Jelaskan Penyebab Terjadinya Pertempuran Surabaya

jelaskan penyebab terjadinya pertempuran surabaya – Pertempuran Surabaya yang terjadi pada tahun 1945, adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Peristiwa ini terjadi setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, ketika tentara Sekutu berusaha untuk merebut kembali kendali atas Indonesia yang baru merdeka. Pertempuran Surabaya menjadi peristiwa penting dalam sejarah Indonesia karena menjadi tonggak awal perjuangan Indonesia untuk merebut kemerdekaannya.

Penyebab utama terjadinya Pertempuran Surabaya adalah kurangnya pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia oleh pihak Sekutu. Pada saat itu, Indonesia baru saja memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, namun pihak Sekutu tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan memutuskan untuk mengirim pasukan untuk merebut kembali kendali atas wilayah Indonesia. Hal ini menyebabkan ketegangan antara pihak Indonesia dan Sekutu semakin meningkat.

Selain itu, adanya ketidakpuasan rakyat Surabaya terhadap kebijakan pemerintah kolonial Belanda juga menjadi penyebab terjadinya Pertempuran Surabaya. Pada saat itu, Belanda masih memegang kendali atas Indonesia dan melakukan kebijakan yang merugikan rakyat Indonesia, seperti pemerasan, penghisapan sumber daya alam, dan penindasan terhadap rakyat Indonesia. Hal ini membuat rakyat Surabaya merasa tidak senang dan akhirnya memutuskan untuk melawan pemerintah Belanda.

Pada 25 Oktober 1945, pasukan Sekutu yang terdiri dari tentara Inggris, India, dan Belanda mendarat di Surabaya dengan tujuan untuk merebut kendali atas kota tersebut. Namun, pasukan Sekutu mengalami kesulitan dalam merebut kota Surabaya karena adanya perlawanan dari rakyat Surabaya yang dipimpin oleh pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Sudirman.

Pertempuran Surabaya berlangsung selama 21 hari, dari 27 Oktober hingga 17 November 1945. Selama pertempuran, pasukan Indonesia dan rakyat Surabaya berhasil mengalahkan pasukan Sekutu dan mempertahankan kota Surabaya dari serangan pasukan Sekutu. Meskipun pasukan Indonesia berhasil mempertahankan kota Surabaya, namun pertempuran ini juga menelan banyak korban baik dari pihak Indonesia maupun Sekutu.

Pertempuran Surabaya menghasilkan kemenangan bagi rakyat Indonesia dan menjadi awal dari perjuangan Indonesia untuk merebut kemerdekaannya. Setelah Pertempuran Surabaya, pasukan Indonesia terus berjuang melawan pasukan Sekutu hingga akhirnya pada 27 Desember 1949, Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia secara de jure.

Dalam kesimpulannya, Pertempuran Surabaya terjadi karena kurangnya pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia oleh pihak Sekutu dan ketidakpuasan rakyat Surabaya terhadap kebijakan pemerintah kolonial Belanda. Pertempuran Surabaya menjadi tonggak awal perjuangan Indonesia untuk merebut kemerdekaannya dan menjadi peristiwa penting dalam sejarah Indonesia.

Penjelasan: jelaskan penyebab terjadinya pertempuran surabaya

1. Kurangnya pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia oleh pihak Sekutu

Pada saat Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, pihak Sekutu yang saat itu masih memegang kendali atas Indonesia tidak mengakui kemerdekaan Indonesia. Pihak Sekutu, yang terdiri dari Inggris, Amerika Serikat, dan Belanda, beranggapan bahwa Indonesia masih berada di bawah kendali Belanda dan masih menjadi bagian dari wilayah jajahan Belanda.

Ketidakakuan pihak Sekutu terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi penyebab utama terjadinya Pertempuran Surabaya. Pada 25 Oktober 1945, pasukan Sekutu yang terdiri dari Inggris, India, dan Belanda mendarat di Surabaya dengan tujuan untuk merebut kembali kendali atas kota tersebut dan menegakkan kembali kekuasaan Belanda di Indonesia.

Namun, pasukan Sekutu mengalami kesulitan dalam merebut kota Surabaya karena adanya perlawanan dari rakyat Surabaya yang dipimpin oleh pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Sudirman. Selama Pertempuran Surabaya, pasukan Indonesia dan rakyat Surabaya berhasil mengalahkan pasukan Sekutu dan mempertahankan kota Surabaya dari serangan pasukan Sekutu.

