Jelaskan Maksud Meratap Terhadap Kematian Seseorang

jelaskan maksud meratap terhadap kematian seseorang – Meratap adalah sebuah ungkapan kepedihan yang dilakukan oleh orang-orang yang merasa kehilangan seseorang yang sangat mereka sayangi. Kematian seseorang memang menjadi momen yang sangat menyedihkan bagi keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekatnya. Namun, meratap bukanlah sebuah ritual yang hanya dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang meninggal, melainkan juga sebuah proses emosional yang membantu orang yang ditinggalkan untuk meredakan kesedihan mereka.

Meratap terhadap kematian seseorang adalah sebuah ritual yang dilakukan oleh banyak budaya di seluruh dunia. Istilah meratap dapat diartikan sebagai sebuah ungkapan perasaan kesedihan yang melibatkan tangisan, ratapan, dan serangkaian gerakan lainnya. Ritual meratap ini bukanlah sebuah hal yang baru, bahkan sudah dilakukan sejak zaman kuno.

Dalam budaya Indonesia, meratap terhadap kematian seseorang adalah sebuah tradisi yang sangat dihormati. Ketika seseorang meninggal dunia, keluarga dan sahabatnya akan berkumpul di rumah duka untuk meratapi kepergian orang yang mereka cintai. Mereka akan menangis, meratap, dan berdoa untuk arwah orang yang telah meninggal. Meratap dianggap sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal dan juga sebagai ungkapan rasa duka yang mendalam.

Namun, meratap terhadap kematian seseorang tidak hanya dilakukan oleh keluarga dan sahabatnya. Meratap juga dapat menjadi sebuah ungkapan empati dari orang-orang di sekitar yang merasa sedih atas kehilangan seseorang yang mereka kenal. Meratap dapat menjadi sebuah bentuk dukungan dan penghiburan bagi keluarga dan sahabat yang ditinggalkan.

Selain itu, meratap juga dapat membantu orang yang ditinggalkan untuk mengurai perasaan kesedihan mereka. Ketika seseorang meratap, ia dapat melepaskan emosi yang terpendam dan meredakan tekanan yang ada di dalam dirinya. Hal ini dapat membantu mempercepat proses penyembuhan dari rasa duka yang dialami.

Namun, meskipun meratap dapat membantu meredakan kesedihan, hal ini tidak berarti bahwa orang yang meratap akan segera pulih dari rasa duka yang mereka alami. Proses penyembuhan dari rasa duka memerlukan waktu dan upaya yang cukup besar. Meratap hanya akan membantu mempercepat proses penyembuhan tersebut.

Dalam beberapa budaya, meratap terhadap kematian seseorang juga dianggap sebagai sebuah bentuk ritual untuk membantu arwah orang yang meninggal menuju kehidupan setelah kematian. Meratap dianggap sebagai sebuah bentuk doa untuk membantu arwah orang yang meninggal untuk menemukan kedamaian di dunia lain.

Dalam konsep kepercayaan Hindu, meratap terhadap kematian seseorang dianggap sebagai sebuah bentuk penghormatan kepada dewa-dewa. Ketika seseorang meratap, ia dianggap sebagai sebuah bentuk doa yang akan membantu arwah orang yang meninggal untuk menemukan kedamaian di dunia lain.

Dalam Islam, meratap terhadap kematian seseorang juga dianggap sebagai sebuah bentuk doa dan penghormatan kepada orang yang telah meninggal. Meratap dianggap sebagai sebuah bentuk penghormatan yang harus dilakukan oleh keluarga dan sahabat yang ditinggalkan.

Dalam kesimpulannya, meratap terhadap kematian seseorang adalah sebuah ritual yang dilakukan oleh banyak budaya di seluruh dunia. Meratap bukanlah hanya sebuah ungkapan penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal, melainkan juga sebuah proses emosional yang membantu orang yang ditinggalkan untuk meredakan kesedihan mereka. Meskipun meratap dapat membantu meredakan kesedihan, proses penyembuhan dari rasa duka memerlukan waktu dan upaya yang cukup besar. Meratap dianggap sebagai sebuah bentuk penghormatan dan doa yang akan membantu arwah orang yang meninggal untuk menemukan kedamaian di dunia lain.

