Sebutkan Dan Jelaskan Ciri Ciri Khusus Ham

sebutkan dan jelaskan ciri ciri khusus ham – Hak Asasi Manusia atau yang biasa disingkat menjadi HAM adalah hak yang diberikan kepada setiap individu tanpa terkecuali. Hak ini diakui baik oleh negara maupun masyarakat internasional sebagai hak yang fundamental dan tidak bisa diabaikan. Karena itu, HAM memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan hak-hak lainnya.

Ciri-ciri khusus HAM yang pertama adalah universal. Artinya, hak asasi manusia berlaku untuk semua orang tanpa terkecuali. Baik itu jenis kelamin, usia, agama, status sosial, dan lain-lain tidak mempengaruhi atau menghalangi seseorang untuk mendapatkan hak-haknya sebagai manusia. Sebagai contoh, hak untuk hidup, hak atas kebebasan berpendapat, hak atas kesehatan, dan hak atas pendidikan harus diberikan kepada semua orang tanpa terkecuali.

Ciri-ciri kedua dari HAM adalah yang bersifat inheren. Ini berarti bahwa hak asasi manusia merupakan hak yang melekat pada diri manusia itu sendiri dan tidak bisa diambil atau dihapuskan oleh pihak manapun. Hak ini juga tidak bisa dijual atau ditukar dengan apapun. Sebagai contoh, hak atas kebebasan beragama adalah hak yang selalu melekat pada diri seseorang meskipun orang tersebut pindah agama atau tidak memiliki agama sama sekali.

Ciri-ciri khusus ketiga dari HAM adalah yang bersifat tidak dapat dicabut. Hak asasi manusia tidak bisa dicabut oleh negara atau pihak manapun dengan alasan apapun. Ini berarti bahwa hak-hak tersebut harus dilindungi dan dihormati oleh semua pihak. Sebagai contoh, hak atas kebebasan berekspresi tidak bisa dicabut oleh pemerintah dengan alasan yang tidak jelas atau tidak beralasan.

Ciri-ciri khusus keempat dari HAM adalah yang bersifat fundamental. Hak asasi manusia merupakan hak yang fundamental atau hak yang paling mendasar bagi setiap manusia. Hak-hak ini merupakan dasar dari keberadaan manusia sebagai makhluk sosial. Tanpa hak-hak tersebut, manusia tidak akan bisa hidup secara layak dan manusiawi. Sebagai contoh, hak atas makanan dan minuman merupakan hak yang fundamental bagi setiap manusia.

Ciri-ciri khusus kelima dari HAM adalah yang bersifat tidak diskriminatif. Hak asasi manusia harus diberikan dengan tidak diskriminatif dan tidak membeda-bedakan seseorang dari yang lain. Hak-hak tersebut harus diberikan secara adil dan merata kepada semua orang tanpa terkecuali. Sebagai contoh, hak atas kebebasan berpendapat harus diberikan tanpa memandang jenis kelamin, usia, atau suku bangsa seseorang.

Ciri-ciri khusus keenam dari HAM adalah yang bersifat tidak dapat dikurangi atau dibatasi oleh negara. Hak asasi manusia tidak bisa dikurangi atau dibatasi oleh negara dengan alasan apa pun. Hak-hak tersebut harus tetap dihormati meskipun terdapat kepentingan nasional atau keamanan nasional yang harus dipertahankan. Sebagai contoh, hak atas privasi tidak bisa dikurangi oleh negara dengan alasan keamanan nasional.

Ciri-ciri khusus terakhir dari HAM adalah yang bersifat saling terkait. Hak asasi manusia merupakan hak yang saling terkait. Hak-hak tersebut harus dipertimbangkan secara bersamaan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Sebagai contoh, hak atas pendidikan harus dipertimbangkan bersamaan dengan hak atas kesehatan karena keduanya saling terkait.

Dalam rangka menjaga keberlangsungan hidup manusia, maka hak asasi manusia harus selalu dihormati dan dilindungi. Setiap orang harus diberikan hak-hak tersebut tanpa terkecuali dan harus dijaga agar tidak terjadi pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Oleh karena itu, pemahaman dan penghargaan terhadap hak asasi manusia harus selalu ditanamkan dalam setiap individu baik itu di kalangan masyarakat maupun pemerintah.

