Jelaskan Tentang Sudut Pandang Pengarang Dalam Teks Cerita Atau Narasi

jelaskan tentang sudut pandang pengarang dalam teks cerita atau narasi – Sudut pandang pengarang menjadi salah satu unsur penting dalam sebuah cerita atau narasi. Hal ini karena sudut pandang pengarang dapat mempengaruhi cara pembaca memahami dan menginterpretasi cerita yang sedang dibaca. Sudut pandang pengarang bisa berbeda-beda, tergantung dari apa yang ingin disampaikan oleh pengarang. Dalam tulisan ini, akan dijelaskan tentang sudut pandang pengarang dan pengaruhnya terhadap cerita atau narasi.

Pertama-tama, sudut pandang pengarang adalah posisi atau sudut pandang dari mana cerita atau narasi tersebut diceritakan. Ada tiga jenis sudut pandang pengarang, yaitu sudut pandang orang pertama, kedua, dan ketiga. Sudut pandang orang pertama adalah sudut pandang yang menceritakan cerita dari sudut pandang sang tokoh utama atau naratornya. Contoh kalimat dari sudut pandang orang pertama adalah “Aku melihat ke arah jendela dan melihat hujan turun dengan derasnya”.

Sudut pandang kedua adalah sudut pandang yang menceritakan cerita dari sudut pandang tokoh lain yang berinteraksi langsung dengan tokoh utama. Contoh kalimat dari sudut pandang kedua adalah “Kau memandangku dengan tatapan tajam”.

Sudut pandang ketiga adalah sudut pandang yang menceritakan cerita dari sudut pandang pengamat yang tidak terlibat dalam cerita. Contoh kalimat dari sudut pandang ketiga adalah “Dia menatap ke arah jendela dan melihat hujan turun dengan derasnya”.

Sudut pandang pengarang dapat mempengaruhi cara pembaca memahami dan menginterpretasi cerita yang sedang dibaca. Sudut pandang orang pertama akan membuat pembaca merasa lebih dekat dengan tokoh utama dan lebih mudah untuk memahami emosi dan pikiran tokoh utama. Sudut pandang kedua akan membuat pembaca merasa lebih dekat dengan tokoh yang sedang berinteraksi dengan tokoh utama. Sedangkan, sudut pandang ketiga akan membuat pembaca merasa sebagai pengamat yang tidak terlibat dalam cerita dan memberikan gambaran yang lebih luas dari cerita tersebut.

Selain itu, sudut pandang pengarang juga dapat mempengaruhi gaya penulisan cerita. Sudut pandang orang pertama akan membuat gaya penulisan menjadi lebih personal dan subjektif, karena tokoh utama menjadi naratornya. Sudut pandang kedua membuat gaya penulisan menjadi lebih interaktif dan dialogis, karena tokoh utama berinteraksi dengan tokoh lain. Sedangkan, sudut pandang ketiga membuat gaya penulisan menjadi lebih objektif dan deskriptif, karena pengarang menceritakan dari sudut pandang pengamat.

Dalam sebuah cerita, pengarang dapat menggunakan lebih dari satu sudut pandang untuk membuat cerita lebih dinamis dan menarik. Pengarang dapat menggunakan sudut pandang orang pertama untuk menceritakan perasaan tokoh utama dan sudut pandang ketiga untuk memberikan gambaran yang lebih luas dari cerita tersebut.

Kesimpulannya, sudut pandang pengarang adalah salah satu unsur penting dalam sebuah cerita atau narasi. Sudut pandang pengarang dapat mempengaruhi cara pembaca memahami dan menginterpretasi cerita yang sedang dibaca. Pengarang dapat menggunakan lebih dari satu sudut pandang untuk membuat cerita lebih dinamis dan menarik. Oleh karena itu, penting bagi pembaca untuk memahami sudut pandang pengarang dalam sebuah cerita atau narasi.

Penjelasan: jelaskan tentang sudut pandang pengarang dalam teks cerita atau narasi

1. Sudut pandang pengarang adalah posisi atau sudut pandang dari mana cerita atau narasi tersebut diceritakan.

Sudut pandang pengarang adalah posisi atau sudut pandang dari mana cerita atau narasi tersebut diceritakan. Hal ini berarti bahwa setiap cerita atau narasi mempunyai sudut pandang pengarang yang berbeda-beda dan dapat mempengaruhi cara pembaca memahami dan menginterpretasi cerita tersebut. Posisi atau sudut pandang pengarang dapat berubah-ubah dalam cerita, tergantung dari apa yang ingin disampaikan oleh pengarang.

