Jelaskan Sebab Wafatnya Khalifah Umar Bin Khattab

jelaskan sebab wafatnya khalifah umar bin khattab – Khalifah Umar bin Khattab adalah salah satu tokoh terkemuka dalam sejarah Islam. Beliau menjadi Khalifah setelah Khalifah Abu Bakar wafat. Umar bin Khattab dikenal sebagai Khalifah yang sangat bijaksana dan adil dalam menjalankan pemerintahan. Namun, pada tanggal 27 November 644 Masehi, Khalifah Umar bin Khattab wafat secara tragis. Ada beberapa teori yang mengemuka mengenai sebab kematian Khalifah Umar bin Khattab.

Pertama, menurut sejarah, Khalifah Umar bin Khattab wafat akibat ditikam oleh seseorang yang bernama Abu Lu’luah al-Majusi. Abu Lu’luah adalah seorang budak yang berasal dari Persia dan bekerja sebagai tukang cukur di istana Khalifah Umar. Menurut beberapa riwayat, Abu Lu’luah melakukan penusukan terhadap Khalifah Umar karena merasa tidak puas dengan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Khalifah Umar. Namun, teori ini masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan karena tidak ada bukti yang kuat mengenai motif Abu Lu’luah.

Kedua, teori lain mengenai sebab kematian Khalifah Umar bin Khattab adalah karena sakit yang dideritanya. Beberapa riwayat menunjukkan bahwa Khalifah Umar mengalami demam yang cukup parah pada saat masa akhir kehidupannya. Beberapa sejarawan menilai bahwa penyakit tersebut mungkin disebabkan oleh kelelahan dan stres yang dialami oleh Khalifah Umar selama memimpin pemerintahan selama hampir 10 tahun.

Ketiga, ada juga teori yang mengemuka bahwa Khalifah Umar bin Khattab wafat karena keracunan. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Khalifah Umar meminum racun yang disiramkan oleh seorang wanita yang merasa dendam terhadap Khalifah Umar. Namun, teori ini juga sangat kontroversial dan belum terbukti kebenarannya.

Meskipun masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan, sebagian besar sejarawan setuju bahwa Khalifah Umar bin Khattab wafat akibat ditikam oleh Abu Lu’luah al-Majusi. Menurut sejarah, Abu Lu’luah melakukan penusukan terhadap Khalifah Umar ketika beliau sedang berada di masjid untuk melaksanakan salat subuh. Khalifah Umar berhasil dilarikan ke rumah sakit, namun luka yang dideritanya terlalu parah sehingga beliau wafat beberapa hari kemudian.

Wafatnya Khalifah Umar bin Khattab merupakan pukulan yang sangat berat bagi umat Islam saat itu. Beliau adalah seorang Khalifah yang sangat dihormati dan dihargai oleh seluruh umat Islam karena kebijaksanaan dan keadilannya dalam menjalankan pemerintahan. Wafatnya Khalifah Umar juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan umat Islam karena belum ada pengganti yang tepat untuk mengisi posisi Khalifah.

Namun, setelah melalui proses yang panjang, posisi Khalifah akhirnya diisi oleh Utsman bin Affan. Utsman bin Affan merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang sangat dihormati oleh umat Islam. Beliau memimpin pemerintahan selama kurang lebih 12 tahun sebelum akhirnya wafat secara tragis juga.

Secara keseluruhan, wafatnya Khalifah Umar bin Khattab merupakan sebuah tragedi besar bagi umat Islam. Namun, beliau meninggalkan warisan yang sangat besar dalam sejarah Islam. Kebijaksanaan dan keadilan Khalifah Umar bin Khattab dalam menjalankan pemerintahan menjadi sebuah contoh yang patut diikuti oleh para pemimpin di masa kini.

Penjelasan: jelaskan sebab wafatnya khalifah umar bin khattab

1. Khalifah Umar bin Khattab wafat secara tragis pada tanggal 27 November 644 Masehi.

Khalifah Umar bin Khattab, salah satu tokoh terkemuka dalam sejarah Islam, wafat secara tragis pada tanggal 27 November 644 Masehi. Kepergian beliau meninggalkan duka yang mendalam bagi umat Islam pada masa itu, karena Khalifah Umar adalah seorang pemimpin yang sangat dihormati dan dihargai oleh seluruh umat Islam.