Penjelasan: sebutkan dan jelaskan ciri ciri khusus ham

1. HAM memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan hak-hak lainnya.

Hak asasi manusia (HAM) memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan hak-hak lainnya. Hal ini disebabkan karena HAM merupakan hak yang fundamental dan melekat pada diri manusia sebagai makhluk sosial. HAM juga diakui baik oleh negara maupun masyarakat internasional sebagai hak yang fundamental dan tidak bisa diabaikan.

Ciri khusus pertama dari HAM adalah universal. Artinya, hak asasi manusia berlaku untuk semua orang tanpa terkecuali. Baik itu jenis kelamin, usia, agama, status sosial, dan lain-lain tidak mempengaruhi atau menghalangi seseorang untuk mendapatkan hak-haknya sebagai manusia. Sebagai contoh, hak untuk hidup, hak atas kebebasan berpendapat, hak atas kesehatan, dan hak atas pendidikan harus diberikan kepada semua orang tanpa terkecuali.

Baca juga:  Jelaskan Manfaat Dari Seni Rupa

Ciri khusus kedua dari HAM adalah yang bersifat inheren. Ini berarti bahwa hak asasi manusia merupakan hak yang melekat pada diri manusia itu sendiri dan tidak bisa diambil atau dihapuskan oleh pihak manapun. Hak ini juga tidak bisa dijual atau ditukar dengan apapun. Sebagai contoh, hak atas kebebasan beragama adalah hak yang selalu melekat pada diri seseorang meskipun orang tersebut pindah agama atau tidak memiliki agama sama sekali.

Ciri khusus ketiga dari HAM adalah yang bersifat tidak dapat dicabut. Hak asasi manusia tidak bisa dicabut oleh negara atau pihak manapun dengan alasan apapun. Ini berarti bahwa hak-hak tersebut harus dilindungi dan dihormati oleh semua pihak. Sebagai contoh, hak atas kebebasan berekspresi tidak bisa dicabut oleh pemerintah dengan alasan yang tidak jelas atau tidak beralasan.

Ciri khusus keempat dari HAM adalah yang bersifat fundamental. Hak asasi manusia merupakan hak yang fundamental atau hak yang paling mendasar bagi setiap manusia. Hak-hak ini merupakan dasar dari keberadaan manusia sebagai makhluk sosial. Tanpa hak-hak tersebut, manusia tidak akan bisa hidup secara layak dan manusiawi. Sebagai contoh, hak atas makanan dan minuman merupakan hak yang fundamental bagi setiap manusia.

Ciri khusus kelima dari HAM adalah yang bersifat tidak diskriminatif. Hak asasi manusia harus diberikan dengan tidak diskriminatif dan tidak membeda-bedakan seseorang dari yang lain. Hak-hak tersebut harus diberikan secara adil dan merata kepada semua orang tanpa terkecuali. Sebagai contoh, hak atas kebebasan berpendapat harus diberikan tanpa memandang jenis kelamin, usia, atau suku bangsa seseorang.

Ciri khusus keenam dari HAM adalah yang bersifat tidak dapat dikurangi atau dibatasi oleh negara. Hak asasi manusia tidak bisa dikurangi atau dibatasi oleh negara dengan alasan apa pun. Hak-hak tersebut harus tetap dihormati meskipun terdapat kepentingan nasional atau keamanan nasional yang harus dipertahankan. Sebagai contoh, hak atas privasi tidak bisa dikurangi oleh negara dengan alasan keamanan nasional.

Ciri khusus terakhir dari HAM adalah yang bersifat saling terkait. Hak asasi manusia merupakan hak yang saling terkait. Hak-hak tersebut harus dipertimbangkan secara bersamaan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Sebagai contoh, hak atas pendidikan harus dipertimbangkan bersamaan dengan hak atas kesehatan karena keduanya saling terkait.

Dalam rangka menjaga keberlangsungan hidup manusia, maka hak asasi manusia harus selalu dihormati dan dilindungi. Setiap orang harus diberikan hak-hak tersebut tanpa terkecuali dan harus dijaga agar tidak terjadi pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Oleh karena itu, pemahaman dan penghargaan terhadap hak asasi manusia harus selalu ditanamkan dalam setiap individu baik itu di kalangan masyarakat maupun pemerintah.

