualitas produk atau jasa yang dihasilkan, memberikan pelayanan yang baik, dan berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dan harapan stakeholder. Citra positif perusahaan dapat membantu perusahaan untuk memperoleh kepercayaan dari stakeholder dan dapat meningkatkan reputasi perusahaan.

6. Manajer harus memperkuat brand awareness perusahaan.
Manajer harus memperkuat brand awareness perusahaan dengan cara meningkatkan kegiatan promosi dan branding perusahaan agar dapat dikenal oleh masyarakat luas. Manajer harus memperhatikan tren dan kebutuhan pasar agar dapat membangun brand awareness yang kuat. Brand awareness yang kuat dapat membantu perusahaan untuk memperoleh kepercayaan dari stakeholder dan dapat meningkatkan loyalitas pelanggan.

7. Manajer harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.
Manajer harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di dalam maupun di luar perusahaan, seperti perubahan kebijakan pemerintah, perubahan tren di industri, dan perubahan perilaku konsumen. Manajer harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut agar dapat menjalankan fungsi representasi dengan baik dan memperoleh kepercayaan dari stakeholder. Manajer harus mampu mengambil keputusan yang tepat dan dapat melakukan perubahan yang diperlukan agar perusahaan dapat tetap bertahan dan berkembang di masa yang akan datang.