Jelaskan Peran Lembaga Sosial Pada Masa Praaksara

jelaskan peran lembaga sosial pada masa praaksara – Pada masa praaksara, kehidupan manusia masih sangat sederhana dan belum mengenal sistem tertulis. Namun, manusia pada masa itu sudah mulai membentuk lembaga sosial sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Lembaga sosial pada masa praaksara memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kehidupan sosial masyarakat yang lebih teratur dan terarah.

Peran lembaga sosial pada masa praaksara antara lain adalah sebagai sarana untuk saling membantu dalam memenuhi kebutuhan hidup. Dalam kehidupan praaksara, manusia hidup berkelompok dan saling membantu dalam mencari makanan dan tempat tinggal. Lembaga sosial membantu dalam membentuk kerjasama antara anggota kelompok untuk mencari makanan dan mempertahankan wilayah tempat tinggal.

Selain itu, lembaga sosial juga berperan dalam mempertahankan keamanan dan ketertiban dalam kelompok. Pada masa praaksara, manusia masih hidup dalam lingkungan yang belum aman dan sering menjadi sasaran serangan hewan buas atau kelompok manusia lain. Lembaga sosial membantu dalam membentuk pertahanan bersama dengan mengatur jadwal penjagaan dan menentukan perbatasan wilayah.

Peran lembaga sosial pada masa praaksara juga sebagai sarana untuk membentuk norma dan nilai dalam kelompok. Norma dan nilai dibentuk untuk memperkuat kerjasama dan meminimalisir konflik dalam kelompok. Norma dan nilai yang dibentuk pada masa praaksara antara lain seperti saling menghormati, tidak merampas hak orang lain, dan saling membantu dalam keadaan darurat.

Selain itu, lembaga sosial juga membantu dalam membentuk identitas kelompok. Identitas kelompok pada masa praaksara dapat dilihat dari jenis makanan yang dikonsumsi, alat-alat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, dan kepercayaan atau agama yang dianut. Identitas kelompok membantu dalam memperkuat solidaritas dan kerjasama antara anggota kelompok.

Peran lembaga sosial pada masa praaksara juga sebagai sarana untuk membentuk kepemimpinan dalam kelompok. Kepemimpinan dibentuk untuk memimpin kelompok dalam mencari makanan, mempertahankan wilayah, dan mempertahankan keamanan. Kepemimpinan pada masa praaksara biasanya dipegang oleh orang yang lebih tua atau memiliki keahlian dalam mencari makanan atau mempertahankan wilayah.

Dalam kesimpulannya, lembaga sosial pada masa praaksara memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kehidupan sosial manusia. Lembaga sosial membantu dalam membentuk kerjasama, mempertahankan keamanan, membentuk norma dan nilai, membentuk identitas kelompok, dan membentuk kepemimpinan dalam kelompok. Peran lembaga sosial pada masa praaksara menjadi dasar bagi perkembangan lembaga sosial pada masa selanjutnya.

Rangkuman:

Penjelasan: jelaskan peran lembaga sosial pada masa praaksara

1. Lembaga sosial pada masa praaksara membantu dalam membentuk kerjasama antara anggota kelompok untuk mencari makanan dan mempertahankan wilayah.

Pada masa praaksara, manusia hidup dalam kelompok yang berjumlah kecil dan saling membantu dalam memenuhi kebutuhan hidup. Karena keterbatasan teknologi dan sumber daya alam yang tersedia, manusia harus bekerja sama untuk mencari makanan dan mempertahankan wilayah tempat tinggal.

Lembaga sosial pada masa praaksara membantu dalam membentuk kerjasama antara anggota kelompok untuk mencari makanan dan mempertahankan wilayah. Dalam kelompok, manusia saling membantu dalam mencari makanan dengan cara berburu, memancing, atau mengumpulkan buah-buahan dan sayuran liar. Lembaga sosial membantu dalam mengatur jadwal berburu atau memancing, membagi hasil tangkapan secara adil, dan menyimpan makanan agar tidak cepat rusak.

Selain itu, lembaga sosial pada masa praaksara juga membantu dalam mempertahankan wilayah tempat tinggal. Manusia pada masa praaksara masih hidup dalam lingkungan yang masih liar dan belum aman. Oleh karena itu, lembaga sosial membantu dalam membangun pertahanan bersama dengan mengatur jadwal penjagaan dan menentukan perbatasan wilayah. Hal ini bertujuan untuk mencegah serangan dari hewan buas atau kelompok manusia lain yang dapat membahayakan kelompok.

Dalam membentuk kerjasama antara anggota kelompok, lembaga sosial juga membantu dalam membentuk hubungan sosial yang lebih erat antara anggota kelompok. Dengan bekerja sama dalam mencari makanan dan mempertahankan wilayah, anggota kelompok dapat saling mengenal dan membangun hubungan sosial yang lebih dekat. Hal ini membantu dalam membentuk solidaritas dan kebersamaan dalam kelompok.

