Menu
Belajar Online Yuk

Pabrik Kain Merupakan Industri Yang Melakukan Produksi

  • Bagikan
pabrik kain merupakan industri yang melakukan produksi
pabrik kain merupakan industri yang melakukan produksi

Pabrik Kain dan Perkembangannya di Indonesia

Pabrik kain merupakan industri yang melakukan produksi antara, yakni yang memproses bahan mentah berupa benang hingga menjadi kain yang menjadi bahan baku pembuatan pakaian, sebagai produk akhir nya.

Kondisi Industri Kain Indonesia

Tingkat permintaan bahan baku lokal sebenarnya sedang tinggi sebab negara sumber impor bahan baku seperti China sedang mengalami kendala produksi, dan pasokan dari negara-negara lain seperti Taiwan serta Korea Selatan juga ada hambatan berupa mahalnya ongkos pengapalan serta kelangkaan kontainer dan kapal induk. Namun adanya hambatan kebijakan di dalam negeri sendiri menjadi masalah.

Seperti bahan baku dari luar negeri mendapatkan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE), yang justru  tidak berlaku bagi produk dalam negeri. Lalu juga jika menggunakan produk dalam negeri, justru harus membayar dulu pajaknya, meski ada restrukturisasi dari pemerintah tapi memerlukan waktu yang lama, sehingga mengganggu cash flow.

Selain itu industri tekstil di tahun ini juga mendapat beban tambahan berupa kenaikan biaya energi dengan adanya wacana akan adanya peningkatan tarif dasar listrik (TDL) oleh PLN, terkait minimnya pasokan batu bara di dalam negeri karena harganya yang sedang tinggi sehingga lalu justru banyak mengalir ke luar, diekspor secara mentah dalam bentuk raw material.

Kemudian juga meski telah ada beberapa negara yang telah masuk ke dalam daftar pengenaan safeguard tapi  belum terasa dampaknya secara signifikan, dan perlu ditambah dengan beberapa negara lainnya pula.

3 Kelemahan

Para pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menyatakan bahwa titik lemah industri ini adalah pada industri antara, yakni saat produksi kain mentah diproses menjadi kain jadi, sebagai berikut.

Baca Juga:  Produksi Dalam Arti Sempit Adalah

Kondisi mesin produksinya yang perlu diperbaharui agar bisa lebih efisien. 70% dari mesin yang saat ini dipergunakan pada industri tekstil adalah mesin buatan tahun 1990 an. Sehingga rendahnya produktivitas tersebut lantas ditransmisikan hingga ke hilir industri TPT.

Regulasi lingkungan yang menghambat dan tidak adil. Regulasi limbah berbahaya dan beracun (B3) yang diberlakukan pada industri kain tidak adil. Industri kain dipaksa menjaga chemical oxygen demand (COD) serta biological oxygen demand (BOD) pada level 115 dari posisi sebelumnya yakni 150.

Sedangkan pada industri lain masih bisa ditolerir dan dibolehkan level COD serta BOD yang lebih tingi seperti pada industri pulp dan kertas di angka 300 dan industri pengolahan minyak sawit di angka 600. Dampaknya investasi jadi industri kain jadi minim akibat kurang menarik juga dengan riset, serta pengembangan di industri kain jadi sulit dan mengalami hambatan serta tidak menguntungkan juga tak menarik lagi. 

Minimnya ruang pada pasar domestik, dengan adanya produk kain impor yang membanjiri pasar lokal meskipun sebenarnya kapasitas terpasang industri kain mentah mampu memenuhi konsumsi nasional. Seharusnya industri tekstil dalam negeri dapat mengambil peluang pasar dalam negeri. Sedangkan tantangan di sisi ekspor memang masih berat. Pada industri tekstil hulu sebenarnya terdapat peluang besar untuk menjadi substitusi bahan baku impor bagi tujuan ekspor.

Industri hilir TPT tumbuh penjualannya dan selalu membukukan neraca dagang yang positif, namun Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mengakui adanya dua sektor industri TPT yang masih selalu membukukan neraca dagang yang negatif, yakni neraca dagang industri serat salah satunya.

Hal tersebut sebenarnya bisa dimaklumi karena pertanian nasional tidak bisa menghasilkan kapas. Neraca dagang industri kapas pun terus melebar hingga mencapai minus 678.871 ton di akhir 2017. Namun ada penambahan nilai di industri pengolahan benang yang selalu surplus. Meski neraca dagang industri kain selalu saja negatif.  Garmen impor dari China dan Korea Selatan bisa lebih murah sesudah ditambah biaya logistik dan cukai di dalam negeri sekalipun, itu masalahnya.

Baca Juga:  Jelaskan Tiga Manfaat Penerapan Ragam Hias Di Atas Bahan Tekstil
  • Bagikan