Wafatnya Khalifah Umar bin Khattab terjadi di masa pemerintahannya yang telah berlangsung selama hampir 10 tahun. Selama masa pemerintahannya, Khalifah Umar dikenal sebagai seorang pemimpin yang sangat bijaksana dan adil dalam menjalankan pemerintahan. Beliau berhasil memperluas wilayah kekuasaan Islam dan mengembangkan infrastruktur dalam negeri, serta memberikan perlindungan dan keamanan bagi seluruh rakyat di bawah pemerintahannya.

Namun, pada tanggal 27 November 644 Masehi, Khalifah Umar bin Khattab mengalami kejadian yang sangat tragis. Beliau sedang dalam perjalanan menuju masjid untuk melaksanakan salat subuh. Ketika tiba di masjid, Khalifah Umar ditikam oleh seorang budak bernama Abu Lu’luah al-Majusi. Menurut beberapa riwayat, Abu Lu’luah melakukan penusukan terhadap Khalifah Umar karena merasa tidak puas dengan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Khalifah Umar.

Baca juga:  Bagaimanakah Awal Perkembangan Kegiatan Cetak Mencetak

Setelah ditikam, Khalifah Umar segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, luka yang dideritanya terlalu parah sehingga beliau wafat beberapa hari kemudian. Wafatnya Khalifah Umar bin Khattab menimbulkan kekhawatiran di kalangan umat Islam karena belum ada pengganti yang tepat untuk mengisi posisi Khalifah.

Meskipun masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan mengenai sebab wafatnya Khalifah Umar bin Khattab, sebagian besar sejarawan setuju bahwa beliau wafat akibat ditikam oleh Abu Lu’luah al-Majusi. Kejadian tragis ini menunjukkan bahwa bahaya terorisme dan radikalisme sudah ada sejak lama, dan perlu adanya upaya kolaboratif untuk mencegahnya.

Dalam sejarah Islam, wafatnya Khalifah Umar bin Khattab merupakan sebuah tragedi besar. Namun, beliau meninggalkan warisan yang sangat besar dalam sejarah Islam. Kebijaksanaan dan keadilan Khalifah Umar bin Khattab dalam menjalankan pemerintahan menjadi sebuah contoh yang patut diikuti oleh para pemimpin di masa kini.

2. Ada beberapa teori mengenai sebab wafatnya Khalifah Umar bin Khattab, di antaranya adalah ditikam oleh Abu Lu’luah al-Majusi, sakit yang dideritanya, dan keracunan.

Khalifah Umar bin Khattab, yang dikenal sebagai salah satu tokoh terkemuka dalam sejarah Islam, wafat secara tragis pada tanggal 27 November 644 Masehi. Ada beberapa teori yang mengemuka mengenai sebab kematian Khalifah Umar bin Khattab yang telah menjadi perdebatan di kalangan sejarawan.

Teori pertama mengenai sebab wafatnya Khalifah Umar bin Khattab adalah karena ditikam oleh Abu Lu’luah al-Majusi. Abu Lu’luah adalah seorang budak yang berasal dari Persia dan bekerja sebagai tukang cukur di istana Khalifah Umar. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Abu Lu’luah melakukan penusukan terhadap Khalifah Umar ketika beliau sedang berada di masjid untuk melaksanakan salat subuh. Meskipun motif Abu Lu’luah masih menjadi perdebatan, beberapa sejarawan berpendapat bahwa Abu Lu’luah melakukan penusukan terhadap Khalifah Umar karena merasa tidak puas dengan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Khalifah Umar.

Teori kedua mengenai sebab wafatnya Khalifah Umar bin Khattab adalah karena sakit yang dideritanya. Beberapa riwayat menunjukkan bahwa Khalifah Umar mengalami demam yang cukup parah pada saat masa akhir kehidupannya. Beberapa sejarawan menilai bahwa penyakit tersebut mungkin disebabkan oleh kelelahan dan stres yang dialami oleh Khalifah Umar selama memimpin pemerintahan selama hampir 10 tahun.

