Jelaskan Politik Devide Et Impera

jelaskan politik devide et impera – Politik Divide et Impera adalah suatu strategi yang digunakan oleh penguasa untuk menjaga kekuasaannya dengan memecah belah masyarakat serta memperkuat pendukungnya. Strategi ini cukup efektif dalam menjaga kestabilan pemerintahan karena dengan memecah belah masyarakat, penguasa dapat mengurangi kekuatan lawan politik dan memperkuat posisinya.

Konsep Divide et Impera berasal dari bahasa Latin yang berarti “Bagi dan Taklukkan”. Konsep ini telah diterapkan dalam berbagai bentuk pemerintahan selama berabad-abad. Strategi ini terutama digunakan oleh penguasa yang memiliki kekuasaan absolut, seperti kaisar, raja, atau diktator.

Dalam politik Divide et Impera, penguasa membagi masyarakat menjadi kelompok-kelompok yang berbeda dan kemudian memanfaatkan perbedaan tersebut untuk memperoleh keuntungan politik. Kelompok-kelompok tersebut dapat berupa kelompok agama, etnis, ras, atau kelas sosial. Penguasa kemudian memberikan dukungan kepada kelompok yang lebih setia padanya dan memperkuat posisi mereka dengan mengorbankan kelompok lain.

Strategi politik Divide et Impera dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara yang paling umum adalah dengan memanfaatkan perbedaan agama. Penguasa dapat memperkuat pengaruhnya dengan memanfaatkan perbedaan agama dalam masyarakat. Dengan memperkuat kelompok agama yang lebih setia padanya, penguasa dapat memperoleh dukungan yang lebih besar dan mengurangi kekuatan kelompok agama yang lebih kritis terhadap pemerintahannya.

Selain itu, politik Divide et Impera juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan perbedaan etnis. Penguasa dapat memperoleh keuntungan politik dengan memperkuat kelompok etnis yang lebih setia padanya dan memperlemah kelompok etnis lain. Penguasa dapat menggunakan perbedaan etnis untuk menciptakan konflik dan kekacauan dalam masyarakat, sehingga memungkinkan penguasa untuk memperoleh keuntungan politik.

Politik Divide et Impera juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan perbedaan kelas sosial. Penguasa dapat memperkuat pengaruhnya dengan memperkuat kelompok kelas sosial yang lebih setia padanya dan memperlemah kelompok kelas sosial lain. Penguasa dapat menggunakan perbedaan kelas sosial untuk menciptakan ketidakpuasan dalam masyarakat dan memperoleh dukungan dari kelompok kelas sosial yang lebih setia pada pemerintahannya.

Namun, meskipun politik Divide et Impera dapat efektif dalam menjaga kekuasaan penguasa, strategi ini juga dapat membawa dampak negatif pada masyarakat. Pemecahan belah masyarakat dapat menyebabkan konflik dan kekacauan dalam masyarakat, sehingga memperburuk keadaan sosial dan politik. Selain itu, strategi ini juga dapat memperkuat sentimen etnis dan agama yang berpotensi memicu konflik yang lebih besar dalam masyarakat.

Dalam konteks modern, politik Divide et Impera masih sering digunakan oleh penguasa dalam berbagai bentuk pemerintahan. Strategi ini terutama digunakan dalam negara-negara otoriter yang memiliki kontrol yang ketat atas masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami konsep politik Divide et Impera dan tetap waspada terhadap upaya pemecahan belah yang dilakukan oleh penguasa. Masyarakat juga harus terus menerus memperjuangkan kesetaraan dan keadilan sosial untuk mengurangi pengaruh politik Divide et Impera dalam masyarakat.

Penjelasan: jelaskan politik devide et impera

1. Politik Divide et Impera adalah strategi yang digunakan oleh penguasa untuk menjaga kekuasaannya dengan memecah belah masyarakat serta memperkuat pendukungnya.

Politik Divide et Impera adalah strategi yang digunakan oleh penguasa untuk menjaga kekuasaannya dengan memecah belah masyarakat serta memperkuat pendukungnya. Konsep ini telah lama digunakan oleh para penguasa, terutama yang memiliki kekuasaan absolut, seperti kaisar, raja, atau diktator. Dalam politik Divide et Impera, penguasa membagi masyarakat menjadi kelompok-kelompok yang berbeda dan kemudian memanfaatkan perbedaan tersebut untuk memperoleh keuntungan politik.

