Jelaskan Faktor Internal Pendorong Hubungan Internasional

jelaskan faktor internal pendorong hubungan internasional – Faktor internal pendorong hubungan internasional merupakan faktor yang berasal dari dalam negara itu sendiri yang mempengaruhi dan memperkuat hubungan internasionalnya dengan negara lain. Faktor internal ini berkaitan erat dengan kebijakan dan strategi negara dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah.

Salah satu faktor internal pendorong hubungan internasional adalah kekuatan ekonomi. Kekuatan ekonomi suatu negara akan mempengaruhi posisinya dalam hubungan internasional. Negara-negara yang memiliki ekonomi yang kuat akan memiliki pengaruh yang lebih besar dalam hal perdagangan, investasi, dan kerjasama ekonomi dengan negara lain. Hal ini dapat dilihat dari negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan China yang memiliki pengaruh besar dalam dunia ekonomi global.

Selain kekuatan ekonomi, faktor internal lainnya yang mempengaruhi hubungan internasional adalah kebijakan luar negeri. Kebijakan luar negeri suatu negara akan menentukan bagaimana negara tersebut berinteraksi dengan negara lain. Kebijakan luar negeri yang pro-aktif dalam membangun kerjasama dan diplomasi dengan negara lain akan memperkuat hubungan internasionalnya. Sebaliknya, kebijakan luar negeri yang terlalu proteksionis dan tidak kooperatif dapat memperburuk hubungan internasional suatu negara.

Selain itu, faktor internal lainnya yang mempengaruhi hubungan internasional adalah faktor budaya dan ideologi. Budaya dan ideologi suatu negara dapat menentukan pandangan dan sikap negara tersebut terhadap negara lain. Negara dengan budaya individualis cenderung lebih sulit untuk membentuk aliansi dan kerjasama dengan negara lain. Sebaliknya, negara dengan budaya kolaboratif dan terbuka akan lebih mudah untuk membangun hubungan internasional yang baik dengan negara lain.

Faktor internal lainnya yang mempengaruhi hubungan internasional adalah keamanan nasional. Keamanan nasional merupakan prioritas utama suatu negara. Negara akan melakukan segala upaya untuk memastikan keamanan dan kedaulatan nasionalnya. Hal ini dapat dilihat dari upaya-upaya yang dilakukan oleh negara-negara seperti Amerika Serikat dan Israel dalam mempertahankan keamanan nasional mereka.

Selain itu, faktor internal lainnya yang mempengaruhi hubungan internasional adalah faktor politik. Politik suatu negara akan mempengaruhi pandangan dan sikap negara tersebut terhadap negara lain. Negara yang stabil politiknya cenderung lebih mudah untuk membangun hubungan internasional yang baik dengan negara lain. Sebaliknya, negara yang tidak stabil politiknya cenderung sulit untuk membangun hubungan internasional yang baik dengan negara lain.

Dalam kesimpulannya, faktor internal pendorong hubungan internasional sangatlah penting dalam mempengaruhi hubungan suatu negara dengan negara lain. Faktor internal seperti kekuatan ekonomi, kebijakan luar negeri, budaya dan ideologi, keamanan nasional, dan faktor politik merupakan faktor yang harus diperhatikan oleh suatu negara dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah. Negara yang mampu memanfaatkan faktor internalnya dengan baik akan dapat memperkuat hubungan internasionalnya dengan negara lain.

Penjelasan: jelaskan faktor internal pendorong hubungan internasional

1. Faktor internal pendorong hubungan internasional berasal dari dalam negara itu sendiri dan mempengaruhi hubungan internasional dengan negara lain.

Faktor internal pendorong hubungan internasional merupakan faktor yang berasal dari dalam negara itu sendiri dan mempengaruhi hubungan internasionalnya dengan negara lain. Faktor internal ini sangatlah penting dalam mempengaruhi hubungan suatu negara dengan negara lain. Negara yang mampu memanfaatkan faktor internalnya dengan baik akan dapat memperkuat hubungan internasionalnya dengan negara lain.

Faktor internal pendorong hubungan internasional mencakup berbagai aspek seperti kekuatan ekonomi, kebijakan luar negeri, budaya dan ideologi, keamanan nasional, dan faktor politik. Setiap negara memiliki faktor internal yang berbeda-beda dan mempengaruhi hubungan internasionalnya dengan negara lain.

