Sebutkan Dan Jelaskan Karakteristik Sistem

sebutkan dan jelaskan karakteristik sistem – Sistem merupakan suatu kumpulan elemen atau komponen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem dapat ditemukan di berbagai bidang, seperti teknologi, bisnis, dan organisasi. Untuk memahami sistem secara lebih baik, kita perlu mengetahui karakteristik-karakteristik yang dimilikinya. Berikut adalah beberapa karakteristik sistem:

1. Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan atau target yang ingin dicapai. Tujuan ini dapat berbeda-beda tergantung pada jenis sistem yang digunakan. Sebagai contoh, tujuan dari sistem informasi adalah untuk memudahkan pengolahan data dan informasi.

2. Elemen atau komponen
Sistem terdiri dari beberapa elemen atau komponen yang saling berkaitan dan berinteraksi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Elemen atau komponen ini dapat berupa manusia, mesin, prosedur, dan sebagainya.

3. Batasan
Setiap sistem memiliki batasan atau lingkup kerja yang telah ditentukan. Batasan ini dapat mempengaruhi cara kerja dari sistem tersebut. Sebagai contoh, batasan pada sistem produksi adalah jumlah produksi yang dapat dihasilkan dalam satu hari.

4. Interaksi
Karakteristik sistem lainnya adalah adanya interaksi antara elemen atau komponen yang terdapat dalam sistem. Interaksi ini dapat menghasilkan output atau keluaran yang diinginkan dari sistem tersebut.

5. Masukan
Setiap sistem membutuhkan masukan atau input untuk dapat berfungsi. Masukan ini dapat berupa data, informasi, atau energi yang dibutuhkan oleh sistem untuk dapat menghasilkan output yang diinginkan.

6. Proses
Proses merupakan tahapan atau langkah yang dilakukan dalam sistem untuk mengubah masukan menjadi output yang diinginkan. Proses ini dapat berupa proses fisik atau proses non-fisik, tergantung pada jenis sistem yang digunakan.

7. Keluaran
Keluaran atau output merupakan hasil akhir dari proses yang telah dilakukan dalam sistem. Keluaran ini dapat berupa barang atau jasa yang dihasilkan oleh sistem.

8. Umpan balik
Umpan balik atau feedback merupakan informasi yang diberikan kepada sistem mengenai efektivitas dan efisiensi dari sistem tersebut. Umpan balik ini dapat digunakan untuk memperbaiki sistem agar dapat berfungsi lebih baik di masa depan.

9. Lingkungan
Lingkungan atau environment merupakan faktor luar yang dapat mempengaruhi kinerja dari sistem. Lingkungan ini dapat berupa faktor fisik maupun non-fisik, seperti cuaca, persaingan, atau kebijakan pemerintah.

10. Adaptasi
Sistem dapat beradaptasi dengan lingkungan atau perubahan yang terjadi di sekitarnya. Adaptasi ini dapat dilakukan melalui perubahan pada elemen atau komponen dalam sistem atau perubahan pada proses yang digunakan dalam sistem.

Dengan memahami karakteristik-karakteristik tersebut, kita dapat memahami dan mengelola sistem dengan lebih baik. Sebagai contoh, dalam bisnis, pengelolaan sistem yang efektif dapat membantu meningkatkan efisiensi produksi dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Sedangkan dalam teknologi, penggunaan sistem yang efektif dapat membantu memudahkan proses pengolahan data dan informasi. Oleh karena itu, pemahaman mengenai karakteristik sistem sangat penting untuk dilakukan.

Penjelasan: sebutkan dan jelaskan karakteristik sistem

1. Sistem memiliki tujuan atau target tertentu yang ingin dicapai.

Salah satu karakteristik dari sistem adalah memiliki tujuan atau target tertentu yang ingin dicapai. Tujuan sistem ini bisa berupa tujuan yang spesifik, seperti menghasilkan produk tertentu atau menyelesaikan suatu proyek, atau tujuan yang lebih umum, seperti meningkatkan efisiensi atau meningkatkan keuntungan perusahaan.