Tujuan utama dari politik Divide et Impera adalah untuk menjaga kekuasaan penguasa dengan memperkuat kelompok pendukungnya dan melemahkan kelompok yang lebih kritis terhadap pemerintahannya. Penguasa dapat memperkuat posisinya dengan memanfaatkan perbedaan agama, etnis, ras, atau kelas sosial. Penguasa kemudian memberikan dukungan kepada kelompok yang lebih setia padanya dan memperkuat posisinya dengan mengorbankan kelompok lain.

Dalam politik Divide et Impera, penguasa biasanya memanfaatkan perbedaan agama di masyarakat. Penguasa dapat memperkuat pengaruhnya dengan memanfaatkan perbedaan agama dalam masyarakat. Dengan memperkuat kelompok agama yang lebih setia padanya, penguasa dapat memperoleh dukungan yang lebih besar dan mengurangi kekuatan kelompok agama yang lebih kritis terhadap pemerintahannya.

Baca juga:  Jelaskan Manfaat Sumber Daya Alam Tebu

Selain itu, politik Divide et Impera juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan perbedaan etnis. Penguasa dapat memperkuat posisinya dengan memperkuat kelompok etnis yang lebih setia padanya dan memperlemah kelompok etnis lain. Penguasa dapat menggunakan perbedaan etnis untuk menciptakan konflik dan kekacauan dalam masyarakat, sehingga memungkinkan penguasa untuk memperoleh keuntungan politik.

Politik Divide et Impera juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan perbedaan kelas sosial. Penguasa dapat memperkuat posisinya dengan memperkuat kelompok kelas sosial yang lebih setia padanya dan memperlemah kelompok kelas sosial lain. Penguasa dapat menggunakan perbedaan kelas sosial untuk menciptakan ketidakpuasan dalam masyarakat dan memperoleh dukungan dari kelompok kelas sosial yang lebih setia pada pemerintahannya.

Namun, meskipun politik Divide et Impera dapat efektif dalam menjaga kekuasaan penguasa, strategi ini juga dapat membawa dampak negatif pada masyarakat. Pemecahan belah masyarakat dapat menyebabkan konflik dan kekacauan dalam masyarakat, sehingga memperburuk keadaan sosial dan politik. Selain itu, strategi ini juga dapat memperkuat sentimen etnis dan agama yang berpotensi memicu konflik yang lebih besar dalam masyarakat.

Dalam konteks modern, politik Divide et Impera masih sering digunakan oleh penguasa dalam berbagai bentuk pemerintahan. Strategi ini terutama digunakan dalam negara-negara otoriter yang memiliki kontrol yang ketat atas masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami konsep politik Divide et Impera dan tetap waspada terhadap upaya pemecahan belah yang dilakukan oleh penguasa. Masyarakat juga harus terus menerus memperjuangkan kesetaraan dan keadilan sosial untuk mengurangi pengaruh politik Divide et Impera dalam masyarakat.

2. Konsep Divide et Impera berasal dari bahasa Latin yang berarti “Bagi dan Taklukkan”.

Poin kedua dalam tema “jelaskan politik devide et impera” adalah bahwa konsep Divide et Impera berasal dari bahasa Latin yang berarti “Bagi dan Taklukkan”. Konsep ini digunakan oleh penguasa untuk mempertahankan kekuasaannya dengan memecah belah masyarakat dan memperkuat pendukungnya.

Dalam politik Divide et Impera, penguasa membagi masyarakat menjadi kelompok-kelompok yang berbeda dan kemudian memanfaatkan perbedaan tersebut untuk memperoleh keuntungan politik. Kelompok-kelompok tersebut dapat berupa kelompok agama, etnis, ras, atau kelas sosial. Penguasa kemudian memberikan dukungan kepada kelompok yang lebih setia padanya dan memperkuat posisi mereka dengan mengorbankan kelompok lain.