Kekuatan ekonomi suatu negara merupakan faktor internal yang sangat penting dalam mempengaruhi posisi dan pengaruhnya dalam hubungan internasional. Negara-negara yang memiliki ekonomi yang kuat akan memiliki pengaruh yang lebih besar dalam hal perdagangan, investasi, dan kerjasama ekonomi dengan negara lain. Oleh karena itu, negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan China yang memiliki pengaruh besar dalam dunia ekonomi global, mampu memperkuat hubungan internasionalnya dengan negara-negara lain.

Selain itu, kebijakan luar negeri suatu negara juga merupakan faktor internal yang mempengaruhi hubungan internasionalnya dengan negara lain. Kebijakan luar negeri yang pro-aktif dalam membangun kerjasama dan diplomasi dengan negara lain akan memperkuat hubungan internasionalnya. Sebaliknya, kebijakan luar negeri yang terlalu proteksionis dan tidak kooperatif dapat memperburuk hubungan internasional suatu negara.

Baca juga:  Tuliskan Dan Jelaskan Unsur Intrinsik Cerpen

Faktor internal lainnya yang mempengaruhi hubungan internasional adalah budaya dan ideologi. Budaya dan ideologi suatu negara dapat menentukan pandangan dan sikap negara tersebut terhadap negara lain. Negara dengan budaya individualis cenderung lebih sulit untuk membentuk aliansi dan kerjasama dengan negara lain. Sebaliknya, negara dengan budaya kolaboratif dan terbuka akan lebih mudah untuk membangun hubungan internasional yang baik dengan negara lain.

Keamanan nasional juga menjadi faktor internal yang sangat penting dalam mempengaruhi hubungan internasional suatu negara. Keamanan nasional merupakan prioritas utama suatu negara dan negara akan melakukan segala upaya untuk memastikan keamanan dan kedaulatan nasionalnya. Hal ini dapat dilihat dari upaya-upaya yang dilakukan oleh negara-negara seperti Amerika Serikat dan Israel dalam mempertahankan keamanan nasional mereka.

Terakhir, faktor politik juga mempengaruhi hubungan internasional suatu negara. Politik suatu negara akan mempengaruhi pandangan dan sikap negara tersebut terhadap negara lain. Negara yang stabil politiknya cenderung lebih mudah untuk membangun hubungan internasional yang baik dengan negara lain. Sebaliknya, negara yang tidak stabil politiknya cenderung sulit untuk membangun hubungan internasional yang baik dengan negara lain.

Dalam kesimpulannya, faktor internal pendorong hubungan internasional sangatlah penting dalam mempengaruhi hubungan suatu negara dengan negara lain. Negara yang mampu memanfaatkan faktor internalnya dengan baik akan dapat memperkuat hubungan internasionalnya dengan negara lain. Oleh karena itu, negara harus memperhatikan faktor internalnya dan mengembangkan strategi yang tepat dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah.

2. Kekuatan ekonomi suatu negara sangat mempengaruhi posisi dan pengaruhnya dalam hubungan internasional.

Faktor ekonomi menjadi salah satu faktor internal pendorong hubungan internasional yang sangat penting. Kekuatan ekonomi suatu negara akan mempengaruhi posisi dan pengaruhnya dalam hubungan internasional. Negara yang memiliki ekonomi yang kuat akan memiliki pengaruh yang lebih besar dalam hal perdagangan, investasi, dan kerjasama ekonomi dengan negara lain.

Negara-negara yang memiliki ekonomi yang kuat mampu mempengaruhi kebijakan perdagangan dan investasi dunia, sehingga dapat menentukan arah dan perkembangan hubungan internasional. Negara-negara dengan ekonomi yang kuat juga dapat mempengaruhi kebijakan dan kerjasama ekonomi dengan negara-negara lain, dan dengan demikian memperkuat posisinya di kancah internasional.