2. Ciri khusus pertama dari HAM adalah universal, artinya berlaku untuk semua orang tanpa terkecuali.

Ciri khusus pertama dari Hak Asasi Manusia (HAM) adalah universal, artinya hak ini berlaku untuk semua orang tanpa terkecuali. Hal ini berarti bahwa setiap orang, tanpa memandang jenis kelamin, usia, agama, suku bangsa, status sosial, dan lain-lain, berhak memperoleh hak-hak yang sama. Universalitas HAM ini diakui dan dihormati oleh semua negara dan masyarakat internasional.

Contohnya, hak untuk hidup, hak atas kebebasan berpendapat, hak atas kesehatan, hak atas pendidikan, dan hak atas kebebasan berekspresi harus diberikan kepada semua orang tanpa terkecuali. Tidak hanya itu, hak atas pekerjaan, hak atas perumahan, hak atas keamanan, dan hak atas kebebasan beragama juga harus diberikan tanpa terkecuali.

Dalam konteks universalitas HAM, setiap orang memiliki hak yang sama dan tidak boleh didiskriminasi dengan alasan apapun. Hak asasi manusia yang universal ini harus dilindungi dan dihormati oleh semua pihak, termasuk oleh negara, karena hak ini merupakan hak dasar bagi setiap manusia untuk hidup secara layak dan bermartabat.

Oleh karena itu, sebagai manusia, kita harus memahami pentingnya universalitas HAM dan berupaya untuk menjaga keberlangsungan hak tersebut. Kita tidak boleh membatasi hak asasi manusia seseorang hanya karena perbedaan jenis kelamin, agama, atau suku bangsa. Semua orang berhak memperoleh hak yang sama tanpa terkecuali. Dalam hal ini, negara memiliki tanggung jawab untuk menghormati, melindungi, dan menjamin universalitas HAM, serta memastikan bahwa hak asasi manusia terlindungi dan dihormati oleh semua pihak.

3. Ciri khusus kedua dari HAM adalah yang bersifat inheren, melekat pada diri manusia dan tidak bisa diambil atau dihapuskan oleh pihak manapun.

Ciri khusus kedua dari HAM adalah yang bersifat inheren. Artinya, hak asasi manusia merupakan hak yang melekat pada diri manusia dan tidak bisa diambil atau dihapuskan oleh pihak manapun. Hak ini juga tidak bisa dijual atau ditukar dengan apapun.

Hal ini berarti bahwa setiap manusia memiliki hak asasi yang sama, dan tidak ada yang bisa mengambil hak-hak itu dari mereka. Contohnya, hak atas kebebasan beragama, yang melekat pada diri seseorang dan tidak bisa diambil atau dihapuskan oleh pihak manapun.

Hak asasi manusia yang inheren ini juga tidak bisa dibatalkan atau dikurangi oleh negara atau pihak manapun. Negara tidak memiliki hak untuk mengambil hak asasi manusia seseorang tanpa alasan yang jelas atau tanpa prosedur hukum yang adil.

Dengan kata lain, hak asasi manusia adalah hak dasar yang melekat pada diri manusia dan harus dihormati oleh semua orang tanpa terkecuali. Hak-hak tersebut tidak dapat diabaikan atau diambil oleh negara atau pihak manapun, karena itu merupakan bagian dari hak-hak yang melekat pada diri manusia dan harus diakui dan dihormati oleh semua orang.

Baca juga:  Jelaskan Yang Dimaksud Dengan Pestisida

4. Ciri khusus ketiga dari HAM adalah yang bersifat tidak dapat dicabut, tidak bisa dicabut oleh negara atau pihak manapun dengan alasan apapun.

Ciri ketiga dari hak asasi manusia (HAM) adalah bahwa hak-hak tersebut bersifat tidak dapat dicabut. Ini berarti bahwa hak asasi manusia harus dihormati dan dijaga keberadaannya, tidak bisa diambil atau dicabut oleh negara atau pihak manapun dengan alasan apapun. Hak-hak ini harus selalu dijaga dan dilindungi oleh negara, masyarakat internasional, dan individu.