Konsep Divide et Impera telah diterapkan dalam berbagai bentuk pemerintahan selama berabad-abad. Strategi ini terutama digunakan oleh penguasa yang memiliki kekuasaan absolut, seperti kaisar, raja, atau diktator. Dalam konteks modern, strategi ini masih sering digunakan oleh penguasa dalam berbagai bentuk pemerintahan.

Meskipun strategi politik Divide et Impera dapat efektif dalam menjaga kekuasaan penguasa, strategi ini juga dapat membawa dampak negatif pada masyarakat. Pemecahan belah masyarakat dapat menyebabkan konflik dan kekacauan dalam masyarakat, sehingga memperburuk keadaan sosial dan politik. Selain itu, strategi ini juga dapat memperkuat sentimen etnis dan agama yang berpotensi memicu konflik yang lebih besar dalam masyarakat.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami konsep politik Divide et Impera dan tetap waspada terhadap upaya pemecahan belah yang dilakukan oleh penguasa. Masyarakat juga harus terus menerus memperjuangkan kesetaraan dan keadilan sosial untuk mengurangi pengaruh politik Divide et Impera dalam masyarakat.

3. Strategi politik Divide et Impera dapat dilakukan dengan memanfaatkan perbedaan agama, etnis, ras, atau kelas sosial.

Poin ketiga dari tema “jelaskan politik devide et impera” adalah tentang strategi politik yang digunakan untuk memecah belah masyarakat dengan memanfaatkan perbedaan agama, etnis, ras, atau kelas sosial.

Strategi politik Divide et Impera terutama digunakan oleh penguasa untuk mempertahankan kekuasaannya dan memperkuat posisinya. Dalam strategi ini, penguasa akan membagi masyarakat menjadi kelompok-kelompok yang berbeda dan kemudian memanfaatkan perbedaan tersebut untuk memperoleh keuntungan politik.

Salah satu cara yang paling umum dalam strategi ini adalah dengan memanfaatkan perbedaan agama. Penguasa dapat memperkuat pengaruhnya dengan memanfaatkan perbedaan agama dalam masyarakat. Dengan memperkuat kelompok agama yang lebih setia padanya, penguasa dapat memperoleh dukungan yang lebih besar dan mengurangi kekuatan kelompok agama yang lebih kritis terhadap pemerintahannya.

Selain itu, strategi Divide et Impera juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan perbedaan etnis. Penguasa dapat memperoleh keuntungan politik dengan memperkuat kelompok etnis yang lebih setia padanya dan memperlemah kelompok etnis lain. Penguasa dapat menggunakan perbedaan etnis untuk menciptakan konflik dan kekacauan dalam masyarakat, sehingga memungkinkan penguasa untuk memperoleh keuntungan politik.

Selain itu, strategi Divide et Impera juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan perbedaan kelas sosial. Penguasa dapat memperkuat pengaruhnya dengan memperkuat kelompok kelas sosial yang lebih setia padanya dan memperlemah kelompok kelas sosial lain. Penguasa dapat menggunakan perbedaan kelas sosial untuk menciptakan ketidakpuasan dalam masyarakat dan memperoleh dukungan dari kelompok kelas sosial yang lebih setia pada pemerintahannya.

Namun, meskipun strategi Divide et Impera dapat efektif dalam menjaga kekuasaan penguasa, strategi ini juga dapat membawa dampak negatif pada masyarakat. Pemecahan belah masyarakat dapat menyebabkan konflik dan kekacauan dalam masyarakat, sehingga memperburuk keadaan sosial dan politik. Selain itu, strategi ini juga dapat memperkuat sentimen etnis dan agama yang berpotensi memicu konflik yang lebih besar dalam masyarakat.

Baca juga:  Jelaskan Fungsi Fungsi Sistem Rangka Bagi Tubuh Manusia

Dalam konteks modern, strategi Divide et Impera masih sering digunakan oleh penguasa dalam berbagai bentuk pemerintahan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami konsep politik Divide et Impera dan tetap waspada terhadap upaya pemecahan belah yang dilakukan oleh penguasa. Masyarakat juga harus terus menerus memperjuangkan kesetaraan dan keadilan sosial untuk mengurangi pengaruh politik Divide et Impera dalam masyarakat.