Peran lembaga sosial dalam membentuk kerjasama antara anggota kelompok pada masa praaksara menjadi dasar bagi perkembangan lembaga sosial pada masa selanjutnya. Kehidupan sosial manusia pada masa praaksara telah membentuk pola-pola kerjasama yang masih berlaku hingga saat ini.

2. Lembaga sosial pada masa praaksara membantu dalam mempertahankan keamanan dan ketertiban dalam kelompok dengan membentuk pertahanan bersama dan menentukan perbatasan wilayah.

Pada masa praaksara, manusia hidup dalam kelompok kecil yang saling membantu dalam mencari makanan dan mempertahankan wilayah. Lembaga sosial pada masa praaksara membantu dalam membentuk kerjasama antara anggota kelompok untuk mencari makanan dan mempertahankan wilayah.

Dalam mencari makanan, manusia pada masa praaksara bergantung pada keberhasilan berburu dan mengumpulkan makanan di alam. Lembaga sosial membantu dalam membentuk kerjasama antara anggota kelompok untuk mencari makanan dengan membagi tugas dan saling membantu dalam mencari makanan. Misalnya, ada yang bertugas berburu hewan, ada yang mengumpulkan buah-buahan, dan ada yang mencari ikan di sungai. Dengan begitu, anggota kelompok dapat memperoleh makanan yang lebih banyak dan beragam.

Selain itu, lembaga sosial juga membantu dalam mempertahankan wilayah tempat tinggal kelompok. Pada masa praaksara, manusia masih hidup dalam lingkungan yang belum aman dan sering menjadi sasaran serangan hewan buas atau kelompok manusia lain. Lembaga sosial membantu dalam membentuk pertahanan bersama dengan mengatur jadwal penjagaan dan menentukan perbatasan wilayah. Pertahanan bersama ini membantu dalam meminimalisir serangan dari hewan buas atau kelompok manusia lain yang dapat membahayakan kelompok.

Baca juga:  Jelaskan Tujuan Berdirinya Budi Utomo

Dengan adanya lembaga sosial pada masa praaksara yang membantu dalam membentuk kerjasama dan mempertahankan wilayah, kelompok dapat memperoleh makanan yang cukup dan terjamin keamanannya. Dalam jangka panjang, hal ini membantu dalam meningkatkan kualitas hidup kelompok dan memperkuat solidaritas antara anggota kelompok.

3. Lembaga sosial pada masa praaksara membantu dalam membentuk norma dan nilai dalam kelompok untuk memperkuat kerjasama dan meminimalisir konflik dalam kelompok.

Pada masa praaksara, lembaga sosial membantu dalam membentuk norma dan nilai dalam kelompok untuk mempertahankan kehidupan sosial yang teratur dan terarah. Norma dan nilai tersebut dibentuk untuk memperkuat kerjasama antara anggota kelompok dan meminimalisir konflik dalam kelompok.

Norma dan nilai pada masa praaksara antara lain seperti saling menghormati, tidak merampas hak orang lain, dan saling membantu dalam keadaan darurat. Norma dan nilai ini membantu dalam memperkuat kerjasama dan solidaritas antara anggota kelompok. Dengan adanya norma dan nilai tersebut, anggota kelompok akan lebih memahami batasan-batasan yang harus dihormati dan tindakan yang harus dihindari sehingga dapat meminimalisir terjadinya konflik dalam kelompok.

Selain itu, lembaga sosial juga membantu dalam memperkenalkan nilai-nilai sosial yang berkaitan dengan kepercayaan dan budaya yang dianut oleh kelompok tersebut. Nilai-nilai sosial ini membantu dalam menciptakan identitas kelompok yang kuat dan memperkuat rasa solidaritas antara anggota kelompok.

Dalam perkembangan selanjutnya, norma dan nilai tersebut akan menjadi dasar bagi pembentukan sistem hukum dan kebijakan sosial yang lebih formal. Namun, pada masa praaksara, norma dan nilai tersebut masih sangat sederhana dan bersifat tidak tertulis, namun tetap sangat berpengaruh dalam membentuk kehidupan sosial masyarakat pada masa itu.

Secara keseluruhan, lembaga sosial pada masa praaksara memiliki peran penting dalam membentuk norma dan nilai dalam kelompok untuk memperkuat kerjasama dan meminimalisir konflik dalam kelompok. Norma dan nilai tersebut menjadi dasar bagi perkembangan sistem hukum dan kebijakan sosial pada masa selanjutnya.

4. Identitas kelompok pada masa praaksara dibentuk melalui jenis makanan yang dikonsumsi, alat-alat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, dan kepercayaan atau agama yang dianut.

Pada masa praaksara, identitas kelompok dibentuk melalui jenis makanan yang dikonsumsi, alat-alat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, dan kepercayaan atau agama yang dianut. Setiap kelompok manusia pada masa praaksara memiliki ciri khas yang membedakan mereka dari kelompok lainnya. Ciri khas ini menjadi identitas kelompok yang membantu dalam memperkuat solidaritas dan kerjasama antara anggota kelompok.

