Jelaskan Tentang Unsur Intrinsik Dan Unsur Ekstrinsik Pada Teks Puisi

jelaskan tentang unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik pada teks puisi – Puisi merupakan salah satu karya sastra yang memiliki keindahan tersendiri. Karya sastra ini terdiri dari dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur yang terdapat pada isi atau konten puisi itu sendiri, sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur yang berada di luar isi puisi atau konteks sosial budaya saat puisi tersebut ditulis.

Unsur intrinsik pada teks puisi meliputi tema, amanat, gaya bahasa, bentuk, dan makna. Tema adalah pokok pikiran atau ide yang ingin disampaikan dalam puisi tersebut. Sedangkan amanat adalah pesan moral atau nasihat yang ingin disampaikan melalui puisi tersebut. Gaya bahasa adalah penggunaan bahasa yang khas atau istimewa dalam puisi. Bentuk adalah tampilan fisik puisi, seperti jumlah bait, jumlah baris dalam setiap bait, dan penggunaan rima. Sedangkan makna adalah interpretasi dari isi puisi itu sendiri.

Salah satu contoh puisi yang memiliki unsur intrinsik yang kuat adalah puisi “Aku Ingin”. Puisi ini memiliki tema tentang keinginan seseorang untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Dalam puisi ini, amanatnya adalah bahwa manusia harus selalu berusaha untuk meraih impian mereka. Gaya bahasa yang digunakan dalam puisi ini adalah metafora dan personifikasi. Bentuk puisi ini adalah puisi bebas, sehingga tidak memiliki aturan tertentu dalam jumlah bait dan baris dalam setiap bait. Makna dari puisi ini adalah bahwa seseorang harus memiliki tekad dan semangat yang kuat dalam meraih impian mereka.

Sedangkan unsur ekstrinsik pada teks puisi meliputi biografi penulis, latar belakang sosial budaya, dan konteks sejarah saat puisi tersebut ditulis. Biografi penulis adalah kehidupan penulis yang dapat mempengaruhi cara penulis menulis puisi. Latar belakang sosial budaya adalah kondisi sosial dan budaya pada saat puisi tersebut ditulis. Konteks sejarah saat puisi tersebut ditulis adalah peristiwa atau kejadian yang terjadi pada saat puisi tersebut ditulis.

Salah satu contoh puisi yang memiliki unsur ekstrinsik yang kuat adalah puisi “Indonesia Pusaka” karya Ismail Marzuki. Puisi ini ditulis pada tahun 1928 saat Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda. Latar belakang sosial budaya pada saat itu adalah kondisi masyarakat Indonesia yang sedang berjuang untuk merdeka dari penjajahan Belanda. Konteks sejarah saat puisi ini ditulis adalah perjuangan para pahlawan Indonesia untuk merdeka dari penjajahan Belanda. Hal ini tercermin dalam lirik puisi yang menggambarkan keindahan alam Indonesia dan semangat perjuangan para pahlawan Indonesia.

Dalam kesimpulannya, unsur intrinsik dan ekstrinsik pada teks puisi memiliki peran yang sangat penting dalam memahami puisi secara keseluruhan. Unsur intrinsik digunakan untuk mengeksplorasi isi dan makna dari puisi, sedangkan unsur ekstrinsik digunakan untuk memahami konteks sosial budaya dan sejarah pada saat puisi tersebut ditulis. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang unsur intrinsik dan ekstrinsik akan membantu pembaca untuk memahami makna dan pesan dari puisi dengan lebih baik.

Penjelasan: jelaskan tentang unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik pada teks puisi

1. Unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik adalah dua unsur penting pada teks puisi.

Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang memiliki keindahan tersendiri. Dalam sebuah puisi, terdapat unsur intrinsik dan ekstrinsik yang sangat penting untuk dipahami agar dapat memahami makna dan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis melalui puisi tersebut.

1. Unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik adalah dua unsur penting pada teks puisi.

Unsur intrinsik adalah unsur yang terkait dengan isi atau konten puisi itu sendiri. Terdapat lima unsur intrinsik yang harus dipahami, yaitu tema, amanat, gaya bahasa, bentuk, dan makna. Tema adalah pokok pikiran atau ide yang ingin disampaikan dalam puisi, sedangkan amanat adalah pesan moral atau nasihat yang ingin disampaikan melalui puisi tersebut. Selanjutnya, gaya bahasa adalah penggunaan bahasa yang khas atau istimewa dalam puisi, sedangkan bentuk adalah tampilan fisik dari puisi, seperti jumlah bait, jumlah baris dalam setiap bait, dan penggunaan rima. Makna adalah interpretasi dari isi puisi itu sendiri.

Sementara itu, unsur ekstrinsik adalah unsur yang berada di luar isi puisi atau konteks sosial budaya saat puisi tersebut ditulis. Ada tiga unsur ekstrinsik yang penting untuk dipahami, yaitu biografi penulis, latar belakang sosial budaya, dan konteks sejarah saat puisi tersebut ditulis. Biografi penulis adalah kehidupan penulis yang dapat mempengaruhi cara penulis menulis puisi. Latar belakang sosial budaya adalah kondisi sosial dan budaya pada saat puisi tersebut ditulis. Konteks sejarah saat puisi tersebut ditulis adalah peristiwa atau kejadian yang terjadi pada saat puisi tersebut ditulis.

Baca juga:  Jelaskan Langkah Langkah Mengirim Email

Dengan memahami unsur intrinsik dan ekstrinsik pada teks puisi, pembaca dapat memahami makna dan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis dengan lebih baik. Mengenali unsur intrinsik dapat membantu pembaca memahami isi dan arti puisi secara lebih mendalam, sedangkan unsur ekstrinsik dapat memperkaya pemahaman pembaca terhadap konteks sosial budaya serta sejarah pada saat puisi tersebut ditulis.

Dalam kesimpulannya, pemahaman yang baik tentang unsur intrinsik dan ekstrinsik pada teks puisi merupakan hal yang penting untuk dapat memahami makna dan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Dengan demikian, pembaca dapat merasakan keindahan dan kekuatan puisi tersebut.

2. Unsur intrinsik meliputi tema, amanat, gaya bahasa, bentuk, dan makna pada teks puisi.

Unsur intrinsik pada teks puisi adalah unsur yang terdapat pada isi atau konten puisi itu sendiri. Unsur ini harus dipahami dengan baik oleh pembaca supaya dapat memahami makna dan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis melalui puisi tersebut. Unsur intrinsik terdiri dari lima elemen, yaitu tema, amanat, gaya bahasa, bentuk, dan makna.

Pertama, tema adalah pokok pikiran atau ide yang ingin disampaikan dalam puisi. Tema dalam puisi dapat berupa tema kehidupan, tema alam, tema cinta, dan sebagainya. Tema ini dapat membantu pembaca untuk memahami apa yang ingin disampaikan oleh penulis melalui puisi tersebut.

Kedua, amanat adalah pesan moral atau nasihat yang ingin disampaikan melalui puisi tersebut. Amanat dalam puisi dapat berupa pesan tentang kebaikan, keadilan, kejujuran, dan sebagainya. Amanat ini dapat membantu pembaca untuk memahami nilai-nilai moral yang ingin disampaikan oleh penulis melalui puisi tersebut.

Ketiga, gaya bahasa adalah penggunaan bahasa yang khas atau istimewa dalam puisi. Gaya bahasa dalam puisi dapat berupa metafora, simile, personifikasi, dan sebagainya. Gaya bahasa ini dapat membuat puisi menjadi lebih indah dan menarik untuk dibaca.

Keempat, bentuk adalah tampilan fisik puisi, seperti jumlah bait, jumlah baris dalam setiap bait, dan penggunaan rima. Bentuk dalam puisi dapat mempengaruhi cara pembaca memahami puisi tersebut. Misalnya, puisi soneta memiliki aturan yang ketat dalam jumlah bait dan baris dalam setiap bait serta penggunaan rima, sehingga pembaca harus memahami aturan tersebut untuk dapat memahami makna dari puisi tersebut.

Kelima, makna adalah interpretasi dari isi puisi itu sendiri. Makna dalam puisi dapat berbeda-beda tergantung dari pengalaman, pengetahuan, dan pemahaman pembaca. Makna ini dapat membantu pembaca untuk memahami pesan yang ingin disampaikan oleh penulis melalui puisi tersebut.