4. Pemecahan belah masyarakat dapat menyebabkan konflik dan kekacauan dalam masyarakat, sehingga memperburuk keadaan sosial dan politik.

Poin keempat dalam penjelasan mengenai politik Divide et Impera adalah pemecahan belah masyarakat dapat menyebabkan konflik dan kekacauan dalam masyarakat, sehingga memperburuk keadaan sosial dan politik.

Ketika penguasa menggunakan strategi politik Divide et Impera, mereka memecah belah masyarakat menjadi kelompok-kelompok yang berbeda seperti perbedaan agama, etnis, ras, atau kelas sosial. Penguasa kemudian memberikan dukungan kepada kelompok yang lebih setia padanya dan memperkuat posisi mereka dengan mengorbankan kelompok lain.

Pemecahan belah masyarakat ini dapat menyebabkan konflik dan perpecahan dalam masyarakat. Kelompok yang merasa terpinggirkan atau dikalahkan bisa menjadi frustrasi dan marah, dan ini bisa memicu kekerasan atau konflik. Selain itu, pemecahan belah masyarakat juga dapat membuat orang terfokus pada perbedaan mereka daripada kesamaan mereka, sehingga memperburuk keadaan sosial dan politik.

Misalnya, jika penguasa menggunakan perbedaan agama untuk memecah belah masyarakat, kelompok yang merasa terdiskriminasi atau dianiaya mungkin mulai merespon dengan kekerasan atau memberontak. Hal ini dapat memicu konflik antaragama yang lebih besar dan bahkan dapat memicu konflik yang lebih besar dalam masyarakat.

Pemecahan belah masyarakat juga dapat membuat masyarakat menjadi tidak solidaritas dan kurang mampu bekerja sama untuk menyelesaikan masalah bersama. Hal ini dapat memperburuk keadaan sosial dan politik serta mempersulit upaya untuk mencapai perdamaian dan persatuan.

Karena itu, sebagai masyarakat, kita harus menyadari bahwa pemecahan belah masyarakat bukanlah solusi yang baik untuk masalah politik atau sosial. Kita harus menolak aksi pemecahan belah yang dilakukan oleh penguasa dan memperjuangkan kesetaraan dan keadilan sosial agar masyarakat dapat bersatu dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

5. Strategi politik Divide et Impera masih sering digunakan oleh penguasa dalam berbagai bentuk pemerintahan modern.

Poin kelima dalam tema “Jelaskan Politik Divide et Impera” membahas tentang penggunaan strategi politik tersebut dalam berbagai bentuk pemerintahan modern. Meskipun strategi ini sudah dikenal sejak lama, penggunaannya masih sering ditemukan dalam berbagai negara dan pemerintahan modern.

Dalam era modern, strategi politik Divide et Impera masih digunakan oleh penguasa untuk mempertahankan kekuasaannya. Meskipun banyak negara yang telah menganut pemerintahan demokrasi dan prinsip-prinsip hak asasi manusia, namun strategi ini masih dapat ditemukan dalam bentuk-bentuk yang berbeda.

Salah satu contoh penggunaan strategi politik Divide et Impera dalam pemerintahan modern adalah dengan memanfaatkan perbedaan agama untuk memperkuat pengaruh penguasa. Di beberapa negara, terutama negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, sering terjadi pemecahan belah masyarakat dengan memanfaatkan perbedaan agama. Kelompok tertentu akan diberi dukungan oleh penguasa, sementara kelompok lain akan diabaikan atau bahkan dijatuhkan.

Selain itu, perbedaan etnis juga sering dimanfaatkan oleh penguasa untuk memperkuat posisi mereka. Di beberapa negara, terutama di Afrika dan Asia, pemecahan belah masyarakat berdasarkan perbedaan etnis masih sering ditemukan. Penguasa memanfaatkan perbedaan etnis untuk memperkuat pengaruh mereka dan melemahkan oposisi.

Di beberapa negara, pemecahan belah masyarakat berdasarkan perbedaan kelas sosial juga masih terjadi. Penguasa memanfaatkan perbedaan kelas sosial untuk memperkuat pengaruh mereka dan mempertahankan kekuasaannya. Kelompok tertentu yang lebih setia pada penguasa akan diberi keuntungan dan perlakuan khusus, sementara kelompok lain akan diabaikan atau bahkan dijatuhkan.