Terdapat tiga jenis sudut pandang pengarang, yaitu sudut pandang orang pertama, kedua, dan ketiga. Sudut pandang orang pertama adalah sudut pandang yang menceritakan cerita dari sudut pandang sang tokoh utama atau naratornya. Sudut pandang ini seringkali mengandung unsur subjektivitas karena cerita diceritakan melalui sudut pandang tokoh utama. Contoh kalimat dari sudut pandang orang pertama adalah “Aku melihat ke arah jendela dan melihat hujan turun dengan derasnya”. Dengan sudut pandang ini, pembaca akan merasa lebih dekat dengan tokoh utama dan mudah memahami emosi dan pikiran tokoh tersebut.

Sudut pandang kedua adalah sudut pandang yang menceritakan cerita dari sudut pandang tokoh lain yang berinteraksi langsung dengan tokoh utama. Sudut pandang kedua seringkali digunakan dalam cerita yang membutuhkan dialog yang panjang antara tokoh utama dan tokoh lainnya. Contoh kalimat dari sudut pandang kedua adalah “Kau memandangku dengan tatapan tajam”. Dengan sudut pandang ini, pembaca akan merasa lebih dekat dengan tokoh yang sedang berinteraksi dengan tokoh utama.

Baca juga:  Bagaimana Cara Membuka Microsoft Excel

Sudut pandang ketiga adalah sudut pandang yang menceritakan cerita dari sudut pandang pengamat yang tidak terlibat dalam cerita. Sudut pandang ini seringkali mengandung unsur objektivitas karena cerita diceritakan dari sudut pandang pengamat. Contoh kalimat dari sudut pandang ketiga adalah “Dia menatap ke arah jendela dan melihat hujan turun dengan derasnya”. Dengan sudut pandang ini, pembaca akan merasa sebagai pengamat yang tidak terlibat dalam cerita dan memberikan gambaran yang lebih luas dari cerita tersebut.

Pengarang dapat menggunakan lebih dari satu sudut pandang dalam sebuah cerita untuk membuat cerita lebih dinamis dan menarik. Pengarang dapat menggunakan sudut pandang orang pertama untuk menceritakan perasaan tokoh utama dan sudut pandang ketiga untuk memberikan gambaran yang lebih luas dari cerita tersebut. Oleh karena itu, penting bagi pembaca untuk memahami sudut pandang pengarang dalam sebuah cerita atau narasi agar dapat memahami cerita secara keseluruhan.

2. Ada tiga jenis sudut pandang pengarang, yaitu sudut pandang orang pertama, kedua, dan ketiga.

Sudut pandang pengarang adalah salah satu unsur penting yang terdapat dalam sebuah cerita atau narasi. Sudut pandang pengarang mengacu pada posisi atau sudut pandang dari mana cerita atau narasi tersebut diceritakan. Hal ini berarti bahwa sudut pandang pengarang memiliki peran penting dalam mengarahkan pembaca untuk memahami dan menginterpretasi cerita yang sedang dibaca.

Terdapat tiga jenis sudut pandang pengarang dalam sebuah cerita atau narasi, yaitu sudut pandang orang pertama, kedua, dan ketiga. Sudut pandang orang pertama adalah sudut pandang yang menceritakan cerita dari sudut pandang tokoh utama atau naratornya. Ketika pengarang menggunakan sudut pandang orang pertama, maka pembaca akan merasa lebih dekat dengan tokoh utama dan lebih mudah memahami emosi dan pikiran tokoh utama tersebut. Selain itu, sudut pandang orang pertama juga membuat cerita menjadi lebih personal dan subjektif.

Sudut pandang kedua adalah sudut pandang yang menceritakan cerita dari sudut pandang tokoh lain yang berinteraksi langsung dengan tokoh utama. Ketika pengarang menggunakan sudut pandang kedua, maka pembaca akan merasa lebih dekat dengan tokoh yang sedang berinteraksi dengan tokoh utama. Sudut pandang kedua membuat cerita menjadi lebih interaktif dan dialogis.