Sebagai contoh, hak atas kebebasan berpendapat adalah hak asasi manusia yang tidak bisa dicabut oleh negara atau pihak manapun. Setiap orang berhak untuk memiliki pendapat dan mengemukakan pendapat mereka tanpa takut akan mendapatkan hukuman atau penganiayaan. Negara tidak dapat mengambil hak ini dari warganya dengan alasan apa pun, termasuk jika pendapat tersebut dianggap merugikan kepentingan nasional atau keamanan negara.

Ciri ketiga ini merupakan salah satu ciri khusus yang membedakan hak asasi manusia dengan hak-hak lainnya. Hak-hak lainnya, seperti hak milik, dapat dicabut oleh negara dengan alasan tertentu, seperti kepentingan umum. Namun, hak asasi manusia tidak dapat dicabut atau diambil oleh negara, dan harus selalu dijaga dan dilindungi.

Dalam menghormati dan melindungi hak asasi manusia, negara harus memastikan bahwa hak-hak tersebut dilindungi dalam hukum nasional dan internasional. Negara juga harus memastikan bahwa individu-individu yang melanggar hak asasi manusia dikenai sanksi yang sesuai dan adil. Selain itu, masyarakat internasional juga harus memainkan peran penting dalam menjaga hak asasi manusia dan memastikan bahwa negara-negara yang melanggar hak tersebut dikenai sanksi yang sesuai dan adil.

Dalam hal ini, ciri ketiga dari hak asasi manusia menunjukkan bahwa hak-hak ini tidak bisa diambil atau dicabut oleh pihak manapun. Ini menunjukkan bahwa hak asasi manusia memiliki nilai yang sangat penting dan harus dijaga dengan hati-hati, agar hak-hak tersebut tetap dihormati dan dilindungi.

5. Ciri khusus keempat dari HAM adalah yang bersifat fundamental, merupakan hak yang paling mendasar bagi setiap manusia.

Ciri khusus keempat dari HAM adalah yang bersifat fundamental, merupakan hak yang paling mendasar bagi setiap manusia. Hak-hak asasi manusia seperti hak untuk hidup, hak atas kebebasan berpendapat, hak atas perlindungan dari penyiksaan atau perlakuan yang keji, dan hak atas kebebasan beragama merupakan hak-hak yang mendasar bagi kemanusiaan. Hak-hak tersebut harus diakui dan dilindungi oleh negara serta seluruh masyarakat internasional.

Hak untuk hidup merupakan hak yang paling mendasar dari semua hak asasi manusia. Tanpa hak untuk hidup, manusia tidak bisa menikmati hak-hak asasi manusia lainnya. Hak atas kebebasan berpendapat dan hak atas kebebasan beragama juga termasuk hak yang fundamental karena hal tersebut merupakan hak untuk mengekspresikan diri dan menentukan keyakinan dan nilai-nilai yang dipercayai oleh seseorang.

Hak atas perlindungan dari penyiksaan atau perlakuan yang keji juga merupakan hak fundamental. Hak ini berkaitan dengan hak untuk diperlakukan secara manusiawi tanpa adanya pengecualian atau diskriminasi. Negara harus melindungi hak-hak tersebut tanpa terkecuali dan harus mengambil tindakan jika terjadi pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

Selain itu, hak atas kesehatan dan hak atas pendidikan juga termasuk hak yang fundamental. Kesehatan dan pendidikan merupakan hal yang penting dalam memperoleh kehidupan yang sehat dan berkualitas. Setiap orang berhak untuk mendapatkan kesehatan yang memadai dan pendidikan yang layak tanpa terkecuali.

Dalam rangka untuk memastikan hak-hak asasi manusia yang fundamental ini dihormati dan dilindungi, negara dan masyarakat internasional harus bekerja sama. Negara harus membuat peraturan dan kebijakan yang memastikan hak-hak asasi manusia dipenuhi dan dilindungi di wilayahnya. Masyarakat internasional juga harus melakukan tindakan jika terjadi pelanggaran hak asasi manusia.

Dalam kesimpulannya, hak-hak asasi manusia yang fundamental harus diakui dan dilindungi oleh setiap negara dan masyarakat internasional. Hak-hak tersebut merupakan hak yang paling mendasar bagi kemanusiaan dan harus diberikan tanpa terkecuali. Negara harus membuat peraturan dan kebijakan yang memastikan hak-hak tersebut dipenuhi dan dilindungi, serta masyarakat internasional harus melakukan tindakan jika terjadi pelanggaran hak asasi manusia.