Penggunaan strategi politik Divide et Impera dalam pemerintahan modern masih memperlihatkan dampak yang merugikan bagi masyarakat. Pemecahan belah masyarakat dapat memicu konflik dan kekacauan dalam masyarakat, sehingga memperburuk keadaan sosial dan politik. Oleh karena itu, masyarakat harus terus menerus memperjuangkan kesetaraan dan keadilan sosial serta memahami konsep politik Divide et Impera agar tidak mudah terpecah belah oleh penguasa.

6. Masyarakat harus memahami konsep politik Divide et Impera dan tetap waspada terhadap upaya pemecahan belah yang dilakukan oleh penguasa.

Poin keenam dari tema “Jelaskan Politik Divide et Impera” adalah bahwa masyarakat harus memahami konsep politik Divide et Impera dan tetap waspada terhadap upaya pemecahan belah yang dilakukan oleh penguasa.

Memahami konsep politik Divide et Impera sangat penting bagi masyarakat karena strategi ini sering digunakan oleh penguasa untuk mempertahankan kekuasaannya. Dalam politik Divide et Impera, penguasa memecah belah masyarakat dengan memanfaatkan perbedaan agama, etnis, ras, atau kelas sosial untuk memperkuat posisinya. Pemecahan belah masyarakat dapat menyebabkan konflik dan kekacauan dalam masyarakat, sehingga memperburuk keadaan sosial dan politik.

Masyarakat harus tetap waspada terhadap upaya pemecahan belah yang dilakukan oleh penguasa. Masyarakat harus mampu membedakan antara kepentingan pribadi dan kepentingan bersama. Dengan memahami konsep politik Divide et Impera, masyarakat dapat mengenali upaya pemecahan belah yang dilakukan oleh penguasa dan mencegahnya untuk menciptakan ketidakstabilan dalam masyarakat.

Baca juga:  Bagaimana Ciri Ciri Usaha Koperasi Dibandingkan Dengan Badan Usaha Lainnya

Selain itu, masyarakat juga harus menjaga kesatuan dan solidaritas dalam masyarakat. Masyarakat harus terus menerus memperjuangkan kesetaraan dan keadilan sosial untuk mengurangi pengaruh politik Divide et Impera dalam masyarakat. Masyarakat harus memperkuat persatuan dan menghargai perbedaan dalam masyarakat, sehingga masyarakat dapat tetap bersatu dan menghadapi upaya pemecahan belah yang dilakukan oleh penguasa.

Dalam era modern, di mana media sosial memainkan peran penting dalam membentuk opini publik, masyarakat harus lebih waspada terhadap upaya pemecahan belah yang dilakukan oleh penguasa. Penguasa dapat memanfaatkan media sosial untuk memecah belah masyarakat dan memperkuat posisinya. Oleh karena itu, masyarakat harus memahami konsep politik Divide et Impera dan terus berusaha untuk menjaga persatuan dan solidaritas dalam masyarakat.

Dalam kesimpulannya, masyarakat harus memahami konsep politik Divide et Impera dan tetap waspada terhadap upaya pemecahan belah yang dilakukan oleh penguasa. Masyarakat harus terus menerus memperjuangkan kesetaraan dan keadilan sosial untuk mengurangi pengaruh politik Divide et Impera dalam masyarakat. Masyarakat harus memperkuat persatuan dan menghargai perbedaan dalam masyarakat, sehingga masyarakat dapat tetap bersatu dan menghadapi upaya pemecahan belah yang dilakukan oleh penguasa.

7. Masyarakat harus terus menerus memperjuangkan kesetaraan dan keadilan sosial untuk mengurangi pengaruh politik Divide et Impera dalam masyarakat.

Poin 1: Politik Divide et Impera adalah strategi yang digunakan oleh penguasa untuk menjaga kekuasaannya dengan memecah belah masyarakat serta memperkuat pendukungnya.