Penjelasan: jelaskan maksud meratap terhadap kematian seseorang

1. Meratap adalah sebuah ungkapan kepedihan yang dilakukan oleh orang-orang yang merasa kehilangan seseorang yang sangat mereka sayangi.

Meratap adalah sebuah ungkapan kepedihan yang dilakukan oleh orang-orang yang merasa kehilangan seseorang yang sangat mereka sayangi. Kematian seseorang, terutama orang yang sangat dekat, merupakan sebuah kehilangan yang sangat berat dan menyakitkan bagi keluarga, sahabat, dan orang terdekatnya. Meratap menjadi sebuah cara untuk mengungkapkan perasaan sedih dan kehilangan yang dirasakan oleh orang-orang yang ditinggalkan.

Dalam praktiknya, meratap biasanya dilakukan dalam bentuk tangisan, ratapan, dan serangkaian gerakan lainnya. Hal ini sering dilakukan oleh keluarga, sahabat, dan orang terdekat yang merasa kehilangan orang yang sangat mereka sayangi. Meratap menjadi bentuk ungkapan emosional yang membantu orang yang ditinggalkan untuk melepaskan perasaan sedih dan kehilangan yang mereka alami.

Baca juga:  Jelaskan Pengertian Kaum Muhajirin Dan Kaum Anshar

Meratap juga menjadi sebuah bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal. Ketika seseorang meninggal, meratap dianggap sebagai sebuah bentuk penghormatan dan penghargaaan yang harus dilakukan oleh keluarga, sahabat, dan orang terdekatnya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang telah pergi, serta sebagai bentuk rasa syukur atas kehadiran dan keberadaannya selama hidup.

Selain itu, meratap juga menjadi sebuah bentuk dukungan dan penghiburan bagi keluarga dan sahabat yang ditinggalkan. Ketika seseorang meratap, ia menunjukkan bahwa ia juga merasakan kesedihan dan kehilangan yang dirasakan oleh keluarga dan sahabat yang ditinggalkan. Hal ini dapat membantu keluarga dan sahabat yang ditinggalkan untuk merasa lebih tenang dan terhibur, karena mereka merasa bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi kehilangan yang mereka alami.

Dalam beberapa budaya, meratap terhadap kematian seseorang juga dianggap sebagai sebuah bentuk ritual untuk membantu arwah orang yang meninggal menuju kehidupan setelah kematian. Meratap dianggap sebagai sebuah bentuk doa untuk membantu arwah orang yang meninggal untuk menemukan kedamaian di dunia lain. Hal ini memperlihatkan bahwa meratap tidak hanya dianggap sebagai sebuah ungkapan emosi, melainkan juga sebuah bentuk ritual keagamaan yang sangat penting bagi beberapa budaya.

Dalam kesimpulannya, meratap adalah sebuah ungkapan kepedihan yang dilakukan oleh orang-orang yang merasa kehilangan seseorang yang sangat mereka sayangi. Meratap menjadi sebuah cara untuk mengungkapkan perasaan sedih dan kehilangan yang dirasakan oleh orang-orang yang ditinggalkan. Selain itu, meratap juga menjadi sebuah bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal, dan juga menjadi sebuah bentuk dukungan dan penghiburan bagi keluarga dan sahabat yang ditinggalkan.

2. Meratap terhadap kematian seseorang adalah sebuah ritual yang dilakukan oleh banyak budaya di seluruh dunia.

Meratap terhadap kematian seseorang adalah sebuah ritual yang dilakukan oleh banyak budaya di seluruh dunia. Meskipun setiap budaya memiliki cara meratap yang berbeda-beda, namun semua budaya sepakat bahwa meratap adalah sebuah bentuk penghormatan dan ungkapan kepedihan terhadap seseorang yang telah meninggal.

Ritual meratap biasanya dilakukan di rumah duka, tempat di mana keluarga dan sahabatnya berkumpul untuk meratapi kepergian orang yang mereka cintai. Di sini, tangisan dan ratapan merupakan hal yang biasa terdengar. Selain itu, ada juga beberapa budaya yang melakukan ritual lain seperti memotong rambut atau mencukur jenggot sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal.