Selain itu, kekuatan ekonomi juga mempengaruhi kemampuan suatu negara untuk membantu negara-negara yang membutuhkan bantuan dalam situasi krisis, seperti bencana alam atau konflik. Negara-negara dengan kekuatan ekonomi yang besar dapat memberikan bantuan finansial dan pengiriman bantuan kemanusiaan, yang pada gilirannya dapat memperkuat hubungan internasional dengan negara-negara yang menerima bantuan tersebut.

Namun, kekuatan ekonomi juga dapat menimbulkan persaingan dan konflik antara negara. Negara-negara yang berkompetisi dalam hal perdagangan dan investasi dapat mempengaruhi hubungan internasional mereka dengan negara lain, terutama jika persaingan tersebut tidak sehat dan tidak mengikuti aturan yang berlaku.

Dalam kesimpulannya, kekuatan ekonomi merupakan faktor internal pendorong hubungan internasional yang penting. Negara-negara yang memiliki kekuatan ekonomi yang besar dapat mempengaruhi dan memperkuat hubungan internasionalnya dengan negara lain, tetapi juga dapat menimbulkan persaingan dan konflik yang dapat memperburuk hubungan internasional. Oleh karena itu, penting bagi suatu negara untuk mengelola kekuatan ekonominya dengan bijak dalam membangun hubungan internasional yang baik dengan negara lain.

3. Kebijakan luar negeri suatu negara menentukan bagaimana negara tersebut berinteraksi dengan negara lain.

Poin ketiga dari tema ‘jelaskan faktor internal pendorong hubungan internasional’ adalah kebijakan luar negeri. Kebijakan luar negeri suatu negara sangat menentukan bagaimana negara tersebut berinteraksi dengan negara lain dalam dunia internasional. Kebijakan luar negeri adalah seperangkat keputusan politik dan strategi yang dibuat oleh pemerintah suatu negara dalam rangka mengatur hubungan dengan negara lain. Kebijakan luar negeri menjadi faktor internal penting yang berpengaruh pada hubungan internasional suatu negara.

Kebijakan luar negeri akan menentukan bagaimana suatu negara bersikap dalam hal diplomasi, perdagangan, investasi, dan kerjasama dengan negara lain. Hal ini dapat dilihat dari kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang menekankan pada upaya untuk menjaga keamanan dan stabilitas global, serta memastikan kepentingan nasional dan keamanan Amerika Serikat. Kebijakan luar negeri Amerika Serikat juga menekankan pada nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia sebagai dasar hubungan internasionalnya.

Kebijakan luar negeri juga dapat memengaruhi hubungan bilateral antara negara-negara yang terlibat. Sebagai contoh, kebijakan luar negeri Indonesia yang menekankan pada hubungan baik dengan negara-negara tetangga dan menjunjung tinggi prinsip non-intervensi dapat memperkuat hubungan dengan negara-negara ASEAN dan menjaga stabilitas di kawasan Asia Tenggara.

Namun, kebijakan luar negeri yang terlalu proteksionis dan tidak kooperatif dapat memperburuk hubungan internasional suatu negara. Contohnya adalah kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang terkadang terlalu fokus pada kepentingan nasionalnya, sehingga mengabaikan dampak yang mungkin terjadi pada negara-negara lain. Hal ini dapat menimbulkan ketegangan dan konflik dalam hubungan internasional.

Dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah, suatu negara harus dapat merumuskan kebijakan luar negeri yang tepat dan berkualitas. Kebijakan luar negeri yang pro-aktif dalam membangun kerjasama dan diplomasi dengan negara lain akan memperkuat hubungan internasionalnya. Sebaliknya, kebijakan luar negeri yang terlalu proteksionis dan tidak kooperatif dapat memperburuk hubungan internasional suatu negara. Oleh karena itu, faktor internal kebijakan luar negeri merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh suatu negara dalam memperkuat hubungan internasionalnya.

Baca juga:  Apa Bukti Kalau Allah Maha Berkuasa Jelaskan

4. Budaya dan ideologi suatu negara dapat menentukan pandangan dan sikap negara tersebut terhadap negara lain.

Faktor internal pendorong hubungan internasional juga termasuk budaya dan ideologi suatu negara. Budaya dan ideologi yang dimiliki oleh suatu negara akan mempengaruhi pandangan dan sikap negara tersebut terhadap negara lain. Hal ini terkait dengan persepsi dan nilai yang dipegang oleh masyarakat serta pemerintah negara tersebut.