Dalam kesimpulannya, unsur intrinsik pada teks puisi sangat penting untuk dipahami oleh pembaca supaya dapat memahami makna dan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis melalui puisi tersebut. Terdapat lima unsur intrinsik pada teks puisi, yaitu tema, amanat, gaya bahasa, bentuk, dan makna. Setiap unsur ini harus dipahami dengan baik oleh pembaca supaya dapat memahami puisi secara keseluruhan.

3. Tema adalah pokok pikiran atau ide yang ingin disampaikan dalam puisi, sementara amanat adalah pesan moral atau nasihat yang ingin disampaikan.

Tema dan amanat adalah dua unsur intrinsik pada teks puisi yang sangat penting untuk dipahami. Tema pada teks puisi adalah pokok pikiran atau ide yang ingin disampaikan oleh penulis. Tema dapat bersifat umum atau khusus, tergantung pada jenis puisi yang ditulis. Pada umumnya, tema puisi berkaitan dengan kehidupan manusia, alam, cinta, atau keindahan.

Sementara itu, amanat pada teks puisi adalah pesan moral atau nasihat yang ingin disampaikan oleh penulis. Amanat dapat dianggap sebagai inti dari puisi itu sendiri. Pesan moral atau nasihat tersebut dapat diarahkan kepada pembaca atau pada diri sendiri. Amanat pada puisi dapat berupa kritik sosial, nasihat kehidupan, perjuangan hidup, atau nilai-nilai kehidupan yang patut dipegang.

Tema dan amanat pada teks puisi dapat ditemukan melalui analisis terhadap kata-kata yang digunakan dalam puisi tersebut. Pembaca harus mampu memahami makna dari setiap kata dalam puisi agar dapat menemukan tema dan amanat yang diinginkan oleh penulis. Dalam hal ini, kemampuan pemahaman terhadap bahasa dan sastra sangat penting untuk dapat memahami tema dan amanat pada teks puisi.

Dalam kesimpulannya, tema dan amanat pada teks puisi adalah unsur intrinsik yang sangat penting dalam memahami makna dari puisi tersebut. Tema dan amanat dapat membantu pembaca memahami ide atau pikiran yang ingin disampaikan oleh penulis dalam puisi tersebut. Oleh karena itu, pembaca harus mampu memahami makna dari kata-kata dalam puisi agar dapat menemukan tema dan amanat yang diinginkan oleh penulis.

4. Gaya bahasa adalah penggunaan bahasa khas atau istimewa dalam puisi, sedangkan bentuk adalah tampilan fisik puisi.

Poin keempat dari tema “jelaskan tentang unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik pada teks puisi” membahas tentang gaya bahasa dan bentuk pada teks puisi. Gaya bahasa adalah penggunaan bahasa khas atau istimewa dalam puisi, sedangkan bentuk adalah tampilan fisik puisi.

Gaya bahasa pada teks puisi sangatlah penting karena gaya bahasa yang digunakan adalah salah satu faktor yang membuat puisi menjadi indah dan bernilai seni tinggi. Gaya bahasa pada puisi dapat berupa penggunaan metafora, simbol, personifikasi, hiperbola, dan lain-lain. Penggunaan gaya bahasa yang tepat pada puisi dapat memberikan efek pada pembaca untuk memahami makna dari puisi tersebut dengan lebih mendalam.

Baca juga:  Bagaimana Karakteristik Kebijakan Pengelolaan Keuangan Dalam Perusahaan

Sementara itu, bentuk pada teks puisi mencakup jumlah baris, jumlah bait, penggunaan rima, dan sebagainya. Bentuk pada puisi juga sangatlah penting karena dapat memberikan tampilan fisik yang menarik pada puisi tersebut. Beberapa jenis bentuk puisi yang populer adalah soneta, pantun, syair, dan lain-lain. Pemilihan bentuk pada puisi yang tepat dapat membuat puisi tersebut menjadi lebih mudah dipahami dan memberikan kesan yang berbeda pada pembaca.