Tujuan sistem ini menjadi sangat penting karena menjadi acuan bagi elemen atau komponen dalam sistem untuk bekerja sama dan berinteraksi secara efektif. Oleh karena itu, sebelum membangun sistem, harus ditentukan terlebih dahulu tujuan dan target yang ingin dicapai agar seluruh elemen dalam sistem dapat bekerja dengan fokus pada tujuan tersebut.

Selain itu, tujuan yang telah ditetapkan juga dapat digunakan sebagai acuan dalam mengevaluasi kinerja sistem. Dengan mengevaluasi pencapaian tujuan sistem, maka dapat diperoleh informasi mengenai efektivitas dan efisiensi sistem tersebut. Jika tujuan tidak tercapai, maka perlu dilakukan perbaikan pada sistem agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dalam implementasi sistem, tujuan juga dapat menjadi acuan dalam menentukan batasan dan lingkup kerja dari sistem tersebut. Dengan menentukan batasan dan lingkup kerja, maka dapat memudahkan dalam mengelola sistem dan menghindari terjadinya kelebihan atau kekurangan dalam penggunaan sumber daya yang ada.

Dalam bisnis, tujuan sistem yang jelas dan spesifik dapat membantu meningkatkan efisiensi produksi dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Sedangkan dalam teknologi, tujuan sistem yang jelas dapat membantu memudahkan proses pengolahan data dan informasi. Oleh karena itu, penting untuk menetapkan tujuan sistem yang spesifik dan jelas agar dapat memaksimalkan potensi dari sistem tersebut.

Baca juga:  Jelaskan Yang Dimaksud Dengan Properti

2. Sistem terdiri dari beberapa elemen atau komponen yang saling berkaitan dan berinteraksi.

Karakteristik sistem yang kedua adalah terdiri dari beberapa elemen atau komponen yang saling berkaitan dan berinteraksi. Dalam sistem, elemen atau komponen dapat berupa manusia, mesin, prosedur, dan sebagainya. Setiap elemen atau komponen tersebut memiliki peran dan fungsi yang berbeda-beda dalam sistem, namun saling berkaitan satu sama lain untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Misalkan dalam sistem produksi suatu perusahaan, terdapat beberapa elemen atau komponen seperti mesin-mesin produksi, bahan baku, tenaga kerja, dan prosedur produksi. Mesin-mesin produksi digunakan untuk mengolah bahan baku menjadi produk yang siap dijual. Bahan baku merupakan input atau masukan yang diperlukan dalam proses produksi. Tenaga kerja digunakan sebagai pengendali mesin-mesin produksi dan sebagai pengawas kualitas produk yang dihasilkan. Prosedur produksi merupakan panduan atau aturan yang harus diikuti dalam setiap tahapan produksi.

Semua elemen atau komponen tersebut saling berinteraksi dan berkaitan satu sama lain dalam sistem produksi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, yaitu menghasilkan produk yang berkualitas dan memenuhi permintaan pasar. Jika salah satu elemen atau komponen dalam sistem produksi tersebut tidak berfungsi dengan baik, maka dapat mempengaruhi kinerja sistem secara keseluruhan.

Dalam pengelolaan sistem, penting untuk memahami peran dan fungsi dari setiap elemen atau komponen yang terdapat dalam sistem. Hal ini akan membantu dalam mengoptimalkan kinerja sistem secara keseluruhan dan mencegah terjadinya masalah atau kerusakan pada sistem. Selain itu, memahami interaksi antara elemen atau komponen dalam sistem juga dapat membantu dalam mengidentifikasi masalah dan memperbaiki sistem agar dapat berfungsi lebih baik di masa depan.

3. Setiap sistem memiliki batasan atau lingkup kerja yang telah ditentukan.

Pada karakteristik sistem yang ketiga, yaitu sistem memiliki batasan atau lingkup kerja yang telah ditentukan. Batasan ini dapat berupa waktu, tempat, atau sumber daya yang tersedia. Batasan ini menentukan bagaimana sistem akan beroperasi dan apa yang dapat dicapai oleh sistem tersebut.