Sudut pandang ketiga adalah sudut pandang yang menceritakan cerita dari sudut pandang pengamat yang tidak terlibat dalam cerita. Ketika pengarang menggunakan sudut pandang ketiga, maka pembaca akan merasa sebagai pengamat yang tidak terlibat dalam cerita dan diberikan gambaran yang lebih luas mengenai cerita tersebut. Sudut pandang ketiga membuat cerita menjadi lebih objektif dan deskriptif.

Dalam sebuah cerita atau narasi, pengarang dapat menggunakan lebih dari satu sudut pandang pengarang untuk membuat cerita menjadi lebih dinamis dan menarik. Pengarang dapat menggunakan sudut pandang orang pertama untuk menceritakan perasaan tokoh utama dan sudut pandang ketiga untuk memberikan gambaran yang lebih luas mengenai cerita tersebut. Oleh karena itu, penting bagi pembaca untuk memahami sudut pandang pengarang dalam sebuah cerita atau narasi karena dapat mempengaruhi cara pembaca memahami dan menginterpretasi cerita tersebut.

3. Sudut pandang pengarang dapat mempengaruhi cara pembaca memahami dan menginterpretasi cerita yang sedang dibaca.

Sudut pandang pengarang adalah salah satu unsur penting dalam sebuah cerita atau narasi. Sudut pandang pengarang dapat mempengaruhi cara pembaca memahami dan menginterpretasi cerita yang sedang dibaca. Sebagai pembaca, memahami sudut pandang pengarang sangat penting untuk memahami cerita secara keseluruhan.

Sudut pandang pengarang dapat mempengaruhi cara pembaca memahami cerita dengan menentukan sudut pandang dari mana cerita tersebut diceritakan. Sudut pandang yang digunakan oleh pengarang juga dapat mempengaruhi cara pembaca memahami emosi dan pikiran tokoh utama dalam cerita, serta memberikan gambaran yang lebih luas dari cerita tersebut.

Sudut pandang orang pertama, misalnya, akan membuat pembaca merasa lebih dekat dengan tokoh utama dan lebih mudah untuk memahami emosi dan pikiran tokoh utama. Dalam sudut pandang orang pertama, tokoh utama menjadi narator cerita, sehingga pembaca dapat melihat dunia melalui mata tokoh utama. Sudut pandang orang pertama juga memberikan kesempatan kepada pengarang untuk mengeksplorasi dan mengungkapkan perasaan, pemikiran, dan tindakan tokoh utama.

Sudut pandang kedua, di sisi lain, membuat pembaca merasa lebih dekat dengan tokoh yang sedang berinteraksi dengan tokoh utama. Contohnya, pengarang bisa menggunakan sudut pandang kedua untuk menceritakan tentang tokoh yang sedang berbicara dengan tokoh utama. Dalam sudut pandang ini, pembaca akan merasakan interaksi yang terjadi antara tokoh utama dan tokoh lain serta dapat memahami lebih jelas bagaimana tokoh utama dilihat oleh tokoh lain.

Sudut pandang ketiga, pada gilirannya, membuat pembaca merasa sebagai pengamat yang tidak terlibat dalam cerita dan memberikan gambaran yang lebih luas dari cerita tersebut. Dalam sudut pandang ketiga, pengarang menceritakan cerita dari sudut pandang pengamat yang tidak terlibat dalam cerita. Pembaca akan melihat cerita dari sudut pandang yang lebih luas, dan dapat memahami alur cerita secara keseluruhan.

Kesimpulannya, sudut pandang pengarang dapat mempengaruhi cara pembaca memahami dan menginterpretasi cerita yang sedang dibaca. Oleh karena itu, sangat penting bagi pembaca untuk memahami sudut pandang pengarang dalam sebuah cerita atau narasi.

Baca juga:  Apakah Kita Berhak Menyalakan Televisi Jelaskan

4. Sudut pandang orang pertama membuat pembaca merasa lebih dekat dengan tokoh utama dan lebih mudah untuk memahami emosi dan pikiran tokoh utama.

Sudut pandang orang pertama dalam teks cerita atau narasi adalah sudut pandang di mana cerita diceritakan dari sudut pandang tokoh utama atau narator cerita. Dalam sudut pandang orang pertama, pengarang menggunakan kata ganti “aku” atau “saya” untuk menceritakan cerita.