Dalam kesimpulannya, gaya bahasa dan bentuk pada teks puisi adalah unsur intrinsik yang penting untuk diperhatikan. Penggunaan gaya bahasa yang tepat dapat memberikan nilai seni tinggi pada puisi dan membuatnya menjadi lebih indah, sementara itu pemilihan bentuk yang tepat dapat memberikan tampilan fisik yang menarik pada puisi tersebut. Oleh karena itu, kedua unsur ini harus diperhatikan dengan baik oleh penulis puisi agar dapat menciptakan puisi yang berkualitas tinggi.

5. Makna adalah interpretasi dari isi puisi itu sendiri.

Poin kelima dalam tema “jelaskan tentang unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik pada teks puisi” adalah “Makna adalah interpretasi dari isi puisi itu sendiri.” Makna pada teks puisi merupakan hasil dari interpretasi pembaca terhadap isi puisi yang dibuat oleh penyair. Makna pada teks puisi bukanlah sesuatu yang terlihat secara langsung, tetapi merupakan hasil dari interpretasi pembaca terhadap makna yang ingin disampaikan oleh penyair.

Makna pada teks puisi dapat berbeda-beda di antara pembaca yang berbeda-beda. Hal ini tergantung pada sudut pandang pembaca dalam menginterpretasi isi puisi tersebut. Makna pada teks puisi terkadang dapat menjadi subjektif, namun pada beberapa kasus tertentu, makna puisi mungkin lebih objektif dan dapat dipahami oleh semua pembaca.

Pembaca juga dapat menemukan makna pada teks puisi dengan cara memerhatikan unsur intrinsik pada puisi, seperti tema, amanat, gaya bahasa, dan bentuk. Mengamati unsur intrinsik pada puisi dapat membantu pembaca untuk memahami makna yang ingin disampaikan oleh penyair.

Selain itu, makna pada teks puisi juga dapat terkait dengan konteks sosial dan budaya saat puisi tersebut dibuat. Konteks sosial dan budaya dapat mempengaruhi makna puisi, karena puisi seringkali mencerminkan kondisi sosial dan budaya pada saat puisi tersebut ditulis.

Dalam hal ini, pemahaman makna pada teks puisi sangat penting untuk memahami pesan yang ingin disampaikan oleh penyair. Meskipun makna pada teks puisi dapat berbeda-beda di antara pembaca yang berbeda, tetapi pemahaman yang baik tentang makna puisi dapat membantu pembaca untuk lebih memahami dan menghargai keindahan puisi.

6. Unsur ekstrinsik meliputi biografi penulis, latar belakang sosial budaya, dan konteks sejarah saat puisi tersebut ditulis.

Poin keenam dari tema “Jelaskan tentang unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik pada teks puisi” membahas unsur ekstrinsik pada teks puisi. Unsur ekstrinsik pada teks puisi meliputi biografi penulis, latar belakang sosial budaya, dan konteks sejarah saat puisi tersebut ditulis.

Biografi penulis dapat menjadi faktor penting dalam memahami puisi, karena pengalaman hidup penulis dapat mempengaruhi cara penulis mengekspresikan diri dalam puisi. Misalnya, puisi-puisi Emily Dickinson banyak menggambarkan pengalaman pribadinya yang mungkin tidak dapat dipahami tanpa mengetahui latar belakang hidupnya.

Latar belakang sosial budaya juga dapat mempengaruhi pemahaman pada teks puisi. Kondisi sosial dan budaya pada saat puisi tersebut ditulis dapat mempengaruhi pemilihan tema, amanat, gaya bahasa, dan makna pada puisi tersebut. Misalnya, puisi-puisi pada masa perang dapat menggambarkan penderitaan dan kepedihan masyarakat pada saat itu.

Konteks sejarah saat puisi ditulis juga dapat membantu memahami makna puisi. Peristiwa atau kejadian pada saat puisi ditulis dapat menjadi latar belakang atau inspirasi dalam penulisan puisi tersebut. Misalnya, puisi “Indonesia Pusaka” karya Ismail Marzuki ditulis pada masa Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda, sehingga puisi tersebut menggambarkan semangat perjuangan masyarakat Indonesia untuk merdeka dari penjajahan.

Dalam kesimpulannya, unsur ekstrinsik pada teks puisi dapat membantu pembaca untuk memahami puisi secara lebih mendalam. Dengan mengetahui biografi penulis, latar belakang sosial budaya, dan konteks sejarah pada saat puisi tersebut ditulis, pembaca dapat memahami lebih baik mengenai makna, tema, dan amanat yang ingin disampaikan dalam puisi tersebut.