Contohnya pada sistem produksi, batasan dapat berupa kapasitas produksi yang terbatas atau jumlah tenaga kerja yang tersedia. Batasan ini akan mempengaruhi efektivitas dan efisiensi dari sistem produksi. Jika batasan tersebut tidak dipertimbangkan dengan baik, maka sistem produksi tidak akan berjalan dengan optimal dan tidak dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Batasan pada sistem juga dapat membantu untuk memfokuskan sistem pada tujuan tertentu, sehingga sistem dapat berjalan dengan lebih efektif dan tidak menghabiskan sumber daya yang tidak perlu. Dengan adanya batasan, sistem dapat bekerja dengan lebih terstruktur dan terorganisir, sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik.

Namun, batasan pada sistem juga dapat menjadi kendala dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Oleh karena itu, dalam merancang sistem, perlu dipertimbangkan batasan-batasan yang ada dan mencari solusi untuk mengatasi batasan tersebut. Dengan demikian, sistem dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuannya.

4. Interaksi antara elemen atau komponen dalam sistem dapat menghasilkan output atau keluaran yang diinginkan.

Interaksi antara elemen atau komponen dalam sistem merupakan salah satu karakteristik penting dalam sistem. Setiap elemen atau komponen dalam sistem saling terkait dan berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Interaksi ini dapat menghasilkan output atau keluaran yang diinginkan dari sistem. Sebagai contoh, pada sistem produksi, interaksi antara mesin-mesin dengan manusia yang mengoperasikannya akan menghasilkan output berupa barang-produk yang sudah jadi.

Interaksi antara elemen atau komponen dalam sistem juga dapat mempengaruhi kinerja sistem secara keseluruhan. Jika ada salah satu elemen atau komponen yang tidak berfungsi dengan baik atau tidak berinteraksi dengan benar, maka dapat mempengaruhi kinerja sistem secara keseluruhan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan interaksi antara elemen atau komponen dalam sistem agar dapat menghasilkan output atau keluaran yang diinginkan dan memastikan kinerja sistem berjalan dengan baik. Dalam pengelolaan sistem, perlu dilakukan koordinasi dan sinergi antara elemen atau komponen dalam sistem untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

5. Setiap sistem membutuhkan masukan atau input untuk dapat berfungsi.

Setiap sistem membutuhkan masukan atau input untuk dapat berfungsi. Masukan atau input ini berupa segala sesuatu yang diperlukan oleh sistem untuk dapat menghasilkan output. Masukan atau input dapat berupa data, informasi, maupun energi.

Sebagai contoh, pada sistem produksi, mesin dan bahan baku adalah masukan atau input yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Pada sistem informasi, data dan informasi adalah masukan atau input yang diperlukan untuk dapat menghasilkan output yang diinginkan seperti laporan keuangan, data pelanggan, dan sebagainya.

Masukan atau input yang diberikan pada sistem haruslah tepat dan akurat agar dapat menghasilkan output yang diinginkan. Oleh karena itu, peran manusia dalam memberikan masukan atau input pada sistem sangat penting. Manusia memegang peranan penting dalam memastikan keakuratan dan kualitas dari masukan atau input yang diberikan pada sistem.

Dalam beberapa kasus, masukan atau input yang diberikan pada sistem mungkin tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini dapat menyebabkan output yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang diinginkan. Oleh karena itu, penggunaan kontrol atau pengendalian pada sistem sangat penting untuk memastikan bahwa masukan atau input yang diberikan pada sistem selalu tepat dan akurat.

Baca juga:  Bagaimana Sejarah Singkat Tentang Plta

6. Proses merupakan tahapan atau langkah yang dilakukan dalam sistem untuk mengubah masukan menjadi output yang diinginkan.

Poin keenam dari karakteristik sistem adalah proses. Proses merupakan tahapan atau langkah yang dilakukan dalam sistem untuk mengubah masukan menjadi output atau keluaran yang diinginkan. Proses ini dapat berupa proses fisik atau proses non-fisik, tergantung pada jenis sistem yang digunakan.