Teori ketiga mengenai sebab wafatnya Khalifah Umar bin Khattab adalah karena keracunan. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Khalifah Umar meminum racun yang disiramkan oleh seorang wanita yang merasa dendam terhadap Khalifah Umar. Namun, teori ini juga sangat kontroversial dan belum terbukti kebenarannya.

Meskipun masih ada perdebatan di kalangan sejarawan mengenai sebab wafatnya Khalifah Umar bin Khattab, sebagian besar sejarawan setuju bahwa beliau wafat akibat ditikam oleh Abu Lu’luah al-Majusi. Penusukan yang dilakukan oleh Abu Lu’luah menyebabkan luka-luka pada tubuh Khalifah Umar yang tidak bisa sembuh dan akhirnya memicu kematian beliau beberapa hari kemudian.

Wafatnya Khalifah Umar bin Khattab merupakan sebuah tragedi besar bagi umat Islam, karena beliau adalah seorang Khalifah yang sangat dihormati dan dihargai oleh seluruh umat Islam karena kebijaksanaan dan keadilannya dalam menjalankan pemerintahan. Meskipun wafatnya Khalifah Umar menimbulkan kekhawatiran di kalangan umat Islam karena belum ada pengganti yang tepat untuk mengisi posisi Khalifah, posisi tersebut akhirnya diisi oleh Utsman bin Affan setelah melalui proses yang panjang. Khalifah Umar bin Khattab meninggalkan warisan yang sangat besar dalam sejarah Islam, yaitu kebijaksanaan dan keadilan dalam menjalankan pemerintahan yang menjadi contoh yang patut diikuti oleh para pemimpin di masa kini.

3. Meskipun masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan, sebagian besar sejarawan setuju bahwa Khalifah Umar bin Khattab wafat akibat ditikam oleh Abu Lu’luah al-Majusi.

Khalifah Umar bin Khattab wafat secara tragis pada tanggal 27 November 644 Masehi. Ada beberapa teori mengenai sebab kematian Khalifah Umar bin Khattab yang masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan. Diantaranya adalah ditikam oleh Abu Lu’luah al-Majusi, sakit yang dideritanya, dan keracunan.

Dalam teori yang pertama, dijelaskan bahwa Khalifah Umar bin Khattab wafat akibat ditikam oleh Abu Lu’luah al-Majusi. Abu Lu’luah adalah seorang budak yang berasal dari Persia dan bekerja sebagai tukang cukur di istana Khalifah Umar. Menurut beberapa riwayat, Abu Lu’luah melakukan penusukan terhadap Khalifah Umar karena merasa tidak puas dengan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Khalifah Umar.

Namun, teori ini masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan karena tidak ada bukti yang kuat mengenai motif Abu Lu’luah. Beberapa sejarawan juga menyebutkan bahwa Abu Lu’luah menderita gangguan jiwa dan melakukan penusukan karena kondisi psikologisnya yang tidak stabil.

Meskipun masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan, sebagian besar sejarawan setuju bahwa Khalifah Umar bin Khattab wafat akibat ditikam oleh Abu Lu’luah al-Majusi. Menurut sejarah, Abu Lu’luah melakukan penusukan terhadap Khalifah Umar ketika beliau sedang berada di masjid untuk melaksanakan salat subuh. Khalifah Umar berhasil dilarikan ke rumah sakit, namun luka yang dideritanya terlalu parah sehingga beliau wafat beberapa hari kemudian.

Baca juga:  Jelaskan Pembagian Daerah Pesisiran Dalam Kerajaan Mataram

Wafatnya Khalifah Umar bin Khattab merupakan sebuah tragedi besar bagi umat Islam. Beliau adalah seorang Khalifah yang sangat dihormati dan dihargai oleh seluruh umat Islam karena kebijaksanaan dan keadilannya dalam menjalankan pemerintahan. Wafatnya Khalifah Umar juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan umat Islam karena belum ada pengganti yang tepat untuk mengisi posisi Khalifah.