Kurangnya pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia oleh pihak Sekutu membuat rakyat Indonesia semakin bertekad untuk mempertahankan kemerdekaannya dan melawan pasukan Sekutu yang ingin merebut kembali kendali atas Indonesia. Pertempuran Surabaya menjadi awal dari perjuangan Indonesia untuk merebut kemerdekaannya dan menjadi peristiwa penting dalam sejarah Indonesia.

Baca juga:  Jelaskan Teknik Lay Up Dalam Permainan Bola Basket

Setelah Pertempuran Surabaya, pasukan Indonesia terus berjuang melawan pasukan Sekutu hingga akhirnya pada 27 Desember 1949, Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia secara de jure. Pengakuan tersebut diikuti dengan penarikan pasukan-pasukan Sekutu dari Indonesia dan mengakhiri masa kolonialisme di Indonesia.

Dalam kesimpulannya, kurangnya pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia oleh pihak Sekutu menjadi penyebab utama terjadinya Pertempuran Surabaya. Peristiwa ini menjadi tonggak awal perjuangan Indonesia untuk merebut kemerdekaannya dan menjadi peristiwa penting dalam sejarah Indonesia.

2. Ketidakpuasan rakyat Surabaya terhadap kebijakan pemerintah kolonial Belanda

Poin kedua dalam menjelaskan penyebab terjadinya Pertempuran Surabaya adalah ketidakpuasan rakyat Surabaya terhadap kebijakan pemerintah kolonial Belanda. Pada masa itu, Indonesia masih berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda yang melakukan pemerasan sumber daya alam dan penindasan terhadap rakyat Indonesia. Kebijakan tersebut membuat rakyat Indonesia, termasuk rakyat Surabaya, merasa tidak senang dan merasa bahwa mereka harus memperjuangkan hak-hak mereka.

Pemerintah kolonial Belanda memperlakukan rakyat Indonesia dengan sangat buruk, mereka memperlakukan rakyat Indonesia seperti budak dan merampas sumber daya alam yang ada di Indonesia untuk kepentingan mereka sendiri. Hal ini membuat rakyat Indonesia merasa tidak dihargai dan menciptakan ketidakpuasan terhadap pemerintah kolonial Belanda. Kebijakan Belanda juga membuat rakyat Indonesia menjadi miskin dan tidak memiliki hak yang sama dengan orang Belanda.

Ketidakpuasan rakyat Surabaya terhadap kebijakan pemerintah kolonial Belanda semakin meningkat ketika Belanda mengambil alih kembali kekuasaan di Surabaya setelah Jepang menyerah pada Perang Dunia II. Belanda kembali melakukan pemerasan sumber daya alam dan menindas rakyat Surabaya. Hal ini memicu rakyat Surabaya untuk memberontak dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang baru saja diproklamirkan.

Pada saat pasukan Sekutu mendarat di Surabaya pada 25 Oktober 1945, rakyat Surabaya bersama dengan pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Sudirman, berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari serangan pasukan Sekutu. Ketidakpuasan rakyat Surabaya terhadap kebijakan pemerintah kolonial Belanda menjadi salah satu faktor penting dalam memicu terjadinya Pertempuran Surabaya.

Dalam kesimpulannya, ketidakpuasan rakyat Surabaya terhadap kebijakan pemerintah kolonial Belanda menjadi penyebab penting terjadinya Pertempuran Surabaya. Kebijakan pemerintah kolonial Belanda yang merugikan rakyat Indonesia menciptakan ketidakpuasan di kalangan rakyat Surabaya dan memicu mereka untuk memperjuangkan hak-hak mereka dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang baru saja diproklamirkan.

3. Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945

Poin ketiga dari tema “jelaskan penyebab terjadinya pertempuran Surabaya” adalah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Proklamasi kemerdekaan Indonesia dilakukan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai bentuk pernyataan bahwa Indonesia telah merdeka dari pemerintahan kolonial Belanda. Namun, proklamasi kemerdekaan ini tidak diakui oleh pihak Belanda dan Sekutu.

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Pusat Republik Indonesia dibentuk dan Soekarno diangkat sebagai Presiden. Namun, kebijakan pemerintah pusat yang baru ini tidak diakui oleh pihak Belanda dan Sekutu yang masih memegang kendali atas wilayah Indonesia.

Pada akhir Oktober 1945, pasukan Sekutu yang terdiri dari Inggris, India, dan Belanda mendarat di Surabaya untuk merebut kendali atas kota tersebut. Pasukan ini tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan memandang Indonesia sebagai wilayah jajahan Belanda. Hal ini menyebabkan ketegangan antara pihak Indonesia dan Sekutu semakin meningkat.