Proses dalam suatu sistem dapat berbeda-beda tergantung pada jenis sistem tersebut. Sebagai contoh, dalam sistem produksi, proses dapat meliputi tahap-tahap seperti pemrosesan bahan mentah, pengolahan, dan pengemasan. Sedangkan dalam sistem informasi, proses dapat meliputi tahap-tahap seperti pengumpulan data, pengolahan data, dan penyajian informasi.

Proses dalam suatu sistem dapat diatur sedemikian rupa untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Pengaturan proses ini dapat dilakukan dengan menggunakan algoritma atau aturan-aturan yang telah ditentukan sebelumnya. Proses yang baik dan efektif dapat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas dari suatu sistem.

Selain itu, proses dalam suatu sistem juga dapat disesuaikan dengan lingkungan di sekitarnya. Dalam lingkungan yang berubah-ubah, proses yang fleksibel dapat membantu suatu sistem untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Oleh karena itu, pengaturan proses yang baik dan fleksibel sangat penting dalam pengelolaan sistem yang efektif.

7. Keluaran atau output merupakan hasil akhir dari proses yang telah dilakukan dalam sistem.

Karakteristik sistem yang selanjutnya adalah keluaran atau output merupakan hasil akhir dari proses yang telah dilakukan dalam sistem. Setelah masukan atau input telah melalui proses di dalam sistem, maka keluaran atau output akan dihasilkan. Keluaran merupakan sebuah hasil akhir yang diinginkan dari sistem. Keluaran dapat berupa produk, jasa, informasi, atau nilai tambah lainnya.

Misalnya, pada sebuah sistem produksi, keluaran yang dihasilkan adalah produk yang sudah diolah dan siap untuk dipasarkan. Sedangkan pada sebuah sistem informasi, keluaran yang dihasilkan adalah informasi yang sudah diolah dan tersedia untuk pengguna. Keluaran yang dihasilkan dari sebuah sistem harus sesuai dengan tujuan dan kebutuhan yang telah ditentukan sebelumnya.

Penting bagi pengguna sistem untuk memastikan bahwa keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan evaluasi dan pengujian terhadap keluaran yang dihasilkan. Jika terdapat kesalahan atau kekurangan pada keluaran, maka sistem perlu diperbaiki atau diubah agar dapat menghasilkan keluaran yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan.

Dalam sebuah sistem, keluaran yang dihasilkan juga dapat digunakan sebagai masukan atau input pada sistem lainnya. Sehingga keluaran dari sistem yang satu dapat berfungsi sebagai masukan untuk sistem yang lainnya. Dengan demikian, sistem dapat saling terkait dan berinteraksi dalam satu kesatuan yang lebih besar.

Dalam kesimpulannya, keluaran atau output merupakan hasil akhir dari proses yang telah dilakukan dalam sistem. Keluaran ini harus sesuai dengan tujuan dan kebutuhan yang telah ditentukan sebelumnya. Evaluasi dan pengujian terhadap keluaran yang dihasilkan juga perlu dilakukan untuk memastikan bahwa keluaran tersebut sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu, keluaran dari sebuah sistem juga dapat digunakan sebagai masukan pada sistem lainnya, sehingga sistem dapat saling terkait dan berinteraksi dalam satu kesatuan yang lebih besar.

8. Umpan balik atau feedback digunakan untuk memperbaiki sistem agar dapat berfungsi lebih baik di masa depan.

Karakteristik sistem yang selanjutnya adalah umpan balik atau feedback. Umpan balik adalah informasi yang diberikan kepada sistem mengenai efektivitas dan efisiensi dari sistem tersebut. Umpan balik ini dapat digunakan untuk memperbaiki sistem agar dapat berfungsi lebih baik di masa depan.

Dalam sebuah sistem, umpan balik sangat penting karena dapat membantu pengguna sistem memperbaiki kekurangan atau masalah yang terjadi dalam sistem tersebut. Umpan balik dapat berasal dari berbagai sumber, seperti pengguna sistem, elemen atau komponen dalam sistem, atau lingkungan sekitar.