Budaya dan ideologi suatu negara dapat menjadi faktor yang mempersulit atau memudahkan dalam membangun hubungan internasional dengan negara lain. Negara yang memiliki budaya individualis dan mengutamakan kepentingan diri sendiri cenderung sulit untuk membentuk aliansi dan kerja sama dengan negara lain. Sebaliknya, negara yang memiliki budaya kolaboratif dan terbuka cenderung lebih mudah untuk membangun hubungan internasional yang baik dengan negara lain.

Ideologi suatu negara juga dapat mempengaruhi hubungan internasionalnya. Negara yang memiliki ideologi yang sama atau sejenis dengan negara lain cenderung lebih mudah untuk membangun hubungan internasional yang baik. Sebaliknya, negara yang memiliki ideologi yang berbeda atau bertentangan dengan negara lain cenderung lebih sulit dalam membangun hubungan internasional yang baik.

Selain itu, budaya dan ideologi suatu negara juga dapat mempengaruhi cara negara tersebut dalam melakukan diplomasi dan negosiasi dengan negara lain. Negara yang memiliki budaya yang sopan dan menghargai kesopanan dalam berbicara dan berperilaku cenderung lebih mudah dalam melakukan diplomasi dan negosiasi dengan negara lain. Sebaliknya, negara yang memiliki budaya yang kasar dan tidak sopan dalam berbicara dan berperilaku cenderung lebih sulit dalam melakukan diplomasi dan negosiasi dengan negara lain.

Dalam konteks hubungan internasional, budaya dan ideologi suatu negara menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan oleh negara-negara lain dalam membentuk hubungan yang baik. Negara-negara perlu memahami dan menghargai budaya dan ideologi negara lain agar dapat membangun hubungan internasional yang kuat dan berkelanjutan.

5. Keamanan nasional menjadi prioritas utama suatu negara dalam membangun hubungan internasional.

Faktor internal pendorong hubungan internasional merupakan faktor yang berasal dari dalam negara itu sendiri dan mempengaruhi hubungan internasionalnya dengan negara lain. Salah satu faktor internal pendorong hubungan internasional adalah keamanan nasional, yang menjadi prioritas utama suatu negara dalam membangun hubungan internasional.

Negara-negara di seluruh dunia selalu berupaya untuk menjaga keamanan nasionalnya. Hal ini penting karena keamanan nasional merupakan faktor penting yang mempengaruhi stabilitas dan kesejahteraan suatu negara. Negara-negara yang memiliki keamanan nasional yang kuat akan memiliki posisi dan pengaruh yang lebih kuat dalam hubungan internasional.

Dalam membangun hubungan internasional, keamanan nasional menjadi prioritas utama suatu negara. Negara-negara akan melakukan segala upaya untuk memastikan keamanan dan kedaulatan nasionalnya. Hal ini dapat dilihat dari upaya-upaya yang dilakukan oleh negara-negara seperti Amerika Serikat dan Israel dalam mempertahankan keamanan nasional mereka.

Selain itu, keamanan nasional juga menjadi faktor penting dalam membangun kerjasama dan aliansi antarnegara. Negara-negara akan mempertimbangkan faktor keamanan nasional dalam memilih negara-negara yang akan menjadi mitra kerjasama mereka. Negara-negara yang memiliki keamanan nasional yang kuat akan lebih mudah untuk membangun kerjasama dan aliansi dengan negara lain.

Namun, keamanan nasional juga dapat menjadi faktor yang memperburuk hubungan internasional suatu negara. Negara-negara yang terlalu fokus pada keamanan nasionalnya dan mengabaikan hubungan internasionalnya dengan negara lain dapat memperburuk hubungan internasionalnya. Hal ini dapat terjadi jika negara tersebut terlalu proteksionis dan tidak kooperatif dalam membangun hubungan internasional.

Dalam kesimpulannya, keamanan nasional merupakan faktor internal pendorong hubungan internasional yang sangat penting. Negara-negara yang memiliki keamanan nasional yang kuat akan memiliki posisi dan pengaruh yang lebih kuat dalam hubungan internasional. Namun, negara-negara juga harus memperhatikan faktor-faktor lain seperti kebijakan luar negeri, budaya dan ideologi, kekuatan ekonomi, dan faktor politik dalam membangun hubungan internasional yang baik dengan negara lain.