Dalam beberapa budaya, meratap terhadap kematian seseorang juga dilakukan dalam waktu yang cukup lama. Misalnya, dalam budaya Tionghoa, keluarga dan sahabat yang ditinggalkan akan meratap selama seratus hari setelah orang yang mereka cintai meninggal. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan kepedihan yang mendalam.

Selain itu, meratap juga dapat dianggap sebagai sebuah bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal. Dalam beberapa budaya, ritual meratap ini dianggap sebagai bentuk penghormatan yang harus dilakukan oleh keluarga dan sahabat yang ditinggalkan. Hal ini dilakukan sebagai cara untuk mengenang dan menghormati kehidupan orang yang telah meninggal.

Meskipun meratap terhadap kematian seseorang adalah sebuah ritual yang dilakukan oleh banyak budaya di seluruh dunia, namun hal ini bukanlah sebuah hal yang mudah dilakukan. Meratap adalah sebuah proses emosional yang melibatkan perasaan duka yang mendalam. Oleh karena itu, meratap memerlukan waktu dan kesabaran yang cukup besar.

Dalam kesimpulannya, meratap terhadap kematian seseorang adalah sebuah ritual yang dilakukan oleh banyak budaya di seluruh dunia. Ritual ini dianggap sebagai sebuah bentuk penghormatan dan ungkapan kepedihan terhadap seseorang yang telah meninggal. Meskipun meratap memerlukan waktu dan kesabaran yang cukup besar, namun hal ini merupakan proses yang penting untuk membantu keluarga dan sahabat yang ditinggalkan untuk mengatasi rasa duka yang mereka alami.

3. Meratap dapat menjadi sebuah bentuk dukungan dan penghiburan bagi keluarga dan sahabat yang ditinggalkan.

Poin ketiga dari tema ‘jelaskan maksud meratap terhadap kematian seseorang’ adalah meratap dapat menjadi sebuah bentuk dukungan dan penghiburan bagi keluarga dan sahabat yang ditinggalkan. Ketika seseorang meninggal dunia, orang-orang di sekitarnya yang masih hidup akan merasa kehilangan dan sedih. Meratap adalah salah satu cara untuk meredakan perasaan kesedihan tersebut.

Meratap dapat menjadi sebuah bentuk dukungan dan penghiburan bagi keluarga dan sahabat yang ditinggalkan. Ketika mereka meratap bersama-sama, mereka dapat saling menopang dan menguatkan satu sama lain. Hal ini dapat membantu mereka untuk merasa lebih tenang dan mengatasi perasaan kesedihan yang mereka alami.

Selain itu, meratap juga dapat menjadi sebuah bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal. Dalam beberapa budaya, meratap dianggap sebagai sebuah bentuk penghormatan yang harus dilakukan oleh keluarga dan sahabat yang ditinggalkan. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan kebaikan yang dimiliki oleh orang yang telah meninggal dalam kehidupan orang-orang di sekitarnya.

Selain keluarga dan sahabat, meratap juga dapat menjadi sebuah bentuk dukungan dan penghiburan bagi orang-orang lain yang mengenal orang yang telah meninggal. Meratap dapat menjadi sebuah ungkapan empati dan rasa kepedulian terhadap orang yang telah meninggal dan keluarganya yang ditinggalkan.

Dalam beberapa budaya, meratap juga dianggap sebagai sebuah bentuk doa untuk membantu arwah orang yang meninggal untuk menemukan kedamaian di dunia lain. Meratap dianggap sebagai sebuah bentuk penghormatan dan doa yang akan membantu arwah orang yang meninggal untuk menemukan kedamaian di dunia lain.

Baca juga:  Jelaskan Cara Melakukan Passing Bawah Dalam Bola Voli

Dalam kesimpulannya, meratap dapat menjadi sebuah bentuk dukungan dan penghiburan bagi keluarga dan sahabat yang ditinggalkan. Hal ini dapat membantu mereka untuk merasa lebih tenang dan mengatasi perasaan kesedihan yang mereka alami. Meratap juga dapat menjadi sebuah bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal dan juga sebuah ungkapan empati dan rasa kepedulian terhadap orang yang telah meninggal dan keluarganya yang ditinggalkan.