Rakyat Surabaya, yang telah merdeka, tidak ingin kehilangan kemerdekaannya dan menolak untuk menyerahkan kendali kota kepada pasukan Sekutu. Mereka kemudian membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di bawah pimpinan Mayor Jenderal Sudirman untuk melawan pasukan Sekutu.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia menjadi salah satu penyebab terjadinya Pertempuran Surabaya karena proklamasi ini tidak diakui oleh pihak Belanda dan Sekutu yang masih memandang Indonesia sebagai wilayah jajahan. Hal ini menyebabkan konflik antara Indonesia dan Sekutu semakin memuncak, dan akhirnya memicu terjadinya Pertempuran Surabaya.

4. Pasukan Sekutu yang terdiri dari tentara Inggris, India, dan Belanda mendarat di Surabaya untuk merebut kota tersebut.

Poin keempat dari tema “Jelaskan Penyebab Terjadinya Pertempuran Surabaya” adalah adanya pasukan Sekutu yang terdiri dari tentara Inggris, India, dan Belanda yang mendarat di Surabaya untuk merebut kota tersebut. Pasukan Sekutu mengambil tindakan tersebut karena mereka tidak mengakui kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

Pasukan Sekutu yang mendarat di Surabaya terdiri dari sekitar 24.000 tentara yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby dari Inggris. Pasukan ini bertujuan untuk merebut kendali atas Surabaya dan mencegah terjadinya pemberontakan oleh rakyat Indonesia. Namun, pendaratan pasukan Sekutu tersebut malah memicu terjadinya perlawanan dari rakyat Surabaya.

Rakyat Surabaya merasa marah dan tidak terima dengan kehadiran pasukan Sekutu di kota mereka. Mereka menganggap pasukan tersebut sebagai penjajah baru yang ingin menguasai kota mereka. Akibatnya, rakyat Surabaya melakukan perlawanan dan menyerang pasukan Sekutu dengan senjata yang mereka miliki.

Baca juga:  Jelaskan Manfaat Adanya Perbedaan Budaya

Perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Surabaya dipimpin oleh pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Sudirman. Pasukan TKR yang terdiri dari rakyat Surabaya dan pejuang dari berbagai wilayah di Indonesia berhasil mengalahkan pasukan Sekutu dalam Pertempuran Surabaya.

Pada akhirnya, pasukan Sekutu di bawah pimpinan Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby harus menyerah dan pasukannya mundur dari Surabaya. Hasil pertempuran ini membuktikan bahwa rakyat Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaan dan tidak akan menyerah kepada penjajah baru.

Dalam kesimpulannya, pasukan Sekutu yang mendarat di Surabaya untuk merebut kota tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya Pertempuran Surabaya. Pasukan ini tidak mengakui kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 dan memicu perlawanan dari rakyat Surabaya. Pertempuran Surabaya menjadi awal dari perjuangan Indonesia untuk merebut kemerdekaannya dan menjadi peristiwa penting dalam sejarah Indonesia.

5. Perlawanan dari rakyat Surabaya yang dipimpin oleh pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Sudirman

Pada poin ke-5 dari tema “jelaskan penyebab terjadinya pertempuran Surabaya”, diketahui bahwa perlawanan dari rakyat Surabaya yang dipimpin oleh pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Sudirman menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya Pertempuran Surabaya pada 1945.

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, pihak Sekutu yang terdiri dari Inggris, India, dan Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan mengirim pasukan untuk merebut kembali kendali atas wilayah Indonesia, termasuk kota Surabaya. Pasukan Sekutu yang datang ke Surabaya pada 25 Oktober 1945, dimaksudkan untuk merebut kota Surabaya dari tangan rakyat dan pasukan Indonesia.

Namun, rakyat Surabaya yang merasa tidak senang dengan kebijakan pemerintah kolonial Belanda, memutuskan untuk melawan pasukan Sekutu. Pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Sudirman, berperan penting dalam memimpin perlawanan rakyat Surabaya. Mereka menggunakan taktik perang gerilya dan menyerang pasukan Sekutu dari berbagai sisi.

Perlawanan rakyat Surabaya tersebut berhasil menghambat pasukan Sekutu, bahkan memaksa pasukan Sekutu untuk mundur dari beberapa wilayah di Surabaya. Perlawanan rakyat Surabaya semakin menguat ketika Mayor Jenderal Sudirman memimpin pasukan untuk membentuk barisan pertahanan di sekitar kota.