Namun, setelah melalui proses yang panjang, posisi Khalifah akhirnya diisi oleh Utsman bin Affan. Utsman bin Affan merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang sangat dihormati oleh umat Islam. Beliau memimpin pemerintahan selama kurang lebih 12 tahun sebelum akhirnya wafat secara tragis juga.

Secara keseluruhan, meskipun masih banyak teori yang mengemuka, sejarawan sebagian besar setuju bahwa Khalifah Umar bin Khattab wafat akibat ditikam oleh Abu Lu’luah al-Majusi. Wafatnya Khalifah Umar merupakan sebuah tragedi besar bagi umat Islam. Namun, beliau meninggalkan warisan yang sangat besar dalam sejarah Islam, yaitu kebijaksanaan dan keadilan dalam menjalankan pemerintahan.

4. Wafatnya Khalifah Umar bin Khattab merupakan pukulan yang sangat berat bagi umat Islam saat itu, karena beliau sangat dihormati dan dihargai oleh seluruh umat Islam karena kebijaksanaan dan keadilannya dalam menjalankan pemerintahan.

Khalifah Umar bin Khattab adalah tokoh penting dalam sejarah Islam. Beliau menjabat sebagai Khalifah setelah Khalifah Abu Bakar wafat, dan menjadi salah satu Khalifah yang paling dihormati dan dihargai oleh umat Islam. Namun, pada tanggal 27 November 644 Masehi, Khalifah Umar bin Khattab wafat secara tragis, meninggalkan duka yang mendalam bagi umat Islam.

Ada beberapa teori mengenai sebab wafatnya Khalifah Umar bin Khattab. Salah satunya adalah bahwa beliau ditikam oleh Abu Lu’luah al-Majusi, seorang budak yang berasal dari Persia dan bekerja sebagai tukang cukur di istana Khalifah Umar. Menurut beberapa riwayat, Abu Lu’luah melakukan penusukan terhadap Khalifah Umar karena merasa tidak puas dengan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Khalifah Umar. Namun, masih terdapat perdebatan di kalangan sejarawan mengenai motif sebenarnya dari Abu Lu’luah.

Teori lain mengenai sebab wafatnya Khalifah Umar bin Khattab adalah bahwa beliau sakit yang dideritanya. Beberapa riwayat menunjukkan bahwa Khalifah Umar mengalami demam yang cukup parah pada saat masa akhir kehidupannya. Beberapa sejarawan menilai bahwa penyakit tersebut mungkin disebabkan oleh kelelahan dan stres yang dialami oleh Khalifah Umar selama memimpin pemerintahan selama hampir 10 tahun.

Teori lainnya mengenai sebab wafatnya Khalifah Umar bin Khattab adalah bahwa beliau keracunan. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Khalifah Umar meminum racun yang disiramkan oleh seorang wanita yang merasa dendam terhadap Khalifah Umar. Namun, teori ini masih menjadi kontroversial dan belum terbukti kebenarannya.

Meskipun terdapat beberapa teori mengenai sebab wafatnya Khalifah Umar bin Khattab, sebagian besar sejarawan setuju bahwa beliau wafat akibat ditikam oleh Abu Lu’luah al-Majusi. Kejadian ini terjadi ketika Khalifah Umar sedang berada di masjid untuk melaksanakan salat subuh. Meskipun Khalifah Umar berhasil dilarikan ke rumah sakit, luka yang dideritanya terlalu parah sehingga beliau wafat beberapa hari kemudian.

Wafatnya Khalifah Umar bin Khattab merupakan pukulan yang sangat berat bagi umat Islam saat itu. Beliau adalah seorang Khalifah yang sangat dihormati dan dihargai oleh seluruh umat Islam karena kebijaksanaan dan keadilannya dalam menjalankan pemerintahan. Beliau juga dikenal sebagai Khalifah yang sangat peduli terhadap kesejahteraan umat Islam. Wafatnya Khalifah Umar bin Khattab meninggalkan kekosongan dalam kepemimpinan umat Islam, yang membuat umat Islam merasa khawatir tentang siapa yang akan menggantikan posisinya.