6. Ciri khusus kelima dari HAM adalah yang bersifat tidak diskriminatif, harus diberikan tanpa membeda-bedakan seseorang dari yang lain.

Ciri khusus kelima dari HAM adalah yang bersifat tidak diskriminatif. Ini berarti bahwa hak asasi manusia harus diberikan tanpa membeda-bedakan seseorang dari yang lain. Hak asasi manusia harus diberikan secara adil dan merata kepada semua orang tanpa terkecuali. Ini berarti bahwa hak-hak asasi manusia harus diberikan tanpa memandang jenis kelamin, usia, agama, status sosial, suku bangsa, atau warna kulit seseorang.

Tidak diskriminatif juga berarti bahwa hak asasi manusia harus diberikan tanpa adanya diskriminasi langsung maupun tidak langsung. Diskriminasi langsung terjadi ketika seseorang atau kelompok orang diperlakukan secara berbeda secara langsung karena faktor diskriminatif seperti jenis kelamin, suku, agama, atau orientasi seksual. Sedangkan diskriminasi tidak langsung terjadi ketika peraturan atau kebijakan yang seharusnya berlaku sama bagi semua orang, pada kenyataannya memberikan dampak yang berbeda terhadap kelompok tertentu.

Ketidakdiskriminatifan adalah prinsip dasar dalam hak asasi manusia yang ditegaskan dalam berbagai instrumen hak asasi manusia baik di tingkat nasional maupun internasional. Negara-negara harus memastikan bahwa hak asasi manusia diberikan secara adil dan merata kepada semua orang tanpa terkecuali dan tidak boleh ada diskriminasi dalam memberikan hak asasi manusia. Hal ini juga menjadi tanggung jawab semua pihak untuk memastikan bahwa hak asasi manusia dihormati dan dilindungi tanpa adanya diskriminasi.

Baca juga:  Jelaskan Pengertian Unsur Senyawa Dan Campuran

7. Ciri khusus keenam dari HAM adalah yang bersifat tidak dapat dikurangi atau dibatasi oleh negara.

Ciri khusus keenam dari HAM adalah bahwa hak asasi manusia tidak dapat dikurangi atau dibatasi oleh negara. Artinya, pemerintah tidak dapat membatasi hak-hak yang telah dipastikan dalam HAM meskipun ada alasan kepentingan nasional atau keamanan nasional yang harus dipertahankan. Hal ini juga berarti bahwa hak asasi manusia harus diakui dan dilindungi oleh negara, sehingga negara bertanggung jawab untuk memastikan bahwa hak-hak tersebut dihormati dan dilindungi.

Pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa hak asasi manusia tidak dikurangi atau dibatasi oleh kebijakan atau tindakan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu, termasuk pihak swasta atau kelompok masyarakat. Pemerintah harus memberikan perlindungan dan bantuan bagi individu atau kelompok masyarakat yang mengalami pelanggaran hak asasi manusia.

Negara juga harus memastikan bahwa hak asasi manusia ditegakkan secara efektif dalam hukum dan kebijakan nasional. Hal ini dapat dilakukan dengan mengadopsi dan mengimplementasikan peraturan-peraturan dan mekanisme yang memastikan bahwa hak asasi manusia diakui dan dilindungi oleh negara. Misalnya, negara dapat memastikan bahwa kebijakan hukum dan peraturan yang menetapkan batasan-batasan terhadap hak asasi manusia harus diatur dengan jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam hal ini, negara juga harus memperhatikan bahwa hak asasi manusia yang diakui oleh hukum internasional juga harus diakui oleh hukum nasional. Negara harus menjamin bahwa setiap orang di negara tersebut memiliki hak yang sama dan diakui oleh hukum.