Namun, perjuangan rakyat Surabaya tidaklah mudah karena pasukan Sekutu lebih kuat dan dilengkapi dengan senjata modern. Selama 21 hari, rakyat Surabaya berjuang melawan pasukan Sekutu dengan taktik perang gerilya. Meskipun pada akhirnya pasukan Sekutu berhasil merebut kembali kendali atas kota Surabaya, namun perjuangan rakyat Surabaya telah menunjukkan bahwa mereka tidak akan menyerah begitu saja.

Perlawanan rakyat Surabaya dalam Pertempuran Surabaya menjadi awal dari perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaannya. Perjuangan rakyat Surabaya dalam Pertempuran Surabaya telah menginspirasi perjuangan rakyat Indonesia di berbagai wilayah untuk meraih kemerdekaan. Oleh karena itu, perlawanan rakyat Surabaya dalam Pertempuran Surabaya menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

6. Pertempuran Surabaya berlangsung selama 21 hari, dari 27 Oktober hingga 17 November 1945

Poin keenam dari tema “jelaskan penyebab terjadinya pertempuran Surabaya” adalah “Pertempuran Surabaya berlangsung selama 21 hari, dari 27 Oktober hingga 17 November 1945”. Pertempuran Surabaya menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia karena menandai awal dari perjuangan Indonesia untuk merebut kemerdekaannya dari penjajahan.

Pertempuran Surabaya dimulai ketika pasukan Sekutu yang terdiri dari tentara Inggris, India, dan Belanda mendarat di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945 dengan tujuan untuk merebut kota tersebut dari pasukan Indonesia yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Sudirman. Namun, pasukan Indonesia dan rakyat Surabaya mempertahankan kota mereka dengan gigih dan bertempur melawan pasukan Sekutu.

Pertempuran Surabaya berlangsung selama 21 hari, mulai dari tanggal 27 Oktober hingga 17 November 1945. Selama pertempuran, pasukan Indonesia dan rakyat Surabaya berhasil mengalahkan pasukan Sekutu dan mempertahankan kota Surabaya dari serangan pasukan Sekutu. Meskipun pasukan Indonesia berhasil mempertahankan kota Surabaya, namun pertempuran ini juga menelan banyak korban baik dari pihak Indonesia maupun Sekutu.

Pertempuran Surabaya menjadi tonggak awal perjuangan Indonesia untuk merebut kemerdekaannya. Pasca-pertempuran ini, pasukan Indonesia terus berjuang melawan pasukan Sekutu hingga akhirnya pada 27 Desember 1949, Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia secara de jure.

Dalam kesimpulannya, Pertempuran Surabaya berlangsung selama 21 hari dan menjadi awal dari perjuangan Indonesia untuk merebut kemerdekaannya dari penjajahan. Pertempuran ini menunjukkan keberanian dan semangat juang rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan mereka. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Indonesia dan menjadi simbol perjuangan rakyat Indonesia untuk tetap merdeka.

Baca juga:  Hukum 1 Newton Menjelaskan Tentang

7. Kemenangan bagi rakyat Indonesia dan menjadi awal dari perjuangan Indonesia untuk merebut kemerdekaannya

Poin ketujuh dari tema “jelaskan penyebab terjadinya pertempuran Surabaya” adalah kemenangan bagi rakyat Indonesia dan menjadi awal dari perjuangan Indonesia untuk merebut kemerdekaannya.

Setelah 21 hari perang melawan pasukan Sekutu di Surabaya, rakyat Indonesia berhasil mempertahankan kota Surabaya dari serangan pasukan Sekutu. Meskipun pasukan Indonesia berhasil mempertahankan kota Surabaya, namun pertempuran ini juga menelan banyak korban baik dari pihak Indonesia maupun Sekutu.

Kemenangan dalam Pertempuran Surabaya memberikan semangat dan keyakinan bagi rakyat Indonesia bahwa mereka mampu melawan kekuatan asing dan mempertahankan kemerdekaan mereka. Peristiwa ini menjadi awal dari perjuangan Indonesia untuk merebut kemerdekaannya dan mengakhiri penjajahan oleh Belanda.

Setelah Pertempuran Surabaya, pasukan Indonesia terus berjuang melawan pasukan Sekutu hingga akhirnya pada 27 Desember 1949, Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia secara de jure. Kemenangan dalam Pertempuran Surabaya menjadi tonggak awal perjuangan Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaannya dan menjadi peristiwa penting dalam sejarah Indonesia.

Pertempuran Surabaya juga menjadi inspirasi bagi rakyat Indonesia untuk terus berjuang melawan penjajahan dalam bentuk apapun. Kemenangan dalam Pertempuran Surabaya mengajarkan rakyat Indonesia tentang pentingnya semangat kebersamaan, perjuangan, dan keteguhan hati dalam menghadapi rintangan dan tantangan yang dihadapi.