Politik Divide et Impera adalah salah satu strategi politik yang sering digunakan oleh para penguasa dalam berbagai bentuk pemerintahan. Strategi ini digunakan untuk mempertahankan kekuasaan dengan memecah belah masyarakat serta memperkuat pendukungnya. Dengan memecah belah masyarakat, penguasa dapat mengurangi kekuatan lawan politik dan memperkuat posisinya. Strategi ini juga dapat digunakan untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari masalah yang lebih besar dan memperkuat pengaruh penguasa.

Poin 2: Konsep Divide et Impera berasal dari bahasa Latin yang berarti “Bagi dan Taklukkan”.

Konsep Divide et Impera berasal dari bahasa Latin yang berarti “Bagi dan Taklukkan”. Konsep ini telah diterapkan dalam berbagai bentuk pemerintahan selama berabad-abad. Strategi ini terutama digunakan oleh penguasa yang memiliki kekuasaan absolut, seperti kaisar, raja, atau diktator. Tujuan utama dari strategi ini adalah untuk mempertahankan kekuasaan dan menjaga stabilitas politik.

Poin 3: Strategi politik Divide et Impera dapat dilakukan dengan memanfaatkan perbedaan agama, etnis, ras, atau kelas sosial.

Strategi politik Divide et Impera dapat dilakukan dengan memanfaatkan perbedaan agama, etnis, ras, atau kelas sosial. Penguasa dapat memperkuat pengaruhnya dengan memanfaatkan perbedaan dalam masyarakat. Dengan memperkuat kelompok yang lebih setia padanya, penguasa dapat memperoleh dukungan yang lebih besar dan mengurangi kekuatan kelompok yang lebih kritis terhadap pemerintahannya. Namun, strategi ini juga dapat memperkuat sentimen etnis dan agama yang berpotensi memicu konflik yang lebih besar dalam masyarakat.

Poin 4: Pemecahan belah masyarakat dapat menyebabkan konflik dan kekacauan dalam masyarakat, sehingga memperburuk keadaan sosial dan politik.

Pemecahan belah masyarakat dapat menyebabkan konflik dan kekacauan dalam masyarakat, sehingga memperburuk keadaan sosial dan politik. Strategi politik Divide et Impera dapat memperburuk keadaan sosial dan politik dalam masyarakat. Pemecahan belah masyarakat dapat memicu konflik antar kelompok, memperlemah solidaritas sosial, dan merusak kepercayaan antar anggota masyarakat. Hal ini dapat memperburuk keadaan sosial dan politik dalam masyarakat.

Poin 5: Strategi politik Divide et Impera masih sering digunakan oleh penguasa dalam berbagai bentuk pemerintahan modern.

Strategi politik Divide et Impera masih sering digunakan oleh penguasa dalam berbagai bentuk pemerintahan modern. Meskipun strategi ini lebih banyak digunakan dalam negara-negara otoriter, strategi ini juga dapat ditemukan dalam negara-negara demokratis. Penguasa modern sering menggunakan perbedaan agama, etnis, ras, atau kelas sosial untuk mempertahankan kekuasaannya dan memperkuat posisinya.

Poin 6: Masyarakat harus memahami konsep politik Divide et Impera dan tetap waspada terhadap upaya pemecahan belah yang dilakukan oleh penguasa.

Masyarakat harus memahami konsep politik Divide et Impera dan tetap waspada terhadap upaya pemecahan belah yang dilakukan oleh penguasa. Masyarakat harus memahami bagaimana strategi ini dilakukan dan tanda-tanda yang menunjukkan bahwa penguasa mencoba memecah belah masyarakat. Hal ini dapat membantu masyarakat untuk lebih waspada dan mengambil tindakan untuk menentang upaya pemecahan belah yang dilakukan oleh penguasa.

Poin 7: Masyarakat harus terus menerus memperjuangkan kesetaraan dan keadilan sosial untuk mengurangi pengaruh politik Divide et Impera dalam masyarakat.

Masyarakat harus terus menerus memperjuangkan kesetaraan dan keadilan sosial untuk mengurangi pengaruh politik Divide et Impera dalam masyarakat. Dengan memperkuat solidaritas sosial dan memperjuangkan kesetaraan dan keadilan sosial, masyarakat dapat mengurangi pengaruh politik Divide et Impera dalam masyarakat. Hal ini dapat membantu masyarakat untuk lebih bersatu dan membangun masyarakat yang lebih adil dan harmonis.