7. Biografi penulis dapat mempengaruhi cara penulis menulis puisi.

Unsur ekstrinsik pada teks puisi meliputi biografi penulis, latar belakang sosial budaya, dan konteks sejarah saat puisi tersebut ditulis. Biografi penulis adalah kehidupan penulis yang dapat mempengaruhi cara penulis menulis puisi. Kehidupan penulis, seperti pendidikan, latar belakang keluarga, pengalaman hidup, dan nilai-nilai yang diyakini, dapat memengaruhi cara penulis mengekspresikan diri dalam puisi. Misalnya, penulis yang memiliki latar belakang pendidikan dan kehidupan yang kompleks, mungkin mengekspresikan emosi dan pemikirannya dalam puisi dengan cara yang lebih kompleks dan bermakna.

Selain itu, biografi penulis juga dapat mempengaruhi tema, amanat, dan gaya bahasa dalam puisi. Jika penulis memiliki pengalaman hidup yang sulit, misalnya, tema puisi yang dihasilkan bisa saja berkaitan dengan penderitaan dan kesulitan hidup. Begitu juga dengan gaya bahasa yang digunakan, penulis yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi mungkin lebih cenderung menggunakan bahasa yang lebih kompleks dan figuratif dalam puisi mereka.

Dalam hal ini, pemahaman biografi penulis dapat membantu pembaca untuk memahami puisi dengan lebih baik, karena dapat membantu mereka memahami latar belakang penulis dan pengaruhnya pada cara penulis mengekspresikan diri dalam puisi.

8. Latar belakang sosial budaya adalah kondisi sosial dan budaya pada saat puisi tersebut ditulis.

Poin ke-8 adalah tentang unsur ekstrinsik pada teks puisi, yaitu latar belakang sosial budaya. Latar belakang sosial budaya merujuk pada kondisi sosial dan budaya pada saat puisi tersebut ditulis. Hal ini sangat penting untuk dipahami karena puisi merupakan cerminan dari kondisi sosial dan budaya pada saat itu.

Baca juga:  Jelaskan Hubungan Keberagaman Dengan Persatuan Dan Kesatuan

Latar belakang sosial budaya dapat mempengaruhi karya sastra, termasuk puisi. Misalnya, pada saat puisi ditulis, mungkin ada perubahan signifikan dalam masyarakat atau budaya yang dapat tercermin dalam puisi tersebut. Sebagai contoh, puisi yang ditulis selama periode perang mungkin memiliki nada yang berbeda dari puisi yang ditulis selama masa damai. Hal ini dapat mempengaruhi tema, gaya bahasa, dan amanat dari puisi.

Dalam puisi, latar belakang sosial budaya dapat tercermin dalam bahasa yang digunakan, metafora, atau simbol. Misalnya, puisi yang ditulis selama masa kolonialisme mungkin menggunakan bahasa yang lebih kaya dan metafora yang lebih banyak untuk menggambarkan perjuangan rakyat atau keindahan alam. Di sisi lain, puisi yang ditulis pada masa modern mungkin menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan kurang metafora.

Dengan memahami latar belakang sosial budaya pada saat puisi ditulis, kita dapat memahami sudut pandang penulis, pesan yang ingin disampaikan, dan cara penyampaian pesan tersebut. Ini akan membantu kita untuk lebih memahami puisi secara keseluruhan dan dapat mengekspresikan makna secara lebih baik.

Dalam kesimpulannya, latar belakang sosial budaya adalah unsur ekstrinsik yang sangat penting dalam puisi, karena mempengaruhi karya sastra secara keseluruhan. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang konteks sosial dan budaya pada saat puisi tersebut ditulis akan membantu kita dalam memahami puisi dengan lebih baik.

9. Konteks sejarah saat puisi tersebut ditulis adalah peristiwa atau kejadian yang terjadi pada saat puisi tersebut ditulis.

Poin ke-9 dalam tema “Jelaskan tentang unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik pada teks puisi” membahas tentang unsur ekstrinsik pada teks puisi. Unsur ekstrinsik meliputi biografi penulis, latar belakang sosial budaya, dan konteks sejarah saat puisi tersebut ditulis.

