Menu
Belajar Online Yuk

Tawakal Atau Berserah Diri Kepada Allah Harus Didahului Dengan

  • Bagikan
Tawakal atau berserah diri kepada Allah harus didahului dengan ikhtiar
Tawakal atau berserah diri kepada Allah harus didahului dengan ikhtiar

Pahami Yuk! Tawakal atau Berserah Diri Kepada Allah Harus Didahului Dengan Ikhtiar, Inilah alasannya

Halo teman-teman muslimin wal Muslimah, pada kesempatan ini akan kita bahas tuntas mengenai Tawakal atau berserah diri kepada Allah harus didahului dengan ikhtiar, dari mulai pengertian tawakal, kesalahan dalam tawakal, ikhtiar sebelum tawakal, sampai pada pembahasan bagaimana memahami dan bersikap tawakal dengan benar menurut Islam.

Tawakal adalah pelajaran penting dalam agama islam lho! Setiap muslim harus memahami bahkan menjiwai tawakal itu sendiri, karena tawakal menjadi ciri pembeda orang yang beriman kepada Allah Swt dengan orang-orang yang tidak mempercayai tuhan atau atheis.

Bagi teman-teman yang ingin tahu lebih dalam apa itu tawakal dan ikhtiar, apa hubungan antara keduanya, bagaimana sikap tawakal dan ikhtiar yang benar menurut islam, serta penjelasan lengkap tentang kenapa tawakal harus didahului dengan ikhtiar, maka berikut ini adalah penjelasannya:

Pengertian Tawakal  dan Ikhtiar 

Menurut buku yang ditulis oleh H. Supriyanto, Lc., M.S.I, yang berjudul “Tawakal Bukan Pasrah”, dijelaskan bahwa tawakal secara etimologi atau bahasa Arab yaitu wakalah, arti dari wakalah adalah suatu keadaan yang menggambarkan ketidakmampuan, ayat berserah diri kepada Allah atau tawakal terdapat pada Al-qur’an surat Al-Imran ayat 159.

Lebih jelas lagi, secara terminologi, masih bersumber dari buku yang sama, tawakal dapat diartikan sebagai suatu kondisi ketidakmampuan seorang hamba, sehingga sang hamba bersandar atau berserah diri kepada Allah Swt, atau dapat disederhanakan dengan berserah diri kepada Allah Swt.

Baca Juga:  Di Antara Bentuk Pengamalan Dari Keyakinan Terhadap Al Khabir Adalah

Harun Nasution (1992) salah satu tokoh cendekiawan muslim Indonesia, berpendapat bahwa arti ikhtiar dalam istilah teologi adalah sebuah kebebasan atau kemerdekaan bagi manusia untuk memilih dan menentukan (nasibnya).

Lebih sederhana lagi, ikhtiar secara umum sering diartikan sebagai usaha, sehingga dapat disimpulkan bahwa ikhtiar adalah kebebasan atau kemerdekaan manusia untuk berusaha menentukan nasibnya atau memperjuangkan apa yang diinginkannya.

Sikap Tawakal yang Salah

Sering ada yang salah dalam mengimplementasikan atau mewujudkan tawakal melalui sikapnya, tawakal sering kali dianggap sebagai ajaran untuk pasrah atau menunggu takdir, Teman-teman mesti ketahui bahwa pemahaman seperti itu merupakan sebuah pemahaman yang keliru, karena disamping berserah diri atau tawakal, islam juga mengajarkan bekerja keras atau berusaha.

Contoh sikap tawakal yang salah adalah diam menunggu semua ketentuan datang begitu saja tanpa sedikitpun mengusahakan atau ikhtiar, lebih parah lagi jika berpikir bahwa Allah Swt yang akan bekerja untuk apa yang kita inginkan, teman-teman perlu kita catat bahwa Allah Swt itu Tuhan yang Maha Esa, bukan babu!

Maka, sikap tawakal yang baik dan benar adalah tawakal atau berserah diri kepada Allah harus didahului dengan ikhtiar, tidak hanya sekedar diam dengan alasan pasrah menerima takdir, padahal ikhtiar atas nama Allah juga merupakan ibadah, dan Allah ciptakan hambanya untuk ibadah, bukan untuk dilayani olehnya seperti bos.

Tawakal Harus Didahului Oleh Ikhtiar

Sebagaimana kita ketahui bahwa tawakal harus didahului oleh ikhtiar, namun bagaimana penjelasannya? Untuk lebih jelasnya, mari kita sama-sama pahami secara mendalam dengan sebuah ilustrasi cerita.

Si A ingin melaksanakan ibadah haji, namun uang yang dimilikinya belum cukup, maka dirinya berusaha mencari pekerjaan atau berdagang untuk mendapatkan uang guna melaksanakan ibadah haji, disamping berikhtiar, dirinya juga berdoa kepada Allah Swt agar dimudahkan dalam usaha mengumpulkan uang.

Baca Juga:  Apa yang Kamu Lakukan Ketika Melihat Temanmu Melakukan Perbuatan Terpuji

A sudah bekerja keras namun uang yang ia kumpulkan belum juga memenuhi biaya ibadah haji, akan tetapi semangatnya tidak terputus, dirinya bertawakal dengan menyerahkan diri kepada Allah Swt dan terus berikhtiar, atas izin Allah Swt, dirinya mendapatkan pekerjaan dengan bayaran besar, sehingga si A berhasil mengumpulkan uang untuk melaksanakan ibadah haji.

Demikian penjelasan tentang tawakal dan ikhtiar, kita sudah mengetahui bahwa tawakal atau berserah diri kepada Allah harus didahului dengan ikhtiar, namun yang lebih penting dari memahami adalah melaksanakannya, semoga kita dapat selalu menjadi hamba yang berserah diri kepada Allah dengan baik dan benar menurut ajaran islam.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.