Dengan umpan balik yang tepat, sistem dapat ditingkatkan kinerjanya dan keefektifannya. Misalnya, dalam sistem produksi, umpan balik dari pengguna produk dapat membantu produsen memperbaiki kualitas produk dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Begitu pula dalam sistem pelayanan publik, umpan balik dari masyarakat dapat membantu pemerintah memperbaiki pelayanan yang diberikan.

Namun, umpan balik yang tidak tepat atau tidak akurat dapat menyebabkan sistem menjadi terganggu atau tidak berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, pengguna harus memastikan bahwa umpan balik yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sistem.

Dalam kesimpulannya, umpan balik atau feedback adalah salah satu karakteristik penting dalam sistem. Umpan balik dapat membantu pengguna sistem untuk mengidentifikasi kekurangan atau masalah yang terjadi dalam sistem dan memperbaikinya agar dapat berfungsi dengan baik di masa depan.

9. Lingkungan atau environment merupakan faktor luar yang dapat mempengaruhi kinerja dari sistem.

Poin ke-9 dari karakteristik sistem adalah lingkungan atau environment. Lingkungan atau faktor eksternal di luar sistem dapat mempengaruhi kinerja dari sistem tersebut. Hal ini karena sistem tidak dapat berjalan dengan sendirinya tanpa adanya faktor eksternal yang mempengaruhinya. Faktor lingkungan ini dapat berupa faktor fisik maupun non-fisik, seperti cuaca, persaingan, atau kebijakan pemerintah.

Sebagai contoh, dalam sistem produksi, lingkungan dapat mempengaruhi kinerja dari sistem tersebut. Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi sistem produksi ini dapat berupa faktor cuaca, seperti hujan atau panas yang dapat mempengaruhi mesin produksi. Selain itu, faktor persaingan juga dapat mempengaruhi kinerja dari sistem produksi. Jika pesaing mampu menghasilkan produk dengan harga yang lebih murah atau kualitas yang lebih baik, maka akan mempengaruhi permintaan dari pelanggan dan juga kinerja dari sistem produksi.

Baca juga:  Jelaskan Latar Belakang Bangsa Eropa Datang Ke Indonesia

Lingkungan atau faktor eksternal ini dapat berubah dari waktu ke waktu, sehingga kinerja dari sistem juga dapat berubah. Oleh karena itu, pengelola sistem perlu memperhatikan faktor lingkungan ini dan melakukan penyesuaian pada sistem agar dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan tersebut.

Dalam pengelolaan sistem, faktor lingkungan ini juga dapat dijadikan sebagai peluang untuk meningkatkan kinerja sistem. Misalnya saja, jika terdapat perubahan kebijakan pemerintah yang mendukung penggunaan energi terbarukan, maka sistem produksi dapat menyesuaikan dengan menggunakan energi terbarukan untuk menghasilkan produk. Dengan demikian, sistem produksi dapat meningkatkan kinerjanya dan juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.

Dalam kesimpulannya, faktor lingkungan atau environment merupakan salah satu karakteristik sistem yang harus diperhatikan dalam pengelolaan sistem. Faktor lingkungan dapat mempengaruhi kinerja dari sistem, sehingga pengelola sistem perlu memperhatikan faktor lingkungan ini dan melakukan penyesuaian pada sistem agar dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan tersebut.

10. Sistem dapat beradaptasi dengan lingkungan atau perubahan yang terjadi di sekitarnya.

Poin 1: Sistem memiliki tujuan atau target tertentu yang ingin dicapai.
Sistem memiliki tujuan atau target tertentu yang ingin dicapai. Tujuan ini dapat bervariasi tergantung pada jenis sistem yang digunakan. Tujuan suatu sistem dapat berupa efisiensi produksi, penghematan biaya, peningkatan kualitas, atau peningkatan kepuasan pelanggan. Tujuan tersebut menjadi landasan untuk merancang sistem sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Poin 2: Sistem terdiri dari beberapa elemen atau komponen yang saling berkaitan dan berinteraksi.
Sistem terdiri dari beberapa elemen atau komponen yang saling berkaitan dan berinteraksi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Elemen atau komponen dalam sistem dapat berupa manusia, mesin, software, hardware, prosedur, dan sebagainya. Elemen-elemen tersebut saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain, sehingga perubahan pada satu elemen dapat mempengaruhi kinerja seluruh sistem.