Konteks sejarah dalam puisi mengacu pada peristiwa atau kejadian yang terjadi pada saat puisi tersebut ditulis. Sebagai contoh, puisi “Indonesia Pusaka” karya Ismail Marzuki yang ditulis pada tahun 1928, dimana pada saat itu Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda. Dalam puisi tersebut terdapat lirik yang menggambarkan semangat perjuangan para pahlawan Indonesia dalam merdeka dari penjajahan Belanda. Konteks sejarah tersebut menjadi penting untuk memahami makna dari puisi tersebut.

Konteks sejarah juga dapat memberikan informasi tentang peristiwa atau kejadian yang mempengaruhi penulis dalam menulis puisi. Sebagai contoh, puisi “Aku Ingin” karya Chairil Anwar yang ditulis pada tahun 1943, dimana pada saat itu Indonesia sedang berada dalam masa pendudukan Jepang. Hal ini dapat mempengaruhi cara Chairil Anwar menulis puisinya, dan menghasilkan puisi yang memperlihatkan semangat perlawanan terhadap penjajahan.

Dengan demikian, memahami konteks sejarah saat puisi ditulis dapat membantu pembaca untuk memahami lebih lanjut makna dan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Konteks sejarah dapat memberikan informasi tambahan tentang kondisi sosial, politik, dan budaya saat puisi ditulis, dan memberikan konteks yang lebih luas bagi interpretasi puisi. Oleh karena itu, unsur ekstrinsik pada teks puisi menjadi penting untuk dipahami agar pembaca dapat memahami puisi secara lebih utuh.

10. Pemahaman yang baik tentang unsur intrinsik dan ekstrinsik akan membantu pembaca untuk memahami makna dan pesan dari puisi dengan lebih baik.

Puisi merupakan karya sastra yang memiliki keindahan tersendiri. Puisi terdiri dari dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur yang terdapat pada isi atau konten puisi itu sendiri, sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur yang berada di luar isi puisi atau konteks sosial budaya saat puisi tersebut ditulis.

Unsur intrinsik pada teks puisi meliputi tema, amanat, gaya bahasa, bentuk, dan makna. Tema adalah pokok pikiran atau ide yang ingin disampaikan dalam puisi, sedangkan amanat adalah pesan moral atau nasihat yang ingin disampaikan. Tema dan amanat pada suatu puisi sangat penting karena dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang isi puisi tersebut. Gaya bahasa adalah penggunaan bahasa khas atau istimewa dalam puisi, seperti metafora dan personifikasi. Gaya bahasa ini juga dapat menambah keindahan dan kekuatan dari puisi. Bentuk puisi mencakup jumlah bait, jumlah baris dalam setiap bait, dan penggunaan rima. Makna adalah interpretasi dari isi puisi itu sendiri. Makna dari puisi bersifat subjektif dan tergantung pada persepsi pembaca.

Unsur ekstrinsik pada teks puisi meliputi biografi penulis, latar belakang sosial budaya, dan konteks sejarah saat puisi tersebut ditulis. Biografi penulis dapat mempengaruhi cara penulis menulis puisi. Misalnya, pengalaman hidup penulis dapat tercermin dalam puisi yang ditulis. Latar belakang sosial budaya adalah kondisi sosial dan budaya pada saat puisi tersebut ditulis. Hal ini dapat mempengaruhi tema, amanat, dan gaya bahasa dari puisi tersebut. Konteks sejarah saat puisi tersebut ditulis adalah peristiwa atau kejadian yang terjadi pada saat puisi tersebut ditulis. Hal ini dapat mempengaruhi tema dan amanat dari puisi tersebut.

Pemahaman yang baik tentang unsur intrinsik dan ekstrinsik akan membantu pembaca untuk memahami makna dan pesan dari puisi dengan lebih baik. Dengan memahami unsur intrinsik, pembaca dapat menafsirkan makna dari isi puisi tersebut. Sedangkan dengan memahami unsur ekstrinsik, pembaca dapat mengetahui konteks sosial budaya dan sejarah yang menjadi latar belakang dari puisi tersebut. Dengan pemahaman yang baik tentang unsur intrinsik dan ekstrinsik, pembaca dapat memahami puisi secara utuh dan lebih mendalam.