6. Politik suatu negara mempengaruhi pandangan dan sikap negara tersebut terhadap negara lain.

Faktor internal pendorong hubungan internasional berasal dari dalam negara itu sendiri dan mempengaruhi hubungan internasional dengan negara lain. Faktor internal ini berkaitan dengan kebijakan dan strategi negara dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah. Salah satu faktor internal yang sangat penting dalam hubungan internasional adalah kebijakan luar negeri.

Kebijakan luar negeri suatu negara menentukan bagaimana negara tersebut berinteraksi dengan negara lain. Kebijakan luar negeri yang pro-aktif dalam membangun kerjasama dan diplomasi dengan negara lain akan memperkuat hubungan internasionalnya. Sebaliknya, kebijakan luar negeri yang terlalu proteksionis dan tidak kooperatif dapat memperburuk hubungan internasional suatu negara. Kebijakan luar negeri suatu negara dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kepentingan nasional, pandangan politik, kebijakan ekonomi, dan faktor budaya dan ideologi.

Selain itu, faktor internal lainnya yang mempengaruhi hubungan internasional adalah budaya dan ideologi suatu negara. Budaya dan ideologi suatu negara dapat menentukan pandangan dan sikap negara tersebut terhadap negara lain. Negara dengan budaya individualis cenderung lebih sulit untuk membentuk aliansi dan kerjasama dengan negara lain. Sebaliknya, negara dengan budaya kolaboratif dan terbuka akan lebih mudah untuk membangun hubungan internasional yang baik dengan negara lain.

Baca juga:  Jelaskan Apa Yang Menyebabkan Masyarakat Mengalami Perubahan

Kekuatan ekonomi suatu negara juga sangat mempengaruhi posisi dan pengaruhnya dalam hubungan internasional. Negara-negara yang memiliki ekonomi yang kuat akan memiliki pengaruh yang lebih besar dalam hal perdagangan, investasi, dan kerjasama ekonomi dengan negara lain. Hal ini dapat dilihat dari negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan China yang memiliki pengaruh besar dalam dunia ekonomi global. Keamanan nasional juga menjadi prioritas utama suatu negara dalam membangun hubungan internasional. Negara akan melakukan segala upaya untuk memastikan keamanan dan kedaulatan nasionalnya.

Politik suatu negara juga mempengaruhi pandangan dan sikap negara tersebut terhadap negara lain. Negara yang stabil politiknya cenderung lebih mudah untuk membangun hubungan internasional yang baik dengan negara lain. Sebaliknya, negara yang tidak stabil politiknya cenderung sulit untuk membangun hubungan internasional yang baik dengan negara lain. Kondisi politik dalam suatu negara akan mempengaruhi kebijakan luar negeri yang diambil oleh negara tersebut.

Dalam kesimpulannya, faktor internal pendorong hubungan internasional sangatlah penting dalam mempengaruhi hubungan suatu negara dengan negara lain. Faktor internal seperti kekuatan ekonomi, kebijakan luar negeri, budaya dan ideologi, keamanan nasional, dan faktor politik merupakan faktor yang harus diperhatikan oleh suatu negara dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah. Negara yang mampu memanfaatkan faktor internalnya dengan baik akan dapat memperkuat hubungan internasionalnya dengan negara lain.

7. Negara yang mampu memanfaatkan faktor internalnya dengan baik akan dapat memperkuat hubungan internasionalnya dengan negara lain.

1. Faktor internal pendorong hubungan internasional berasal dari dalam negara itu sendiri dan mempengaruhi hubungan internasional dengan negara lain.

Faktor internal pendorong hubungan internasional adalah faktor yang berasal dari dalam negara itu sendiri dan mempengaruhi hubungan internasionalnya dengan negara lain. Dalam hubungan internasional, faktor internal seperti kebijakan dalam negeri, keamanan nasional, kebijakan luar negeri, kekuatan ekonomi, budaya, dan faktor politik sangatlah penting dalam mempengaruhi hubungan suatu negara dengan negara lain. Negara yang mampu memanfaatkan faktor internalnya dengan baik akan dapat memperkuat hubungan internasionalnya dengan negara lain.