Sudut pandang orang pertama memiliki kelebihan dalam membuat pembaca merasa lebih dekat dengan tokoh utama dan lebih mudah memahami emosi dan pikiran tokoh utama. Pembaca dapat merasakan secara langsung perasaan dan pemikiran tokoh utama, sehingga dapat memahami karakter tokoh tersebut dengan lebih baik. Sudut pandang ini juga dapat membuat cerita terasa lebih personal dan subjektif.

Contoh kalimat dari sudut pandang orang pertama adalah “Aku sedang berjalan di tengah hutan yang sunyi. Aku merasa ketakutan setiap kali terdengar suara daun kering yang tersapu angin”. Melalui kalimat tersebut, pembaca dapat merasakan ketakutan yang dirasakan oleh tokoh utama.

Namun, sudut pandang orang pertama juga memiliki kelemahan. Keterbatasan sudut pandang ini dapat membuat cerita terasa sempit dan kurang luas. Pembaca hanya bisa melihat cerita dari sudut pandang tokoh utama, sehingga tidak dapat melihat gambaran keseluruhan dari cerita tersebut.

Dalam penggunaannya, pengarang dapat memilih sudut pandang orang pertama sesuai dengan tujuan cerita atau narasi yang ingin disampaikan kepada pembaca. Jika ingin membuat cerita terasa lebih personal dan emosional, pengarang dapat menggunakan sudut pandang orang pertama.

5. Sudut pandang kedua membuat pembaca merasa lebih dekat dengan tokoh yang sedang berinteraksi dengan tokoh utama.

Poin kelima dari tema “jelaskan tentang sudut pandang pengarang dalam teks cerita atau narasi” adalah “sudut pandang kedua membuat pembaca merasa lebih dekat dengan tokoh yang sedang berinteraksi dengan tokoh utama”.

Sudut pandang kedua adalah sudut pandang pengarang yang menceritakan cerita dari sudut pandang tokoh lain yang berinteraksi langsung dengan tokoh utama. Contoh penggunaan sudut pandang kedua adalah ketika pengarang menceritakan sebuah dialog antara dua tokoh, dan salah satu tokoh menjadi subjek dari cerita tersebut.

Dalam sudut pandang kedua, pembaca biasanya akan merasa lebih dekat dengan tokoh yang sedang berinteraksi dengan tokoh utama. Hal ini karena sudut pandang kedua menggambarkan situasi dari sudut pandang tokoh yang merespons tindakan atau kata-kata tokoh utama. Cara penulisannya pun seringkali menampilkan dialog dan aksi yang lebih banyak, dan memberikan kesan bahwa pembaca sedang berada di tengah-tengah interaksi antar tokoh.

Dengan sudut pandang kedua, pengarang dapat membuat cerita menjadi lebih dinamis dan menggugah emosi pembaca. Pembaca dapat merasakan ketegangan, kegembiraan, atau kesedihan dari sudut pandang tokoh yang terlibat dalam interaksi dengan tokoh utama. Sudut pandang kedua juga dapat memperkaya karakter tokoh dalam cerita, karena pengarang dapat menunjukkan bagaimana tokoh lain melihat dan merespons tokoh utama.

Namun, sudut pandang kedua juga memiliki keterbatasan. Sudut pandang kedua tidak memberikan gambaran yang lebih luas mengenai situasi atau tokoh lain di luar interaksi dengan tokoh utama. Hal ini dapat membatasi pemahaman dan interpretasi pembaca mengenai cerita secara keseluruhan. Oleh karena itu, pengarang perlu mempertimbangkan baik-baik pemilihan sudut pandang yang tepat untuk cerita yang sedang ditulis.

6. Sudut pandang ketiga membuat pembaca merasa sebagai pengamat yang tidak terlibat dalam cerita dan memberikan gambaran yang lebih luas dari cerita tersebut.

Poin keenam pada tema “jelaskan tentang sudut pandang pengarang dalam teks cerita atau narasi” adalah “Sudut pandang ketiga membuat pembaca merasa sebagai pengamat yang tidak terlibat dalam cerita dan memberikan gambaran yang lebih luas dari cerita tersebut.”

Sudut pandang ketiga adalah sudut pandang dari pengarang yang menceritakan cerita dari sudut pandang pengamat yang tidak terlibat dalam cerita. Sudut pandang ini memberikan gambaran yang lebih luas tentang kejadian yang terjadi dalam cerita, karena pengarang menceritakan cerita dari luar, sebagai pengamat yang tidak terlibat langsung dalam peristiwa yang terjadi.