4. Ketika seseorang meratap, ia dapat melepaskan emosi yang terpendam dan meredakan tekanan yang ada di dalam dirinya.

Poin keempat dari tema “jelaskan maksud meratap terhadap kematian seseorang” menjelaskan bahwa ketika seseorang meratap, ia dapat melepaskan emosi yang terpendam dan meredakan tekanan yang ada di dalam dirinya. Meratap menjadi sebuah cara untuk melepaskan kesedihan yang dirasakan karena kehilangan seseorang yang dicintai.

Ketika seseorang mengalami kematian orang yang dicintainya, biasanya ia akan merasa kehilangan dan kesedihan yang sangat mendalam. Meratap menjadi salah satu cara untuk melepaskan emosi dan mengurangi tekanan yang ada di dalam dirinya. Dalam meratap, orang yang ditinggalkan dapat mengekspresikan perasaan kesedihan dan kehilangan yang dirasakan.

Melalui tangisan dan ratapan, orang yang meratap dapat melepaskan emosi yang terpendam dan mengurangi tekanan yang dirasakan. Dalam proses ini, orang yang meratap merasakan sebuah rasa lega dan mengurangi beban emosional yang dirasakan, yang dapat membantu dalam proses penyembuhan dari rasa duka yang dialami.

Namun, meskipun meratap dapat membantu melepaskan emosi dan tekanan yang ada di dalam diri, orang yang mengalami kehilangan masih memerlukan waktu untuk memulihkan diri. Proses penyembuhan dari rasa duka memerlukan waktu dan upaya yang cukup besar. Meratap hanya akan membantu mempercepat proses penyembuhan tersebut.

Dalam beberapa budaya, meratap juga dapat menjadi sebuah bentuk terapi atau konseling untuk mengatasi kesedihan yang dialami. Dalam hal ini, meratap tidak hanya menjadi sebuah bentuk penghormatan dan ungkapan simpati terhadap orang yang meninggal, tetapi juga membantu dalam proses penyembuhan dari rasa duka yang dialami oleh keluarga dan sahabat yang ditinggalkan.

Dalam kesimpulannya, meratap menjadi sebuah cara untuk melepaskan emosi dan mengurangi tekanan yang ada di dalam diri, terutama saat seseorang merasakan kehilangan yang mendalam karena kematian seseorang yang dicintai. Meskipun meratap dapat membantu meredakan kesedihan, proses penyembuhan dari rasa duka memerlukan waktu dan upaya yang cukup besar. Meratap dapat menjadi sebuah bentuk terapi atau konseling untuk mengatasi kesedihan yang dialami oleh keluarga dan sahabat yang ditinggalkan.

5. Meratap hanya akan membantu mempercepat proses penyembuhan dari rasa duka yang dialami.

5. Meratap hanya akan membantu mempercepat proses penyembuhan dari rasa duka yang dialami.

Meratap terhadap kematian seseorang memang dapat membantu orang yang ditinggalkan untuk meredakan kesedihan mereka. Namun, hal ini tidak berarti bahwa meratap akan membuat rasa duka tersebut hilang secara instan. Proses penyembuhan dari rasa duka memerlukan waktu dan upaya yang cukup besar.

Meratap dianggap sebagai sebuah proses yang membantu orang yang ditinggalkan untuk menghadapi dan mengatasi rasa duka yang mereka alami. Ketika seseorang meratap, ia dapat melepaskan emosi-emosi yang terpendam dan meredakan tekanan yang ada di dalam dirinya. Hal ini dapat membantu mengurangi intensitas kesedihan yang mereka rasakan dan membantu mereka untuk lebih memahami dan menerima kenyataan yang terjadi.

Dalam beberapa budaya, meratap juga dianggap sebagai sebuah bentuk terapi yang membantu orang yang ditinggalkan untuk melepaskan emosi mereka. Meratap dianggap sebagai sebuah bentuk pengalihan emosi yang positif, di mana orang yang sedang bersedih dapat melepaskan emosi negatif yang mereka rasakan dan memfokuskan diri pada proses meratap.