Poin 3: Setiap sistem memiliki batasan atau lingkup kerja yang telah ditentukan.
Setiap sistem memiliki batasan atau lingkup kerja yang telah ditentukan. Hal ini berarti bahwa sistem hanya dapat berfungsi dalam batasan atau lingkup kerja yang telah ditentukan, dan tidak dapat beroperasi di luar batasan tersebut. Batasan ini dapat berupa waktu, biaya, kapasitas, atau lingkup kerja lainnya. Batasan tersebut merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam perancangan sistem.

Poin 4: Interaksi antara elemen atau komponen dalam sistem dapat menghasilkan output atau keluaran yang diinginkan.
Interaksi antara elemen atau komponen dalam sistem dapat menghasilkan output atau keluaran yang diinginkan. Setiap elemen atau komponen dalam sistem memberikan kontribusi yang berbeda terhadap proses penghasilan output. Interaksi antara elemen atau komponen tersebut harus diatur secara efektif untuk menghasilkan output yang diinginkan.

Poin 5: Setiap sistem membutuhkan masukan atau input untuk dapat berfungsi.
Setiap sistem membutuhkan masukan atau input untuk dapat berfungsi. Input dapat berupa data, informasi, atau energi yang dibutuhkan oleh sistem untuk dapat menghasilkan output yang diinginkan. Input tersebut menjadi dasar bagi sistem untuk melakukan proses dan menghasilkan output. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa input yang diberikan kepada sistem memenuhi standar yang telah ditentukan.

Poin 6: Proses merupakan tahapan atau langkah yang dilakukan dalam sistem untuk mengubah masukan menjadi output yang diinginkan.
Proses merupakan tahapan atau langkah yang dilakukan dalam sistem untuk mengubah masukan menjadi output yang diinginkan. Proses tersebut dapat berupa proses fisik atau proses non-fisik tergantung pada jenis sistem yang digunakan. Proses ini harus diatur dengan baik untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Poin 7: Keluaran atau output merupakan hasil akhir dari proses yang telah dilakukan dalam sistem.
Keluaran atau output merupakan hasil akhir dari proses yang telah dilakukan dalam sistem. Keluaran ini dapat berupa barang atau jasa yang dihasilkan oleh sistem. Keluaran ini harus memenuhi standar yang telah ditetapkan dan dapat digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Poin 8: Umpan balik atau feedback digunakan untuk memperbaiki sistem agar dapat berfungsi lebih baik di masa depan.
Umpan balik atau feedback digunakan untuk memperbaiki sistem agar dapat berfungsi lebih baik di masa depan. Umpan balik ini dapat berasal dari pelanggan, karyawan, atau pihak lain yang terkait dengan sistem. Umpan balik ini dapat digunakan untuk memperbaiki sistem agar dapat menghasilkan output yang lebih baik dan memenuhi kebutuhan pelanggan.

Poin 9: Lingkungan atau environment merupakan faktor luar yang dapat mempengaruhi kinerja dari sistem.
Lingkungan atau environment merupakan faktor luar yang dapat mempengaruhi kinerja dari sistem. Lingkungan dapat berupa faktor fisik maupun non-fisik, seperti cuaca, persaingan, atau kebijakan pemerintah. Lingkungan harus dipertimbangkan dalam perancangan sistem agar sistem dapat beradaptasi dengan lingkungan yang berubah-ubah.

Poin 10: Sistem dapat beradaptasi dengan lingkungan atau perubahan yang terjadi di sekitarnya.
Sistem dapat beradaptasi dengan lingkungan atau perubahan yang terjadi di sekitarnya. Adaptasi ini dapat dilakukan melalui perubahan pada elemen atau komponen dalam sistem atau perubahan pada proses yang digunakan dalam sistem. Sistem yang dapat beradaptasi dengan lingkungan akan lebih fleksibel dan dapat bertahan di tengah perubahan yang terjadi.