Dalam sudut pandang ketiga, pengarang dapat memberikan pandangan yang lebih objektif terhadap peristiwa yang terjadi dalam cerita. Sebagai contoh, dalam cerita tentang seorang anak yang sedang menghadapi masalah di sekolah, sudut pandang ketiga dapat memberikan gambaran yang lebih luas tentang latar belakang kehidupan anak tersebut, seperti keluarga, teman-temannya, dan lingkungan sekitarnya. Hal ini dapat membantu pembaca untuk lebih memahami karakter dan latar belakang tokoh dalam cerita.

Sudut pandang ketiga juga dapat memberikan informasi tentang kejadian yang terjadi di luar pandangan tokoh utama atau narator dalam cerita. Hal ini dapat membantu pembaca untuk memahami alur cerita secara keseluruhan dan menghubungkan antara satu kejadian dengan kejadian lainnya.

Meskipun sudut pandang ketiga memberikan gambaran yang lebih luas tentang cerita, namun pembaca mungkin tidak merasa dekat dengan tokoh utama dalam cerita. Hal ini karena pengarang menceritakan cerita dari sudut pandang pengamat yang tidak terlibat langsung dalam peristiwa yang terjadi.

Sebagai kesimpulan, sudut pandang ketiga merupakan sudut pandang pengarang yang memberikan gambaran yang lebih luas tentang cerita dan membantu pembaca untuk memahami alur cerita secara keseluruhan. Namun, sudut pandang ini juga membuat pembaca merasa sebagai pengamat yang tidak terlibat dalam cerita dan tidak merasa dekat dengan tokoh utama dalam cerita.

7. Sudut pandang pengarang juga dapat mempengaruhi gaya penulisan cerita.

Sudut pandang pengarang adalah salah satu unsur penting dalam sebuah teks cerita atau narasi. Sudut pandang pengarang dapat mempengaruhi cara pembaca memahami dan menginterpretasi cerita yang sedang dibaca. Ada tiga jenis sudut pandang pengarang, yaitu sudut pandang orang pertama, kedua, dan ketiga.

Baca juga:  Jelaskan Yang Dimaksud Dengan Limbah B3

Sudut pandang pengarang pertama adalah sudut pandang yang menceritakan cerita dari sudut pandang sang tokoh utama atau naratornya. Dalam sudut pandang ini, pengarang akan menggunakan kata ganti “aku” atau “saya” untuk menceritakan cerita. Sudut pandang ini membuat pembaca merasa lebih dekat dengan tokoh utama dan lebih mudah memahami emosi dan pikiran tokoh utama. Pembaca akan merasa seperti sedang melihat dunia dari sudut pandang tokoh utama yang biasanya menjadi narator atau penyampai cerita. Sudut pandang ini sering digunakan dalam jenis cerita seperti autobiografi, memoar atau fiksi naratif yang menggambarkan kejadian dari sudut pandang tokoh utama.

Sudut pandang pengarang kedua adalah sudut pandang yang menceritakan cerita dari sudut pandang tokoh lain yang berinteraksi langsung dengan tokoh utama. Dalam sudut pandang ini, pengarang akan menggunakan kata ganti “kamu” atau “engkau” untuk menceritakan cerita. Sudut pandang ini membuat pembaca merasa lebih dekat dengan tokoh yang sedang berinteraksi dengan tokoh utama. Pembaca akan merasa seperti sedang terlibat dalam percakapan atau interaksi antara tokoh utama dengan tokoh lain. Sudut pandang ini sering digunakan dalam jenis cerita seperti novel percintaan atau cerita interaksi sosial.

Sudut pandang pengarang ketiga adalah sudut pandang yang menceritakan cerita dari sudut pandang pengamat yang tidak terlibat dalam cerita. Dalam sudut pandang ini, pengarang akan menggunakan kata ganti “dia” atau “mereka” untuk menceritakan cerita. Sudut pandang ini membuat pembaca merasa sebagai pengamat yang tidak terlibat dalam cerita dan memberikan gambaran yang lebih luas dari cerita tersebut. Pembaca akan merasa seperti sedang melihat cerita dari sudut pandang orang ketiga yang objektif. Sudut pandang ini sering digunakan dalam jenis cerita seperti jurnalistik, biografi atau fiksi naratif yang menggambarkan kejadian dalam skala yang lebih luas.