Namun, proses penyembuhan dari rasa duka tidak hanya bergantung pada meratap saja. Ada banyak cara lain yang dapat membantu seseorang untuk mempercepat proses penyembuhan dari rasa duka. Misalnya, berbicara dengan orang lain, melakukan aktivitas yang menyenangkan, atau mencari bantuan dari profesional kesehatan mental.

Dalam kesimpulannya, meratap memang dapat membantu orang yang ditinggalkan untuk meredakan kesedihan mereka dan mempercepat proses penyembuhan dari rasa duka. Namun, hal ini tidak berarti bahwa meratap akan membuat rasa duka tersebut hilang secara instan. Proses penyembuhan dari rasa duka memerlukan waktu dan upaya yang cukup besar, dan dapat dibantu dengan cara-cara lain seperti berbicara dengan orang lain atau mencari bantuan dari profesional kesehatan mental.

6. Meratap dianggap sebagai sebuah bentuk doa untuk membantu arwah orang yang meninggal untuk menemukan kedamaian di dunia lain.

Poin keenam yang perlu dijelaskan dalam tema ‘jelaskan maksud meratap terhadap kematian seseorang’ adalah bahwa meratap dianggap sebagai sebuah bentuk doa untuk membantu arwah orang yang meninggal untuk menemukan kedamaian di dunia lain.

Dalam beberapa budaya, meratap dianggap sebagai sebuah bentuk ritual yang dilakukan untuk membantu arwah orang yang meninggal menuju kehidupan setelah kematian. Meratap dianggap sebagai sebuah bentuk doa untuk membantu arwah orang yang meninggal untuk menemukan kedamaian di dunia lain.

Dalam konsep kepercayaan Hindu, meratap terhadap kematian seseorang dianggap sebagai sebuah bentuk penghormatan kepada dewa-dewa. Ketika seseorang meratap, ia dianggap sebagai sebuah bentuk doa yang akan membantu arwah orang yang meninggal untuk menemukan kedamaian di dunia lain.

Baca juga:  Jelaskan Perbedaan Perkembangbiakan Secara Generatif Dan Vegetatif

Dalam Islam, meratap terhadap kematian seseorang juga dianggap sebagai sebuah bentuk doa dan penghormatan kepada orang yang telah meninggal. Meratap dianggap sebagai sebuah bentuk penghormatan yang harus dilakukan oleh keluarga dan sahabat yang ditinggalkan.

Dalam budaya Jawa, meratap juga dianggap sebagai sebuah bentuk doa untuk membantu arwah orang yang meninggal untuk menemukan kedamaian di dunia lain. Meratap dianggap sebagai sebuah bentuk penghormatan dan rasa syukur atas segala kenangan yang telah dibagi bersama orang yang telah meninggal.

Dalam budaya Cina, meratap dianggap sebagai sebuah bentuk penghormatan kepada orang yang telah meninggal. Ketika seseorang meratap, ia dianggap sebagai sebuah bentuk doa yang akan membantu arwah orang yang meninggal untuk menemukan kedamaian di dunia lain.

Dalam kesimpulannya, meratap dianggap sebagai sebuah bentuk doa untuk membantu arwah orang yang meninggal untuk menemukan kedamaian di dunia lain. Meratap dianggap sebagai sebuah bentuk penghormatan dan rasa syukur atas segala kenangan yang telah dibagi bersama orang yang telah meninggal. Meratap dianggap sebagai sebuah bentuk penghormatan dan doa yang akan membantu arwah orang yang meninggal untuk menemukan kedamaian di dunia lain.

7. Meratap dianggap sebagai sebuah bentuk penghormatan dan doa yang akan membantu arwah orang yang meninggal untuk menemukan kedamaian di dunia lain.

Poin 1: Meratap adalah sebuah ungkapan kepedihan yang dilakukan oleh orang-orang yang merasa kehilangan seseorang yang sangat mereka sayangi.

Meratap adalah sebuah tindakan yang dilakukan oleh orang-orang yang merasa kehilangan seseorang yang sangat mereka sayangi. Meratap dapat berupa tangisan, ratapan, atau serangkaian gerakan lainnya yang mengekspresikan perasaan kesedihan yang mendalam. Meratap dapat dilakukan oleh keluarga, sahabat, rekan kerja, atau siapa saja yang merasa kehilangan orang yang mereka cintai. Meratap dianggap sebagai sebuah ungkapan kepedihan yang alami dan wajar pada saat mengalami kehilangan orang yang sangat dicintai.