Dalam kesimpulannya, kemenangan dalam Pertempuran Surabaya menjadi awal dari perjuangan Indonesia untuk merebut kemerdekaannya dan mempertahankan kedaulatannya. Peristiwa ini mengajarkan rakyat Indonesia tentang pentingnya semangat kebersamaan, perjuangan, dan keteguhan hati dalam menghadapi rintangan dan tantangan yang dihadapi. Kemenangan dalam Pertempuran Surabaya menjadi tonggak penting dalam sejarah Indonesia dan menjadi inspirasi bagi rakyat Indonesia untuk terus berjuang dalam mempertahankan kemerdekaannya.

8. Pertempuran Surabaya menelan banyak korban baik dari pihak Indonesia maupun Sekutu

Poin “8. Pertempuran Surabaya menelan banyak korban baik dari pihak Indonesia maupun Sekutu” mengindikasikan bahwa pertempuran tersebut merupakan sebuah tragedi kemanusiaan yang berdampak pada banyak korban jiwa. Pertempuran Surabaya berlangsung selama 21 hari, dari 27 Oktober hingga 17 November 1945, dan selama itu, terjadi banyak pertempuran sengit antara pasukan Indonesia dan Sekutu.

Korban jiwa dari pihak Indonesia sendiri diperkirakan mencapai 6.000 orang, sedangkan korban jiwa dari pihak Sekutu diperkirakan mencapai 600 orang. Selain itu, banyak pula korban luka-luka dan kerusakan infrastruktur yang terjadi di kota Surabaya.

Tentunya, banyak keluarga yang kehilangan orang tersayang mereka selama pertempuran tersebut. Bahkan, banyak di antara mereka yang tidak dapat menguburkan orang yang mereka cintai dengan layak. Pengalaman ini sangat menyakitkan dan meninggalkan bekas yang mendalam bagi keluarga mereka.

Pada akhirnya, Pertempuran Surabaya menjadi sebuah pengorbanan besar bagi rakyat Indonesia, yang memperjuangkan kemerdekaan mereka. Namun, keberanian dan semangat juang mereka sangat menginspirasi dan menjadi motivasi bagi generasi selanjutnya untuk terus memperjuangkan kemerdekaan mereka.

Meskipun terjadi banyak korban jiwa selama pertempuran tersebut, namun semangat perjuangan rakyat Indonesia tidak pernah pudar. Mereka terus berjuang hingga akhirnya pada 27 Desember 1949, Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia secara de jure. Oleh karena itu, Pertempuran Surabaya menjadi sebuah tanda heroik dan keberanian rakyat Indonesia untuk mencapai kemerdekaan mereka.

9. Pasukan Indonesia terus berjuang melawan pasukan Sekutu hingga akhirnya pada 27 Desember 1949, Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia secara de jure.

Poin kesembilan dari tema “jelaskan penyebab terjadinya pertempuran Surabaya” adalah bahwa pasukan Indonesia terus berjuang melawan pasukan Sekutu hingga akhirnya pada 27 Desember 1949, Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia secara de jure.

Setelah pertempuran Surabaya, perjuangan untuk merebut kemerdekaan Indonesia terus berlanjut. Pasukan Indonesia yang dipimpin oleh Jenderal Sudirman terus melawan pasukan Sekutu yang berusaha merebut kembali kendali atas Indonesia. Perjuangan ini tidak hanya berlangsung di Surabaya, tetapi juga di tempat-tempat lain di Indonesia.

Pada tanggal 27 Desember 1949, Belanda akhirnya mengakui kemerdekaan Indonesia secara de jure melalui penandatanganan Perjanjian Roem-Van Roijen. Perjanjian ini mengakhiri perang kemerdekaan Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai negara merdeka yang berdaulat.

Namun, perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia tidak berakhir di sana. Masih banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi oleh Indonesia untuk membangun negara yang mandiri dan merdeka. Perjuangan ini terus dilakukan oleh para pahlawan Indonesia, yang telah berjuang untuk merebut kemerdekaan Indonesia dari penjajah.

Dalam kesimpulannya, pertempuran Surabaya menjadi awal dari perjuangan Indonesia untuk merebut kemerdekaannya. Pasukan Indonesia dan rakyat Surabaya berhasil mempertahankan kota Surabaya dari serangan pasukan Sekutu dan menghasilkan kemenangan bagi rakyat Indonesia. Perjuangan ini tidak hanya berlangsung di Surabaya, tetapi juga di tempat-tempat lain di Indonesia. Setelah perjuangan yang panjang, akhirnya pada 27 Desember 1949, Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia secara de jure.