Sudut pandang pengarang juga dapat mempengaruhi gaya penulisan cerita. Sudut pandang orang pertama akan membuat gaya penulisan menjadi lebih personal dan subjektif, karena tokoh utama menjadi naratornya. Sudut pandang kedua membuat gaya penulisan menjadi lebih interaktif dan dialogis, karena tokoh utama berinteraksi dengan tokoh lain. Sedangkan, sudut pandang ketiga membuat gaya penulisan menjadi lebih objektif dan deskriptif, karena pengarang menceritakan dari sudut pandang pengamat.

Dalam sebuah cerita atau narasi, pengarang dapat menggunakan lebih dari satu sudut pandang untuk membuat cerita lebih dinamis dan menarik. Pengarang dapat menggunakan sudut pandang orang pertama untuk menceritakan perasaan tokoh utama dan sudut pandang ketiga untuk memberikan gambaran yang lebih luas dari cerita tersebut. Oleh karena itu, penting untuk memahami sudut pandang pengarang dalam sebuah cerita atau narasi untuk dapat memahami pesan dan interpretasi yang ingin disampaikan oleh pengarang.

8. Pengarang dapat menggunakan lebih dari satu sudut pandang untuk membuat cerita lebih dinamis dan menarik.

Sudut pandang pengarang dalam teks cerita atau narasi menjadi salah satu unsur penting dalam membentuk keseluruhan cerita. Sudut pandang pengarang adalah posisi atau sudut pandang dari mana cerita atau narasi tersebut diceritakan. Terdapat tiga jenis sudut pandang pengarang, yaitu sudut pandang orang pertama, sudut pandang kedua, dan sudut pandang ketiga.

Sudut pandang pengarang dalam sebuah cerita atau narasi dapat mempengaruhi cara pembaca memahami dan menginterpretasi cerita yang sedang dibaca. Dalam sudut pandang orang pertama, tokoh utama atau narator menjadi penutur cerita dan menceritakan dari perspektif dirinya sendiri. Pembaca akan merasa lebih dekat dengan tokoh utama dan lebih mudah memahami emosi dan pikiran tokoh utama karena pembaca dapat melihat dunia dari perspektif tokoh utama.

Sudut pandang kedua membuat pembaca merasa lebih dekat dengan tokoh lain yang berinteraksi langsung dengan tokoh utama. Sudut pandang ini dapat memberikan sudut pandang yang berbeda dan menarik untuk membaca cerita. Pembaca akan merasa terlibat dalam cerita dan ikut merasakan interaksi antara tokoh utama dengan tokoh lainnya.

Sudut pandang ketiga adalah sudut pandang yang menceritakan cerita dari sudut pandang pengamat yang tidak terlibat dalam cerita atau narasi tersebut. Pembaca akan merasa sebagai pengamat yang tidak terlibat dalam cerita dan memberikan gambaran yang lebih luas dari cerita tersebut. Sudut pandang ini dapat memberikan sudut pandang yang objektif dan dapat memperlihatkan cerita dari berbagai sudut pandang.

Sudut pandang pengarang juga dapat mempengaruhi gaya penulisan cerita. Sudut pandang orang pertama akan membuat gaya penulisan lebih personal dan subjektif karena tokoh utama menjadi naratornya. Sedangkan sudut pandang ketiga akan membuat gaya penulisan lebih objektif dan deskriptif karena pengarang menceritakan dari sudut pandang pengamat.

Pengarang dapat menggunakan lebih dari satu sudut pandang untuk membuat cerita lebih dinamis dan menarik. Misalnya, pengarang dapat menggunakan sudut pandang orang pertama untuk menceritakan perasaan tokoh utama dan sudut pandang ketiga untuk memberikan gambaran yang lebih luas dari cerita tersebut. Dengan demikian, penggunaan sudut pandang yang berbeda-beda ini akan membuat cerita menjadi lebih menarik dan bervariasi.

Dalam kesimpulannya, sudut pandang pengarang adalah posisi atau sudut pandang dari mana cerita atau narasi tersebut diceritakan. Terdapat tiga jenis sudut pandang pengarang, yaitu sudut pandang orang pertama, kedua, dan ketiga. Setiap sudut pandang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh karena itu, penting bagi penulis untuk mempertimbangkan sudut pandang yang akan digunakan agar dapat memberikan pengaruh yang tepat pada pembaca.