2. Kekuatan ekonomi suatu negara sangat mempengaruhi posisi dan pengaruhnya dalam hubungan internasional.

Kekuatan ekonomi suatu negara sangat mempengaruhi posisi dan pengaruhnya dalam hubungan internasional. Negara-negara yang memiliki ekonomi yang kuat akan memiliki pengaruh yang lebih besar dalam hal perdagangan, investasi, kerjasama ekonomi dan diplomasi dengan negara lain. Negara dengan ekonomi yang kuat juga cenderung lebih mampu mengatasi tantangan ekonomi global dan berpartisipasi dalam organisasi internasional. Oleh karena itu, negara yang ingin memperkuat hubungan internasional dengan negara lain harus memperkuat ekonominya terlebih dahulu.

3. Kebijakan luar negeri suatu negara menentukan bagaimana negara tersebut berinteraksi dengan negara lain.

Kebijakan luar negeri suatu negara menentukan bagaimana negara tersebut berinteraksi dengan negara lain. Kebijakan luar negeri yang proaktif dalam membangun kerjasama dan diplomasi dengan negara lain akan memperkuat hubungan internasionalnya. Sebaliknya, kebijakan luar negeri yang terlalu proteksionis dan tidak kooperatif dapat memperburuk hubungan internasional suatu negara. Oleh karena itu, negara harus memiliki kebijakan luar negeri yang tepat dan sejalan dengan kepentingan nasionalnya dan hubungan internasionalnya.

4. Budaya dan ideologi suatu negara dapat menentukan pandangan dan sikap negara tersebut terhadap negara lain.

Budaya dan ideologi suatu negara dapat menentukan pandangan dan sikap negara tersebut terhadap negara lain. Negara dengan budaya individualis cenderung lebih sulit untuk membentuk aliansi dan kerjasama dengan negara lain. Sebaliknya, negara dengan budaya kolaboratif dan terbuka akan lebih mudah untuk membangun hubungan internasional yang baik dengan negara lain. Ideologi suatu negara juga dapat mempengaruhi sikapnya terhadap negara lain. Misalnya, negara komunis cenderung memiliki pandangan yang berbeda dengan negara kapitalis dalam hal perdagangan dan kerjasama.

5. Keamanan nasional menjadi prioritas utama suatu negara dalam membangun hubungan internasional.

Keamanan nasional menjadi prioritas utama suatu negara dalam membangun hubungan internasional. Negara akan melakukan segala upaya untuk memastikan keamanan dan kedaulatan nasionalnya. Hal ini dapat dilihat dari upaya-upaya yang dilakukan oleh negara-negara seperti Amerika Serikat dan Israel dalam mempertahankan keamanan nasional mereka. Oleh karena itu, negara yang ingin membangun hubungan internasional yang baik dengan negara lain harus memperhatikan keamanan nasionalnya terlebih dahulu.

6. Politik suatu negara mempengaruhi pandangan dan sikap negara tersebut terhadap negara lain.

Politik suatu negara mempengaruhi pandangan dan sikap negara tersebut terhadap negara lain. Negara yang stabil politiknya cenderung lebih mudah untuk membangun hubungan internasional yang baik dengan negara lain. Sebaliknya, negara yang tidak stabil politiknya cenderung sulit untuk membangun hubungan internasional yang baik dengan negara lain. Oleh karena itu, stabilitas politik suatu negara menjadi faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi hubungan internasionalnya.

7. Negara yang mampu memanfaatkan faktor internalnya dengan baik akan dapat memperkuat hubungan internasionalnya dengan negara lain.

Negara yang mampu memanfaatkan faktor internalnya dengan baik akan dapat memperkuat hubungan internasionalnya dengan negara lain. Dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah, negara harus mampu mengadopsi kebijakan-kebijakan yang tepat dan mengoptimalkan faktor internalnya untuk memperkuat hubungan internasionalnya. Negara juga harus mampu menjaga kesinambungan hubungan internasionalnya dengan negara lain dan beradaptasi dengan perubahan global yang terus berlangsung.