Dalam prakteknya, negara seringkali melanggar hak asasi manusia dengan memberikan kekuasaan pada aparat keamanan untuk melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hak asasi manusia. Oleh karena itu, penting bagi negara untuk memastikan bahwa aparat keamanan menghormati hak asasi manusia dan bertanggung jawab atas tindakan mereka. Pelanggaran hak asasi manusia oleh aparat keamanan harus dihukum dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dalam rangka memastikan bahwa hak asasi manusia tidak dibatasi atau dikurangi oleh negara, maka dibutuhkan adanya kesadaran dan penghargaan terhadap hak asasi manusia. Setiap orang harus memahami dan menghormati hak-hak yang diberikan kepada mereka dan orang lain, sehingga dapat tercipta masyarakat yang adil dan demokratis.

8. Ciri khusus terakhir dari HAM adalah yang bersifat saling terkait, hak-hak tersebut harus dipertimbangkan secara bersamaan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

Sebagai sebuah hak yang fundamental bagi setiap individu, hak asasi manusia (HAM) memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan hak-hak lainnya. Salah satu ciri khusus HAM adalah universal, artinya berlaku untuk semua orang tanpa terkecuali. Hak-hak ini harus diberikan kepada setiap individu tanpa memandang jenis kelamin, usia, agama, status sosial, dan lain-lain. Dalam hal ini, tidak ada diskriminasi apapun yang dapat menghalangi seseorang untuk mendapatkan hak-haknya sebagai manusia.

Ciri khusus lain dari HAM adalah yang bersifat inheren, yang berarti hak-hak tersebut melekat pada diri manusia dan tidak bisa diambil atau dihapuskan oleh pihak manapun. Hak-hak ini tidak bisa dijual atau ditukar dengan apapun. Sebagai contoh, hak atas kebebasan beragama adalah hak yang selalu melekat pada diri seseorang meskipun orang tersebut pindah agama atau tidak memiliki agama sama sekali. Hak ini juga tidak bisa dicabut oleh negara atau pihak manapun dengan alasan apapun.

Ciri khusus ketiga dari HAM adalah yang bersifat tidak dapat dicabut, yang berarti hak-hak tersebut tidak bisa dicabut oleh negara atau pihak manapun dengan alasan apapun. Hak-hak ini harus dilindungi dan dihormati oleh semua pihak. Sebagai contoh, hak atas kebebasan berekspresi tidak bisa dicabut oleh pemerintah dengan alasan yang tidak jelas atau tidak beralasan.

Ciri khusus keempat dari HAM adalah yang bersifat fundamental, yang berarti merupakan hak yang paling mendasar bagi setiap manusia. Hak-hak ini merupakan dasar dari keberadaan manusia sebagai makhluk sosial. Tanpa hak-hak tersebut, manusia tidak akan bisa hidup secara layak dan manusiawi. Sebagai contoh, hak atas makanan dan minuman merupakan hak yang fundamental bagi setiap manusia.

Ciri khusus kelima dari HAM adalah yang bersifat tidak diskriminatif, yang berarti harus diberikan tanpa membeda-bedakan seseorang dari yang lain. Hak-hak tersebut harus diberikan secara adil dan merata kepada semua orang tanpa terkecuali. Sebagai contoh, hak atas kebebasan berpendapat harus diberikan tanpa memandang jenis kelamin, usia, atau suku bangsa seseorang.

Ciri khusus keenam dari HAM adalah yang bersifat tidak dapat dikurangi atau dibatasi oleh negara. Hak-hak tersebut tidak bisa dikurangi atau dibatasi oleh negara dengan alasan apapun. Hak-hak tersebut harus tetap dihormati meskipun terdapat kepentingan nasional atau keamanan nasional yang harus dipertahankan. Sebagai contoh, hak atas privasi tidak bisa dikurangi oleh negara dengan alasan keamanan nasional.

Ciri khusus terakhir dari HAM adalah yang bersifat saling terkait, hak-hak tersebut harus dipertimbangkan secara bersamaan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Sebagai contoh, hak atas pendidikan harus dipertimbangkan bersamaan dengan hak atas kesehatan karena keduanya saling terkait. Dalam rangka menjaga keberlangsungan hidup manusia, maka hak asasi manusia harus selalu dihormati dan dilindungi. Setiap orang harus diberikan hak-hak tersebut tanpa terkecuali dan harus dijaga agar tidak terjadi pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Oleh karena itu, pemahaman dan penghargaan terhadap hak asasi manusia harus selalu ditanamkan dalam setiap individu baik itu di kalangan masyarakat maupun pemerintah.