Meskipun Khalifah Umar bin Khattab telah wafat, beliau meninggalkan warisan yang sangat besar dalam sejarah Islam. Beliau dikenal sebagai salah satu pemimpin terbaik dalam sejarah Islam, yang memberikan teladan tentang bagaimana seorang pemimpin seharusnya memimpin dengan kebijaksanaan dan keadilan. Kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab menjadi inspirasi bagi para pemimpin di masa kini, dan menjadi pengingat bagi umat Islam tentang pentingnya kepemimpinan yang adil dan bijaksana.

5. Wafatnya Khalifah Umar bin Khattab menimbulkan kekhawatiran di kalangan umat Islam karena belum ada pengganti yang tepat untuk mengisi posisi Khalifah.

Poin kelima dari tema “jelaskan sebab wafatnya khalifah umar bin khattab” adalah wafatnya Khalifah Umar bin Khattab menimbulkan kekhawatiran di kalangan umat Islam karena belum ada pengganti yang tepat untuk mengisi posisi Khalifah. Khalifah Umar bin Khattab adalah salah satu tokoh yang sangat dihormati dan dihargai oleh seluruh umat Islam. Beliau dikenal sebagai seorang Khalifah yang sangat bijaksana dan adil dalam menjalankan pemerintahan. Oleh karena itu, wafatnya Khalifah Umar bin Khattab sangat mengejutkan dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan umat Islam.

Setelah wafatnya Khalifah Umar bin Khattab, umat Islam merasa kehilangan sosok yang sangat penting dalam sejarah Islam. Selain itu, belum ada pengganti yang tepat untuk mengisi posisi Khalifah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan umat Islam karena mereka khawatir bahwa pemerintahan akan menjadi tidak stabil tanpa adanya seorang Khalifah yang bijaksana dan adil seperti Khalifah Umar bin Khattab.

Baca juga:  Jelaskan Tentang Surat Undangan Pribadi

Namun, setelah melewati proses yang panjang, posisi Khalifah akhirnya diisi oleh Utsman bin Affan. Utsman bin Affan adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang sangat dihormati oleh umat Islam. Beliau memimpin pemerintahan selama kurang lebih 12 tahun sebelum akhirnya wafat secara tragis juga. Meskipun demikian, pemerintahan yang dijalankan oleh Utsman bin Affan tetap dianggap berhasil dan sukses karena beliau mampu mempertahankan stabilitas pemerintahan dan memperluas wilayah kekuasaan Islam.

Dalam sejarah Islam, wafatnya Khalifah Umar bin Khattab menunjukkan bahwa tidak ada yang abadi dan bahwa setiap orang pasti akan meninggalkan dunia pada saatnya. Namun, wafatnya Khalifah Umar bin Khattab juga menunjukkan bahwa umat Islam selalu mampu menghadapi setiap tantangan dan kesulitan yang ada. Dengan adanya pengganti yang tepat seperti Utsman bin Affan, umat Islam dapat mempertahankan stabilitas pemerintahan dan memperkuat posisi Islam di dunia.

6. Posisi Khalifah akhirnya diisi oleh Utsman bin Affan setelah melalui proses yang panjang.

Poin keenam dari tema “Jelaskan Sebab Wafatnya Khalifah Umar bin Khattab” adalah posisi Khalifah akhirnya diisi oleh Utsman bin Affan setelah melalui proses yang panjang. Setelah wafatnya Khalifah Umar bin Khattab, umat Islam merasa khawatir karena belum ada pengganti yang tepat untuk mengisi posisi Khalifah. Oleh karena itu, para sahabat Nabi Muhammad SAW dan pemimpin umat Islam pada saat itu melakukan proses pemilihan Khalifah yang baru.

Proses pemilihan Khalifah tersebut tidak mudah, karena terdapat perbedaan pendapat di kalangan umat Islam mengenai siapa yang pantas menjadi Khalifah. Beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW, seperti Ali bin Abi Thalib dan Abdullah bin Umar, dianggap layak menjadi Khalifah. Namun, setelah melalui diskusi dan musyawarah yang panjang, para sahabat sepakat untuk menunjuk Utsman bin Affan sebagai Khalifah yang baru.