Poin 2: Meratap terhadap kematian seseorang adalah sebuah ritual yang dilakukan oleh banyak budaya di seluruh dunia.

Meratap terhadap kematian seseorang merupakan sebuah ritual yang dilakukan oleh banyak budaya di seluruh dunia. Ritual meratap ini biasanya dilakukan di rumah duka atau tempat pemakaman. Meratap dianggap sebagai sebuah ungkapan penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal. Ritual meratap dapat bervariasi dalam bentuk dan intensitasnya, tergantung pada budaya dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat setempat.

Poin 3: Meratap dapat menjadi sebuah bentuk dukungan dan penghiburan bagi keluarga dan sahabat yang ditinggalkan.

Meratap juga dapat menjadi sebuah bentuk dukungan dan penghiburan bagi keluarga dan sahabat yang ditinggalkan. Ketika seseorang meratap, ia menunjukkan bahwa ia peduli dan merasa sedih atas kehilangan yang dirasakan oleh orang yang ditinggalkan. Meratap dapat menjadi sebuah bentuk dukungan emosional yang membantu keluarga dan sahabat yang ditinggalkan untuk mengatasi rasa sakit dan kesedihan yang mereka alami.

Poin 4: Ketika seseorang meratap, ia dapat melepaskan emosi yang terpendam dan meredakan tekanan yang ada di dalam dirinya.

Meratap juga dapat membantu orang yang ditinggalkan untuk melepaskan emosi yang terpendam dan meredakan tekanan yang ada di dalam dirinya. Saat seseorang meratap, ia dapat mengeluarkan perasaan yang terpendam dan meredakan tekanan yang ada di dalam dirinya. Dalam beberapa kasus, meratap dapat membantu seseorang untuk mempercepat proses penyembuhan dari rasa duka yang mereka alami.

Poin 5: Meratap hanya akan membantu mempercepat proses penyembuhan dari rasa duka yang dialami.

Meskipun meratap dapat membantu meredakan kesedihan, hal ini tidak berarti bahwa orang yang meratap akan segera pulih dari rasa duka yang mereka alami. Proses penyembuhan dari rasa duka memerlukan waktu dan upaya yang cukup besar. Meratap hanya akan membantu mempercepat proses penyembuhan tersebut. Namun, meratap dianggap sebagai sebuah bentuk terapi emosional yang dapat membantu seseorang untuk melepaskan emosi yang terpendam dan meredakan tekanan yang ada di dalam dirinya.

Poin 6: Meratap dianggap sebagai sebuah bentuk doa untuk membantu arwah orang yang meninggal untuk menemukan kedamaian di dunia lain.

Dalam beberapa budaya, meratap dianggap sebagai sebuah bentuk doa untuk membantu arwah orang yang meninggal untuk menemukan kedamaian di dunia lain. Meratap dianggap sebagai sebuah bentuk doa yang akan membantu arwah orang yang meninggal untuk melepaskan diri dari ikatan duniawi dan menemukan kedamaian di dunia lain. Ritual meratap biasanya dilakukan dengan penuh penghormatan dan kepatuhan terhadap adat dan kepercayaan masyarakat setempat.

Poin 7: Meratap dianggap sebagai sebuah bentuk penghormatan dan doa yang akan membantu arwah orang yang meninggal untuk menemukan kedamaian di dunia lain.

Meratap dianggap sebagai sebuah bentuk penghormatan dan doa yang akan membantu arwah orang yang meninggal untuk menemukan kedamaian di dunia lain. Meratap dianggap sebagai sebuah bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal dan juga sebagai ungkapan rasa duka yang mendalam. Dalam beberapa budaya, meratap juga dianggap sebagai sebuah bentuk ritual untuk membantu arwah orang yang meninggal menuju kehidupan setelah kematian. Meratap dianggap sebagai sebuah bentuk doa dan penghormatan kepada orang yang telah meninggal.