Jenis makanan yang dikonsumsi menjadi ciri khas yang sangat penting dalam membentuk identitas kelompok pada masa praaksara. Setiap kelompok manusia pada masa itu memiliki jenis makanan yang berbeda-beda tergantung pada wilayah tempat tinggal mereka. Sebagai contoh, kelompok manusia yang tinggal di daerah hutan akan lebih mengandalkan hasil buruan sebagai sumber makanan mereka, sedangkan kelompok manusia yang tinggal di daerah pantai akan lebih mengandalkan hasil laut sebagai sumber makanan mereka.

Alat-alat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi ciri khas dalam membentuk identitas kelompok pada masa praaksara. Setiap kelompok manusia pada masa itu memiliki cara sendiri dalam membuat alat-alat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, kelompok manusia yang tinggal di daerah hutan akan lebih mengandalkan kayu sebagai bahan utama dalam membuat alat-alat mereka, sedangkan kelompok manusia yang tinggal di daerah pantai akan lebih mengandalkan bambu atau kulit kayu sebagai bahan utama dalam membuat alat-alat mereka.

Baca juga:  Jelaskan Dampak Positif Dan Negatif Dari Perkembangan Iptek

Kepercayaan atau agama yang dianut juga menjadi ciri khas dalam membentuk identitas kelompok pada masa praaksara. Setiap kelompok manusia pada masa itu memiliki kepercayaan atau agama yang berbeda-beda tergantung pada wilayah tempat tinggal mereka. Kepercayaan atau agama ini membantu dalam membentuk norma dan nilai dalam kelompok serta menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas dan kerjasama antara anggota kelompok.

Dalam kesimpulannya, identitas kelompok pada masa praaksara dibentuk melalui jenis makanan yang dikonsumsi, alat-alat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, dan kepercayaan atau agama yang dianut. Identitas kelompok membantu dalam memperkuat solidaritas dan kerjasama antara anggota kelompok serta menjadi ciri khas yang membedakan kelompok satu dengan yang lainnya.

5. Kepemimpinan pada masa praaksara dipegang oleh orang yang lebih tua atau memiliki keahlian dalam mencari makanan atau mempertahankan wilayah.

Peran lembaga sosial pada masa praaksara sangat penting dalam membentuk kehidupan sosial manusia. Salah satu peran lembaga sosial pada masa praaksara adalah membantu dalam membentuk norma dan nilai dalam kelompok untuk memperkuat kerjasama dan meminimalisir konflik dalam kelompok.

Pada masa praaksara, manusia hidup dalam kelompok kecil yang saling membantu dalam mencari makanan dan mempertahankan wilayah. Lembaga sosial membantu dalam membentuk norma dan nilai dalam kelompok agar kerjasama antar anggota kelompok lebih terjalin dengan baik. Norma dan nilai yang dibentuk pada masa praaksara antara lain seperti saling menghormati, tidak merampas hak orang lain, dan saling membantu dalam keadaan darurat.

Selain itu, lembaga sosial pada masa praaksara juga membantu dalam meminimalisir konflik dalam kelompok. Dengan adanya norma dan nilai yang sudah disepakati bersama, maka setiap anggota kelompok sudah memiliki pegangan moral dan etika yang sama dalam berinteraksi satu sama lain. Hal ini tentu saja dapat meminimalisir terjadinya konflik dalam kelompok.

Identitas kelompok pada masa praaksara juga dibentuk melalui jenis makanan yang dikonsumsi, alat-alat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, dan kepercayaan atau agama yang dianut. Identitas kelompok membantu dalam memperkuat solidaritas dan kerjasama antara anggota kelompok. Dalam hal ini, lembaga sosial membantu dalam membentuk identitas kelompok yang kuat dan terjaga.

Kepemimpinan pada masa praaksara dipegang oleh orang yang lebih tua atau memiliki keahlian dalam mencari makanan atau mempertahankan wilayah. Kepemimpinan dibentuk untuk memimpin kelompok dalam mencari makanan, mempertahankan wilayah, dan mempertahankan keamanan. Dalam hal ini, lembaga sosial membantu dalam membentuk kepemimpinan yang memiliki keahlian dan pengalaman yang cukup untuk memimpin kelompok dengan baik.

Dengan demikian, lembaga sosial pada masa praaksara memiliki peran penting dalam membentuk kehidupan sosial manusia. Lembaga sosial membantu dalam membentuk kerjasama antara anggota kelompok untuk mencari makanan dan mempertahankan wilayah, mempertahankan keamanan dan ketertiban dalam kelompok, membentuk norma dan nilai dalam kelompok untuk memperkuat kerjasama dan meminimalisir konflik dalam kelompok, membentuk identitas kelompok yang kuat dan terjaga, serta membentuk kepemimpinan yang memiliki keahlian dan pengalaman yang cukup untuk memimpin kelompok dengan baik.