Utsman bin Affan merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang sangat dihormati dan dihargai oleh umat Islam. Beliau adalah menantu Nabi Muhammad SAW dan juga salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga oleh Nabi Muhammad SAW. Utsman bin Affan memimpin pemerintahan selama kurang lebih 12 tahun sebelum akhirnya wafat secara tragis juga.

Sebagai Khalifah, Utsman bin Affan meneruskan kebijaksanaan dan keadilan Khalifah Umar bin Khattab dalam menjalankan pemerintahan. Namun, masa pemerintahan Utsman bin Affan juga diwarnai dengan konflik dan perpecahan di kalangan umat Islam. Beberapa golongan tidak puas dengan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Utsman bin Affan, sehingga terjadi protes dan demonstrasi. Konflik tersebut akhirnya memuncak pada terjadinya peristiwa pengepungan terhadap istana Khalifah Utsman bin Affan, yang berujung pada wafatnya Khalifah Utsman bin Affan.

Meskipun demikian, Utsman bin Affan tetap dianggap sebagai salah satu Khalifah yang berjasa dalam sejarah Islam. Beliau berhasil memperluas wilayah kekuasaan Islam dengan merebut beberapa wilayah di Afrika Utara dan Asia Tengah. Selain itu, beliau juga membangun infrastruktur dan memperkuat pertahanan wilayah kekuasaan Islam. Kepemimpinan Utsman bin Affan juga menjadi contoh bagi para pemimpin di masa kini tentang pentingnya kebijaksanaan dan keadilan dalam menjalankan pemerintahan.

7. Khalifah Umar bin Khattab meninggalkan warisan yang sangat besar dalam sejarah Islam, yaitu kebijaksanaan dan keadilan dalam menjalankan pemerintahan.

Pada tanggal 27 November 644 Masehi, Khalifah Umar bin Khattab wafat secara tragis. Ada beberapa teori yang mengemuka mengenai sebab kematian Khalifah Umar bin Khattab. Beberapa teori tersebut meliputi ditikam oleh Abu Lu’lulah al-Majusi, sakit yang dideritanya, dan keracunan. Meskipun masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan, sebagian besar sejarawan setuju bahwa Khalifah Umar bin Khattab wafat akibat ditikam oleh Abu Lu’lulah al-Majusi.

Wafatnya Khalifah Umar bin Khattab merupakan pukulan yang sangat berat bagi umat Islam saat itu. Beliau sangat dihormati dan dihargai oleh seluruh umat Islam karena kebijaksanaan dan keadilannya dalam menjalankan pemerintahan. Khalifah Umar bin Khattab dikenal sebagai Khalifah yang sangat bijaksana dan adil dalam menjalankan pemerintahan. Oleh karena itu, wafatnya Khalifah Umar bin Khattab menimbulkan kekhawatiran di kalangan umat Islam karena belum ada pengganti yang tepat untuk mengisi posisi Khalifah.

Setelah melalui proses yang panjang, posisi Khalifah akhirnya diisi oleh Utsman bin Affan. Utsman bin Affan merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang sangat dihormati oleh umat Islam. Beliau memimpin pemerintahan selama kurang lebih 12 tahun sebelum akhirnya wafat secara tragis juga.

Meskipun wafatnya Khalifah Umar bin Khattab merupakan sebuah tragedi besar bagi umat Islam, beliau meninggalkan warisan yang sangat besar dalam sejarah Islam. Khalifah Umar bin Khattab dikenal sebagai Khalifah yang sangat bijaksana dan adil dalam menjalankan pemerintahan. Beliau memperkenalkan berbagai kebijakan yang sangat berpengaruh dalam sejarah Islam, seperti pembentukan angkatan perang yang terorganisir dan pembentukan Dewan Konsultatif untuk memastikan keadilan dalam pemerintahan.

Kebijaksanaan dan keadilan Khalifah Umar bin Khattab dalam menjalankan pemerintahan menjadi sebuah contoh yang patut diikuti oleh para pemimpin di masa kini. Wafatnya Khalifah Umar bin Khattab mungkin telah meninggalkan rasa duka mendalam bagi umat Islam, namun beliau juga meninggalkan warisan yang sangat berharga bagi umat Islam hingga saat ini.